Suara.com - Buka Puasa, Es Bubur Dawet dan Tengkleng Jadi Andalan Mercure Surabaya.
Bulan Ramadan kali ini, Mercure Grand Mirama Surabaya, jadikan jajanan tradisional sebagai sajian buka puasa.
Bubur Madura yang dipadukan dengan bubur sumsum serta dawet (cendol), disajikan dingin, berpadu dengan kue basah Tradisional, jadi 'senjata' Hotel Mercure Surabaya, untuk menarik pelanggan datang.
"Kami sengaja memadukan antara bubur Madura, bubur sumsum, santan dan mutiara, disajikan dingin. Kesegaran ini yang saya suguhkan untuk para tamu," ujar Chef Purbo Wibisono.
Selain itu, Chef Purbo juga menyediakan jajanan tradisional khas Jawa Timuran dan Jawa Tengah, sebagai pembuka hidangan.
"Jajanan pasar seperti kelanting atau cenil, kue lumpur, lumpia basah bisa menjadi teman es bubur dawet," imbuhnya.

Para chef Mercure juga menyajikan Tengkleng pedas, di menu utamanya. Menurut chef Jack, bahwa Tengkleng adalah makanan khas Jawa Tengah yang mempunyai cerita unik didalamnya.
"Tengkleng sebenarnya makanan rakyat jelata. Bahan utamanya adalah balungan, tapi kami memakai daging, agar layak konsumsi," ujar Chef Jack.
Chef Jack menambahkan, jika cabe utuh yang ada di Tengkleng, bukan hanya sebagai pemanis saja, tapi juga bisa dinikmati bagi orang yang suka pecinta pedas.

Mercure sendiri mematok harga murah, untuk sekali masuk ke Trimurti Restauran, seharga Rp. 155.000. Meski begitu, Mercure memberikan harga promosi Rp. 100.000 per kepala untuk pekan pertama.
"Ada harga khusus di pekan ini, kami kasih harga promosi Rp. 100.000. Harga normal Rp. 155.000 all you can eat," ujar General Manajer Sugito Adhi.
Selain buka puasa dengan menu es bubur dawet dan tengkleng jadi andalan , pihak Mercure menggandeng Shafira Tour and Travel dan Galeri 24 milik pegadaian, memberikan hadiah umroh serta emas atam 5 gram, bagi tamu yang beruntung.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa