Dipaksa Bantu Turunkan Celana dan Bersihkan Pantat, Pramugari Trauma Berat

Dany Garjito
Dipaksa Bantu Turunkan Celana dan Bersihkan Pantat, Pramugari Trauma Berat

Pramugari bahkan dipaksa membasuh berulang kali sampai penumpang tersebut puas.

Suara.com - Curhatan pramugari mendapat tindakan tak menyenangkan dari penumpang viral di media sosial.

Peristiwa tak menyenangkan tersebut terjadi di penerbangan rute Los Angeles ke Taiwan.

BACA JUGA: Coba Metode Diet Baru, Model Ini Makan Sambil Telanjang

Dalam penerbangan maskapai asal Taiwan tersebut, dikabarkan bahwa seorang penumpang obesitas asal Amerika telah mengajukan permintaan yang tidak masuk akal kepada pramugari.

Dirangkum Guideku.com dari berbagai sumber, peristiwa dimulai saat penumpang yang memiliki berat sekitar 200 kg tersebut meminta tolong untuk dibantu ke kamar mandi karena tangannya belum sembuh pasca operasi.

Ilustrasi pramugari. (Shutterstock)
Ilustrasi pramugari. (Shutterstock)

Ketika itu, tiga orang pramugari pun membantunya untuk berjalan ke kamar mandi kelas bisnis. Namun, pria tersebut kemudian berkata bahwa dia butuh bantuan untuk menurunkan celananya.

Dimintai tolong seperti itu, pramugari pun awalnya menolak. Di sisi lain, penumpang tadi mengancam bahwa dirinya akan buang kotoran di celana jika tidak dibantu.

BACA JUGA: Teriak Allahu Akbar, Penumpang Ini Dijambak Kru Pesawat

Akhirnya, pramugari pun setuju dan bermaksud untuk menutupi kemaluan penumpang dengan selimut sebelum menurunkan celananya. Namun, tiba-tiba si penumpang malah menampar tangan pramugari tersebut dan meminta selimut disingkirkan.

Tak berhenti sampai di situ, penumpang ini meminta agar pintu kamar mandi dibuka selama dia buang air karena dia merasa susah bernapas.

Ilustrasi perempuan alami trauma. [shutterstock]
Ilustrasi perempuan alami trauma. [shutterstock]

Setelahnya, dia pun menuntut pramugari tadi untuk mengelap pantatnya. Pramugari bahkan dipaksa untuk mengelap pantat berulang kali sampai penumpang tersebut merasa puas.

Akibat dari insiden tersebut, pramugari yang bersangkutan pun mengalami trauma fisik dan mental. Dia bahkan sempat menangis dan muntah-muntah di kamar mandi pesawat setelahnya.

Pada akhirnya, pramugari itu pun membawa masalah ini ke media sosial sebelum akhirnya menggelar konferensi pers.

BACA JUGA: Have a Save Flight dan 5 Ucapan Ini Berarti Banget Buat Pramugari

''Aku tidak akan bisa melupakannya. Dengan kotorannya masih di toilet, aku tidak bisa pergi kemana-mana. Aku merasa trauma setiap mengingatnya,'' kata pramugari tersebut.

Tak hanya itu, para pramugari maskapai yang bersangkutan pun kini menuntut agar perusahaan mereka lebih melindungi hak-hak karyawan dan juga merekrut pramugara.

Sementara itu, pihak maskapai sendiri telah menyatakan bahwa pramugari mereka tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti tuntutan penumpang jika dirasa tidak masuk akal.

GuideKu.com/Amertiya Saraswati

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS