Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras

Ade Indra Kusuma

Kamis, 21 Maret 2019 | 07:45 WIB
Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras
Ilustrasi paus bungkuk terdampar di hutan Amazon. (Pixabay/Skeeze)

Suara.com - Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras.

Banyaknya polusi atau sampah yang bertebaran di lautan kian memprihatinkan. Lagi, dampak buruk akibat sampah plastik akhirnya menjadi ancaman bagi hewan laut terutama ikan paus.

Baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan ikan paus mati yang menelan banyaknya sampah plastik.

Mengutip World of Buzz, paus paruh Cuvier ini ditemukan mati pada Sabtu (16/3/19) di pinggir pantai bagian selatan Compostela Valley, Filipina.

Lagi, paus ditemukan mati gara-gara telan plastik. (Facebook/D'Bone Collector Museum Inc)
Lagi, paus ditemukan mati gara-gara telan plastik. (Facebook/D'Bone Collector Museum Inc)

Ketika dibedah, ditemukan kurang lebih 40 kg sampah plastik di dalam perut paus paruh Cuvier ini.

Sampah plastik ini terdiri dari 16 karung beras, 4 tas perkebunan pisang serta sejumlah tas belanja. Paus paruh Cuvier ini dinilai mati karena mengalami kejut lambung yang tentu tak bisa mencerna makanan yang masuk.

Hal tersebut bisa dilihat dari foto-foto di laman Facebook yang dibagikan D'Bone Collector Museum Inc.

''Hewan ini mati kelaparan karena perutnya penuh dengan sampah plastik,'' ungkap Darrel Blatchley, direktur D'Bone Collector Museum Inc.

Lagi, paus ditemukan mati gara-gara telan plastik. (Facebook/D'Bone Collector Museum Inc)
Lagi, paus ditemukan mati gara-gara telan plastik. (Facebook/D'Bone Collector Museum Inc)

''Ini sangat menjijikan dan memilukan. Kami telah melakukan pembedahan pada 61 lumba-lumba dan paus dalam 10 tahun terakhir. Ini adalah salah satu (jumlah plastik terbesar yang pernah kami lihat,'' imbuhnya.

baca juga

Kelompok pencinta lingkungan telah mendaftarkan negara Filipina sebagai salah satu pencemar laut terbesar di dunia karena ketergantungannya pada plastik sekali pakai.

Meskipun negara ini memiliki undang-undang ketat tentang pembuangan sampah, tampaknya peraturan tersebut belum terlaksana dengan baik.

Seperti diketahui, sampah plastik memang d=membutuhkan waktu lama untuk terurai ini bahkan bisa lebih dari 100 tahun dan tentu ini menjadi ancaman besar untuk lingkungan kita.

So, traveler, kita mulai dari diri sendiri yuk untuk jangan membuang sampah sembarangan dulu. [Guideku/Arendya Nariswari]

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eksis Foto di Puncak Gunung tapi Tak Bawa Turun Sampah, Pendaki Unggah Ini

Eksis Foto di Puncak Gunung tapi Tak Bawa Turun Sampah, Pendaki Unggah Ini

Lifestyle | Senin, 18 Maret 2019 | 12:30 WIB

Kota Surabaya akan Tambah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Kota Surabaya akan Tambah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Jatim | Minggu, 17 Maret 2019 | 14:02 WIB

Lagi, KLHK Minta Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Lagi, KLHK Minta Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 09:44 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

News | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

News | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

Menkeu Lantik 5 Pejabat Pajak Baru, Minta DJP Bangun Sistem Kredibel & Adil

Menkeu Lantik 5 Pejabat Pajak Baru, Minta DJP Bangun Sistem Kredibel & Adil

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

Bangladesh Krisis Striker, Thomas Dooley Keliling Dunia Cari Mesin Gol Jelang vs Timnas Indonesia

Bangladesh Krisis Striker, Thomas Dooley Keliling Dunia Cari Mesin Gol Jelang vs Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:35 WIB

Gimana Cara Mengintip Story TikTok Tanpa Ketahuan? Pakai Trik Alternatif Ini Saja!

Gimana Cara Mengintip Story TikTok Tanpa Ketahuan? Pakai Trik Alternatif Ini Saja!

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:34 WIB

Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi

Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 11:33 WIB

Hyundai Gandeng Shell Perkuat Layanan Purna Jual Kendaraan

Hyundai Gandeng Shell Perkuat Layanan Purna Jual Kendaraan

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:32 WIB

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

Migas Nonkonvensional Bisa Jadi Jalan Keluar RI dari Krisis Cadangan Minyak

Migas Nonkonvensional Bisa Jadi Jalan Keluar RI dari Krisis Cadangan Minyak

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

×