Peternak Sapi Perah di Indonesia Masih Gunakan Teknik Sederhana

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 11 Desember 2018 | 20:00 WIB
Peternak Sapi Perah di Indonesia Masih Gunakan Teknik Sederhana
Desa Susu. (Suara.com/Firsta Nodia Putri)

Suara.com - Masih banyak peternak sapi perah di Indonesia yang menggunakan halaman rumahnya untuk merawat sapi dan memerah susunya. Tak heran jika sapi menjadi stres dan poduksi susu sapi rendah. Hal ini pun berimbas pada rendahnya konsumsi susu di Indonesia.

Pemerintah menargetkan peningkatan konsumsi susu dari 10 liter/kapita pada 2009 menjadi 23 liter/kapita pada tahun 2025. Sayangnya, target peningkatan konsumsi susu ini tidak dibarengi dengan produksi susu segar dalam negeri (SSDN).

Sepanjang 2018 ini saja diperkirakan hanya sekitar 650 ribu ton susu produksi peternak lokal atau 13 persen dari kebutuhan nasional Sedangkan, kebutuhan susu di dalam negeri pada tahun ini diperkirakan mencapai 5,5 juta ton. Itu sebabnya pemerintah masih harus mengimpor susu dari negara tetangga.

Ketua Koperasi Perternak dan Susu Bandung Utara (KSBU), Dedi Setiadi pun menyebutkan beberapa alasan mengapi produksi susu dalam negeri masih rendah. Menurut dia keterbatasan lahan untuk peternakan sapi perah penghasil susu masih sangat terbatas di Indonesia.

Selain keterbatasan lahan, Dedi yang ditemui di sela-sela peresmian Diary Village di Ciater, Selasa (11/12/2018), juga mengatakan bahwa teknik beternak juga menjadi salah satu alasan mengapa produksi susu sapi dalam negeri masih kurang. Menurut dia umumnya peternak lokal menggunakan teknik sederhana dalam merawat sapi perah sehingga produksi susunya hanya berkisar 10-12 liter sehari per ekornya.

Hal ini menurut dia berbeda dengan teknik modern yang digunakan peternak sapi di luar negeri. Dedi mengatakan umumnya petenak sapi di negara lain menggunakan teknik modern dengan fasilitas pemerah sapi otomatis dan area kandang yang luas. Hal ini membuat sapi nyaman sehingga memproduksi susu lebih banyak.

"Sapi kita di Lembang ketika berternak secara sederhana, produksinya hanya 12,5 liter dan dengan peternakan modern diharapkan bertambah jadi 20 liter sehari. Saya berharap produksi susu sapi yang meningkat bisa meningkatkan pendapatan peternak sapi Indonesia," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Desa Susu, Peternak Sapi Belajar Teknik Modern Produksi Susu

Di Desa Susu, Peternak Sapi Belajar Teknik Modern Produksi Susu

Lifestyle | Selasa, 11 Desember 2018 | 19:13 WIB

Kurang Familiar, Ternyata Banyak Manfaat Keju Susu Kambing Lho

Kurang Familiar, Ternyata Banyak Manfaat Keju Susu Kambing Lho

Health | Kamis, 27 September 2018 | 10:22 WIB

Ini Rahasia Susu Sapi Berkualitas

Ini Rahasia Susu Sapi Berkualitas

Health | Minggu, 02 September 2018 | 10:09 WIB

Terkini

Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK

Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:53 WIB

Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia

Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:51 WIB

4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?

4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:51 WIB

Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:50 WIB

Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara

Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:46 WIB

Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?

Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:45 WIB

Kena OTT KPK, Intip Kekayaan Rp21,3 M Bupati Pemalang: Punya Harley Hingga 18 Properti

Kena OTT KPK, Intip Kekayaan Rp21,3 M Bupati Pemalang: Punya Harley Hingga 18 Properti

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:44 WIB

Mal Meledak Hebat Usai Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Fasilitas Nuklir Terdampak?

Mal Meledak Hebat Usai Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Fasilitas Nuklir Terdampak?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:42 WIB

Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:35 WIB

7 Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Dianggap Bisa Menghambat Rezeki

7 Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Dianggap Bisa Menghambat Rezeki

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:35 WIB

×