Main Seluncur Air Ekstrem, Bocah Ini Alami Serangan Jantung

Galih Priatmojo, Amertiya Saraswati

Minggu, 05 Mei 2019 | 19:10 WIB
Main Seluncur Air Ekstrem, Bocah Ini Alami Serangan Jantung
Ilustrasi seluncur air (Pixabay/jarmoluk)

Suara.com - Berbagai macam wahana ekstrem di dunia memang dirancang untuk membuat jantung kita berdentak cepat dan adrenalin berpacu.

Bahkan, tidak sedikit pula orang yang sengaja menantang diri untuk menjajal wahana ekstrem demi merasakan sensasi di atas.

Sayang hal tersebut tidak berlaku bagi London Eisenbeis, seorang gadis kecil berumur 10 tahun yang bersemangat untuk mencoba berseluncur air.

Seperti diberitakan Unilad, saat itu London hendak menaiki seluncur air sepanjang 273 meter di wahana taman bermain air. London bahkan sangat bersemangat, karena dua tahun sebelumnya dia masih belum cukup tinggi.

Namun, siapa sangka jika rasa bersemangat serta ekstremnya wahana tersebut berdampak buruk pada jantung London.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Saat kejadian, ibu London bercerita jika dia tengah menunggu kedua anak dan suaminya bermain seluncur.

Saat itulah, suara peluit tiba-tiba terdengar. Sang ibu awalnya berpikir jika ada anak-anak yang bertingkah usil, sampai dia melihat wanita lainnya tampak ketakutan.

Ketika akhirnya ibu London melihat apa yang terjadi, dia mendapati anaknya sudah terkena serangan jantung dan tenggelam.

''Aku tahu itu adalah salah satu anakku. Itu mengerikan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda, dia jatuh begitu saja.''

baca juga

Sebagai informasi, wahana yang dimaksud sendiri memiliki bentuk kapsul yang bagian bawahnya dapat terbuka sehingga pengunjung akan jatuh meluncur.

Kesehatan jantung. (Shutterstock)
Kesehatan jantung. (Shutterstock)

Setelah diperiksa, barulah diketahui jika London selama ini menderita kondisi langka yang bernama sindrom Long QT. Sindrom ini dapat menyebabkan seseorang punya detak jantung tak beraturan.

Diduga pula, rasa bersemangat serta ekstremnya wahana tersebut telah membuat detak jantung London mengalami gangguan hingga dia akhirnya tewas 9 hari kemudian.

Parahnya, London saat itu gagal diselamatkan karena pihak taman bermain tidak memiliki defribilator yang dapat membantu mengembalikan detak jantung ke normal.

Meski berduka, pada akhirnya orangtua London pun memutuskan untuk membuat organisasi non-profit demi memastikan komunitas lokal dan lokasi wisata memiliki defribilator di saat emergensi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:51 WIB

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:08 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:00 WIB

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:00 WIB

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×