Augustyan Lin, Kalahkan Virus HIV dengan Badminton

Silfa Humairah Utami, Firsta Nodia

Senin, 31 Desember 2018 | 10:00 WIB
Augustyan Lin, Kalahkan Virus HIV dengan Badminton
Augustyan Lin berhasil menyambit juara walaupun sedang menderita HIV dia tetap bermain di Stadion Badminton GOR Sumantri. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Melihat kegesitan Augustyan Lin dalam mengayunkan raket dan memberikan pukulan smash di Stadion Badminton Gor Sumantri, Jakarta, Kamis (27/12/2018) tak akan membuat orang mengira bahwa virus HIV sedang bersarang di tubuhnya.

Ya, lelaki berusia 39 tahun ini jauh-jauh dari kota Kalimantan untuk mengikuti kompetisi badminton IDEFest yang dihelat Budha Dharma Indonesia.

Larangan dokter tak menyurutkan niatnya untuk meraih kemenangan. Benar saja, ia berhasil memenangkan pertandingan dengan skor akhir 21:15 dalam partai Ganda Campuran bdrsama Dessy Christina.

"Menurut saya ya karena secara pribadi saya yang menjalani. Saya mencoba semua hal dengan virus ini dan yang bikin saya survive ya melakukan sesuatu yang sangat aku senangi dan membuat aku bahagia ya badminton ini," ujar Augustyan Lin pada Suara.com belum lama ini.

Di sela-sela sesi istirahat sembari menyeka keringat, August bercerita bahwa didiagnosis positif HIV pada 2016. Berat badannya pun turun 12 kg dari 64 kilogram. Ia juga didera batuk berkepanjangan dan nafsu makan menurun.

"Gue minum ARV rutin. CD4+ gue sisa 13, kalau dokter bilang nyawa gue tinggal 2 persen," imbuh dia.

Meski divonis memiliki peluang hidup yang kecil, lelaki asal Palangkaraya ini tidak mau meratapi hidup. Begitu vonis keluar, ia menganggapnya angin lalu saja. August meyakini ketika dirinya menyerah, maka virus HIV akan semakin menggerogoti tubuhnya.

"Mau gimana lagi? Nggak bisa balik, kan. Mau gimana lagi gitu lho. Lebih baik survive," tambah dia.

Alih-alih meratapi nasib, August memilih untuk bangkit dengan menggeluti olahraga Badminton. Meski dokter melarangnya untuk melakukan aktivitas yang berat, Ia tak peduli. August merasa dirinyalah yang mengenali kondisi tubuhnya sendiri. Ia lantas berkonsultasi ke dokter lainnya dan mendukung August untuk menjalani apa yang disukainya.

baca juga

"Dokter HIV gue ngelarang. Tapi gue curhat ke dokter kandungan dan dia membenarkan kalau olahraga 'kan menimbulkan hormon positif oksitosin, adrenalin. Gue merasa bahagia dan ini yang bikin gue kuat. Mending gue badminton sebulan 70 set lebih parah daripada sedih ada orang deket yang meninggal. Sedihnya drop parah," kata August panjang lebar.

Lelaki yang berprofesi sebagai sales otomotif ini pun tak menyangka bahwa semangatnya mengalahkan virus HIV melalui olahraga sempat membuatnya viral di Palangkaraya. Ia bahkan diminta dokter setempat untuk menyemangati pasien HIV yang juga divonis stadium akhir seperti dirinya.

August memang bukan seorang konselor. Ia tak mendapatkan pendidikan khusus di bidang ini. Tapi dirinya membuktikan sendiri bahwa menerima penyakit ini sebagai ujian untuk tidak menyerah membuatnya bertahan hidup sampai hari ini.

"Pas saya kunjungi pasien HIV itu di ruang VIP semua alat di pasang di tubuhnya. Saya coba berkomunikasi, kalau kena HIV terus down misal duh bentar lagi mati, bentar lagi distigma orang itu justru lebih cepat dibantai virus. Lebih cepat mati. Aku kasih tahu ke dia," ungkap August.

Semangat yang disuntikkan August tidak sia-sia. Seminggu setelah kedatangannya di rumah sakit, August mendapat kabar bahwa pasien HIV itu telah pulang dari rumah sakit. Para dokter pun berterima kasih pada August karena Ia berhasil menyelamatkan satu nyawa.

August merasa lega. Seperti pasien HIV itu, ia juga merasa diberi kesempatan hidup kedua kalinya oleh Tuhan. Untuk itu ia bertekad terus menginspirasi pasien HIV dengan kekuatan pikirannya.

Meski demikian August tak menampik bahwa stigma negatif pernah didapat setelah mendapat vonis HIV. Bahkan virus ini membuatnya sempat kehilangan pekerjaan.

"Bulan Juli 2016 waktu pertama kali saya positif HIV dan kantor tahu saya diminta untuk menandatangani surat pengunduran diri," kata dia.

Tapi August tak mau ambil pusing. Ia terus membuktikan bahwa HIV bukan halangan bagi dirinya untuk produktif. Ia juga tak pernah lelah mengedukasi orang terdekatnya bahwa HIV tak semudah itu menular hanya dengan bersentuhan.

"Ada teman baik, dulu baik. Biasa makan tidur di rumah mewahnya. Kemarin itu, saya pergi bantu bikin kue kering. Dia bilang eh, elu udah cuci tangan belum? Elu mesti pakai sarung tangan plastik. Kalau nggak nanti menular ke kami. Bah, sebodoh itu ya otakmu, aku bilang. Mereka nggak ngerti," imbuh August.

Meski demikian masih ada orang-orang baik yang mendukung dirinya untuk menjalani hidup seperti biasa. Inilah yang disyukuri August. Ia merasa tak sendiri berjuang melawan virus dan vonis dokter.

Terus berjuang August, buktikan pada dunia bahwa HIV bukan halangan untuk menjalani apa yang disenanginya. Ia membuktikannya dengan terus bermain badminton!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Nila: Kasus HIV-AIDS yang Terungkap Baru 47 Persen

Menkes Nila: Kasus HIV-AIDS yang Terungkap Baru 47 Persen

Health | Senin, 17 Desember 2018 | 19:10 WIB

Amanda Septevani, Teliti Limbah Biomassa Jadi Layar Perangkat Elektronik

Amanda Septevani, Teliti Limbah Biomassa Jadi Layar Perangkat Elektronik

Lifestyle | Senin, 17 Desember 2018 | 10:00 WIB

DAN Indonesia Jadikan Maya Watono CEO Perempuan Pertama di Dunia Periklanan

DAN Indonesia Jadikan Maya Watono CEO Perempuan Pertama di Dunia Periklanan

Lifestyle | Kamis, 13 Desember 2018 | 17:20 WIB

Budi Santoso, Menerobos Dinding Tabu Pernikahan Anak di Kabupaten Asahan

Budi Santoso, Menerobos Dinding Tabu Pernikahan Anak di Kabupaten Asahan

Lifestyle | Senin, 10 Desember 2018 | 09:00 WIB

Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jadi Guru Masak Selebriti

Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jadi Guru Masak Selebriti

Lifestyle | Senin, 03 Desember 2018 | 09:00 WIB

Anak Penderita HIV Dilarang Bersekolah, Sebegitu Menularkah?

Anak Penderita HIV Dilarang Bersekolah, Sebegitu Menularkah?

Health | Sabtu, 01 Desember 2018 | 19:30 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×