suara mereka

7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar

Agung Pratnyawan Suara.Com
Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:50 WIB
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
Ilustrasi Olahraga. [Envanto]

Suara.com - Ada beberapa olahraga yang cocok dilakukan saat Anda sedang menjalankan ibadah puasa. Olahraga di bawah ini, cukup efektif meningkatan kebugaran meski tubuh dalam kondisi lapar.

Tahukah Anda, berolahraga saat puasa ternyata membawa dampak baik buat kesehatan.

Kondisi tubuh yang sedang lapar membuat pembakaran lebih baik daripada saat tubuh merasa kenyang.

Akan tetapi saat berpuasa, Anda tidak disarankan untuk melakukan olahraga yang berat dan menyebabkan tubuh kaget dan lemas.

Di bawah ini, Suara.com telah merangkum beberapa rekomendasi daftar olahraga yang cocok dilakukan saat sedang puasa.

Daftar Olahraga yang Cocok saat Sedang Puasa

Ilustrasi berjalan santai (Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi berjalan santai (Pexels/Andrea Piacquadio)

1. Jalan Santai untuk Aktivitas Ringan

Jalan santai adalah salah satu olahraga paling aman saat puasa. Gerakannya mudah, tidak membebani tubuh, dan bisa dilakukan oleh semua usia.

Jalan kaki ringan membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kebugaran, dan mengurangi rasa lemas.

Baca Juga: Mandi Wajib Setelah Subuh Bikin Puasa Tidak Sah? Ternyata Begini Faktanya

Waktu terbaik melakukan jalan santai adalah mendekati waktu berbuka atau beberapa saat setelah berbuka. Tubuh lebih siap dan bisa segera mendapat cairan yang hilang.

2. Peregangan (Stretching) untuk Mengurangi Pegal

Stretching cocok dilakukan saat puasa karena membutuhkan tenaga minimal. Gerakan ini membantu meredakan ketegangan otot, terutama bagi mereka yang banyak duduk atau bekerja di depan layar.

Stretching bisa dilakukan pagi setelah sahur atau sore menjelang berbuka, menjaga tubuh tetap lentur tanpa membuat lelah.

3. Yoga untuk Fleksibilitas dan Ketenangan

Yoga menggabungkan gerakan ringan, pernapasan, dan relaksasi, sehingga cocok untuk puasa. Manfaatnya meliputi menjaga fleksibilitas, meningkatkan konsentrasi, dan menenangkan pikiran.

Waktu ideal untuk yoga adalah sore sebelum berbuka atau malam setelah berbuka dan tarawih, saat tubuh sudah lebih rileks.

4. Bersepeda Ringan

Bersepeda dengan intensitas rendah bisa menjadi alternatif olahraga saat puasa. Aktivitas ini baik untuk kebugaran jantung dan memperbaiki mood.

Sebaiknya dilakukan sore menjelang berbuka. Jika dilakukan setelah berbuka, beri jeda agar tubuh tidak kaget setelah makan.

Ilustrasi bersepeda. (freepik.com/marymarkovic)
Ilustrasi bersepeda. (freepik.com/marymarkovic)

5. Latihan Beban Ringan

Latihan beban ringan tetap aman dilakukan bagi yang sudah terbiasa olahraga. Gerakan sederhana seperti squat ringan, push-up, atau angkat beban kecil membantu menjaga massa otot.

Waktu terbaik adalah setelah berbuka atau setelah tarawih, saat tubuh sudah menerima energi dan cairan.

6. Senam Ringan

Senam dengan gerakan pelan melibatkan seluruh tubuh tanpa membebani energi berlebihan. Senam membantu menjaga kelenturan, meningkatkan sirkulasi, dan membuat tubuh tetap aktif.

Waktu yang disarankan adalah sore menjelang berbuka atau pagi setelah sahur, sesuai kenyamanan tubuh.

7. Jogging Ringan bagi yang Terbiasa

Bagi yang sudah terbiasa berlari, jogging ringan tetap bisa dilakukan saat puasa. Kuncinya menurunkan intensitas dan durasi agar tubuh tidak dehidrasi.

Waktu paling aman adalah menjelang berbuka, sehingga tubuh bisa segera mengisi cairan setelah latihan.

Olahraga yang Wajib Dihindari saat Puasa

1. Olahraga Kompetitif

Bola basket, sepak bola, dan rugbi adalah olahraga yang sulit diprediksi. Olahraga ini membutuhkan lari cepat, lompatan, dan kontak fisik yang konstan.

Ketika Anda belum makan seperti yang dianjurkan saat puasa, waktu reaksi Anda secara alami akan melambat.

Sementara itu, bermain dengan perut kosong cenderung meningkatkan risiko terkilir pergelangan kaki atau robeknya ligamen.

2. Angkat Besi

Angkat beban berat membutuhkan fokus yang luar biasa dan energi yang segera. Puasa seringkali menyebabkan sedikit penurunan konsentrasi dan kekuatan "eksplosif".

Jika fokus Anda menurun selama squat berat, teknik Anda akan menjadi hal pertama yang terganggu, yang merupakan jalan cepat menuju cedera punggung atau lutut.

3. Lari Jarak Jauh

Jika Anda berencana berlari atau bersepeda lebih dari satu jam, Anda memasuki "zona bahaya" puasa.

Tanpa kemampuan untuk menyesap elektrolit atau mengonsumsi camilan kaya karbohidrat di tengah perjalanan, Anda kemungkinan akan kehabisan tenaga.

Dalam kondisi ini, tubuh dapat mulai memecah jaringan ototnya sendiri untuk menemukan energi yang dibutuhkan agar tetap dapat beraktivitas.

Itulah beberapa rekomendasi olahraga yang cocok dilakukan saat puasa.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI