Jangan Salah, Intoleransi Makanan Tak Sama Dengan Alergi

Kamis, 10 Januari 2019 | 12:07 WIB
Jangan Salah, Intoleransi Makanan Tak Sama Dengan Alergi
Obat untuk atasi alergi kacang siap dijual tahun depan. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang percaya bahwa dirinya memiliki alergi, padahal tidak. Hal tersebut terungkap lewat sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open. Di Amerika Serikat, sekitar 11 persen orang dewasa di sana memiliki alergi. Tapi angka melonjak karena 19 persen orang dewasa AS juga percaya bahwa mereka memiliki alergi makanan meski tidak memiliki diagnosis langsung dari dokter.

Perbedaan ini dipercaya diakibatkan karena beberapa orang dewasa menganggap bahwa tanda-tanda alergi dan intoleransi makanan hampir sama.

Jika seseorang benar-benar memiliki alergi terhadap satu makanan, mengonsumsinya dapat memicu respons kekebalan tubuh yang berpotensi mengancam jiwa.

Misal, orang yang alergi susu mungkin mengalami gejala sesak nafas, gatal-gatal, sampai anafilaksis.

Sementara orang yang mengalami intoleransi laktosa, mungkin hanya mengalami kembung dan sakit perut setelah mengonsumsi produk susu.

Pada survei tersebut, peneliti menganalisis jawaban hampir 40.500 orang dewasa Amerika Serikat, mereka ditanya apakah memiliki alergi, gejala, atau pernah rawat inap.

Para peneliti kemudian mendapat data yang sangat besar mengenai alergi, namun mereka tidak dapat mengonfirmasi secara independen apakah setiap responden survei benar-benar memiliki alergi makanan.

Tetapi alergi akan dianggap “meyakinkan” jika responden melaporkan adanya diagnosis dokter atau gejala signifikan seperti pembengkakan, kesulitan bernapas, nyeri dada, muntah, atau pingsan setelah makan makanan tertentu.

Laporan alergi yang hanya didukung oleh gejala ringan seperti gatal, sakit perut dan ruam, tidak memenuhi kriteria, kata peneliti.

Baca Juga: Nikita Mirzani Akui Tarifnya Jauh Lebih Murah dari Vanessa Angel

Pada penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa hampir 11 persen orang memiliki setidaknya satu alergi makanan yang meyakinkan.

Alergen yang paling umum adalah kerang (2,9%), susu (1,9%), kacang tanah (1,8%), kacang (1,2%), dan ikan (0,9%).

Saat dibawa ke tingkat nasional, itu berarti sekitar 7,2 juta orang dewasa Amerika Serikat alergi terhadap kerang, 4,7 juta orang alergi terhadap susu, 4,5 juta alergi terhadap kacang, 3 juta orang alergi terhadap kacang pohon, dan 2,2 juta orang alergi terhadap ikan.

Alergi makanan juga umum terjadi pada anak-anak yang memengaruhi sekitar 8 persen anak-anak di Amerika Serikat.

Dan meskipun tingkat alergi makanan relatif tinggi, serta fakta bahwa 40 persen orang dengan alergi telah masuk ruang gawat darurat, para peneliti menemukan data bahwa hanya 47,5 persen dari mereka yang alergi telah didiagnosis oleh dokter.

Untuk itu, peneliti mengimbau agar masyarakat mendapatkan verifikasi langsung dari dokter untuk mendapatkan tips pengobatan yang mereka butuhkan, serta menghindarkan mereka yang hanya memiliki intoleransi dari tindakan pencegahan seumur hidup yang tidak perlu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI