Komunitas Temen Main Lestarikan Permainan Tradisional

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 02 Februari 2019 | 10:00 WIB
Komunitas Temen Main Lestarikan Permainan Tradisional
Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)

Suara.com - Komunitas Temen Main Lestarikan Permainan Tradisional

Keseruan yang dirasakan saat bermain pemainan tradisional seperti karet, bentengan, petak umpet, congklak atau galasin di masa modern seperti saat ini bagi sebagian orang mungkin hanya bisa menjadi kenangan.

Apalagi, bagi anak-anak generasi Z yang tahun kelahirannya dalam rentang pertengahan tahun 1990-an hingga pertengahan tahun 2000-an dam generasi Alpha atau generasi A yang kelahirannya dimulai dari 2010.

Disebut sebagai anak-anak yang lahir dari generasi Milenial, generasi ini begitu akrab dengan teknologi, bahkan sudah terpapar teknologi sejak mereka dilahirkan.

Rasanya mungkin sangat sulit membayangkan, jika anak-anak dari generasi tersebut bermain berbagai permainan seperti yang sudah disebutkan di atas. Eits, tapi jangan dulu merasa pesimis, berkat komunitas yang didirikan pada 20 September 2015 silam, hal ini bisa saja terjadi.

Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)
Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)

Komunitas Teman Main namanya, yang hadir di tangan para pemuda yang peduli akan kelestarian permainan tradisional. Di antaranya adalah Agus, Ardist dan Furqon yang akrab disapa dengan panggilan 'kak' oleh anak-anak yang sering mereka ajak bermain.

Sesuai dengan namanya, kata Ketua Komunitas Temen Main, Evin Jevani, komunitas ini dibentuk untuk mengajak anak-anak bermain permainan tradisional bersama sehingga permainan ini bisa terus dikenal dan terjaga kelestariannya.

Selain anak-anak, kata Evin, Komunitas Temen Main juga mengajak ayah dan ibu untuk bisa bermain permainan tradisional, sehingga mereka bisa main bersama anak-anak mereka. Sama seperti tagline yang selalu digaungkan, "karena main butuh temen".

"Seperti yang kita tahu, sekarang kebiasaan bermain bersama, terutama bermain permainan tradisional sudah tidak lagi menjadi pilihan utama bagi anak-anak. Padahal sebenarnya banyak sekali nilai-nilai yang bisa digali dari permainan tradisional untuk anak-anak Indonesia," kata dia pada Suara.com.

Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)
Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)

Untuk itu, sejak didirikan, lanjut Evin, Komunutas Temen Main sering bekerjasama ke berbagai sekolah, perusahaan, ulangtahun dan berbagai komunitas lain untuk mengadakan kegiatan yang dinamakan 'Bermain Bersama'. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk mengenalkan dan bermain kembali berbagai permainan tradisional.

baca juga

Selain itu, Komunitas Temen Main juga sering mengadakan Kopi Darat (Kopdar) di beberapa lokasi di Jakarta. Kegiatan lainnya yang lebih bersifat sosial, lanjut Evin juga kerap dilakukan. Nama kegiatannya ialah 'Bermain untuk Berbagi', yaitu kegiatan bermain yang bekerja sama dengan Yayasan Visi Maha Karya dalam rangka membantu Tuna Daksa.

Hingga saat ini, lebih lanjut dia menjelaskan, antusiasme para anggota dan simpatisan dari Komunitas Temen Main cukup banyak dan selalu meningkat, bahkan berjumlah lebih dari 100 orang.

Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)
Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. (Doc Komunitas Main)

"Kami biasanya bermain karet, engklek, rangku alu, galasin, bentengan, engrang batok, bakiak, engsreng dan transfer stick. Tentu, setiap bermain bersama dilakukan, semuanya, khususnya anak-anak selalu terlihat gembira karena mereka memiliki temen main bersama," ujar dia.

Dengan adanya Komunitas Temen Main, Evin dan teman-temannya berharap dapat bermain bersama dengan seluruh anak-anak Indonesia, sehingga kelestarian permainan terjaga, beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tentunya, bonus tambahan jika permainan tradisional ini dapat dikenal hingga ke mancanegara.

Jadi, siapa bilang anak-anak sekarang tak bisa lagi merasakan serunya bermain saat kita kecil dulu? Ajak saja bermain bersama Komunitas Temen Main dan bergabung di dalamnya untuk bisa mengajak semakin banyak anak Indonesia bermain permainan tradisional.

"Hubungi langsung saja admin di Instagram @Komunitastemenmain," tutup Evin.

Kini permainan tradisional tidak akan hilang dimakan zaman berkat Komunitas Main lestarikan permainan tradisional. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komunitas Mojopahit Lelono Buktikan Anak Muda Juga Peduli Sejarah

Komunitas Mojopahit Lelono Buktikan Anak Muda Juga Peduli Sejarah

Lifestyle | Sabtu, 26 Januari 2019 | 08:00 WIB

Yuk Berburu Sajian Makanan Tradisional di Hotel Ini

Yuk Berburu Sajian Makanan Tradisional di Hotel Ini

Press Release | Selasa, 22 Januari 2019 | 19:00 WIB

ATF Nobatkan Pasar Karetan Jadi Community Based Tourism 2019

ATF Nobatkan Pasar Karetan Jadi Community Based Tourism 2019

Lifestyle | Sabtu, 19 Januari 2019 | 19:55 WIB

Belajar Mendidik Si Kaki Empat Bersama Komunitas Pecinta Pitbull

Belajar Mendidik Si Kaki Empat Bersama Komunitas Pecinta Pitbull

Lifestyle | Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:00 WIB

Terkini

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:28 WIB

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 17:21 WIB

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:20 WIB

Usaha dan Daya dalam Fisika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Usaha dan Daya dalam Fisika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 17:05 WIB

Mulai Investasi dan Buka RDN via BRImo, Dapatkan Hadiah Saldo dan Kopi Gratis

Mulai Investasi dan Buka RDN via BRImo, Dapatkan Hadiah Saldo dan Kopi Gratis

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:02 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 16:57 WIB

Rawat Gigi Jadi Lebih Hemat! Nikmati Cashback Rp150 Ribu di Sozo Dental Pakai BRImo

Rawat Gigi Jadi Lebih Hemat! Nikmati Cashback Rp150 Ribu di Sozo Dental Pakai BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:56 WIB

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

×