Mengenal 4 Rahasia Kabin Pesawat yang Jarang Dibicarakan

Dany Garjito, Aditya Prasanda

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:17 WIB
Mengenal 4 Rahasia Kabin Pesawat yang Jarang Dibicarakan
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)

Suara.com - Kamu kerap menggunakan pesawat untuk berlibur ke mana pun?  Pasti tidak asing dengan suasana kabin yang begitu dingin, dikelilingi beragam fitur pesawat macam jendela oval, kursi, karpet hingga meja lipatnya nan khas, bukan?

Namun tahukah kamu, di balik deretan fitur umum yang lazim ditemukan di pesawat tersebut, terdapat kelindan rahasia yang jarang diketahui publik, seperti dihimpun Suara.com dari berbagai sumber berikut. Apa saja?

Warna kursi pesawat

(Pixabay Setlla Di)
(Pixabay Setlla Di)

Pernahkah terbesit olehmu mengapa kursi pesawat menggunakan warna-warna lembut dan sedap dilihat?

Bukan tanpa sebab, laporan Express.co.uk menyebut, hal ini dimaksudkan untuk menyuguhkan rasa nyaman pada para penumpang.

Secara ilmiah, warna-warna yang memberikan kesan lembut semacam biru, abu-abu, dan krim dapat membuat tubuh menghasilkan zat kimia yang memberikan ketenangan dan meredam amarah.

Warna-warna lembut juga sanggup memperlambat denyut jantung, dan membuat tubuh lebih rileks.

Jendela pesawat dan rahasianya

(Unsplash Tim Gouw)
(Unsplash Tim Gouw)

Setiap kali mengudara dengan pesawat, kita pasti melihat jendela kecil berbentuk oval dengan dimensi yang cukup tebal berjejer di sepanjang badan pesawat.

baca juga

Jika kita menyimaknya dengan detail, kita dapat melihat jendela tersebut memiliki lubang kecil di bagian bawah.

Lantas, pernahkah terpikir olehmu apa fungsi lubang tersebut?

Usut punya usut, lubang kecil itu difungsikan untuk menjaga tekanan udara saat pesawat terbang pada ketinggian tertentu.

Sebab semakin tinggi pesawat mengudara, semakin besar pula tekanan udara yang mengitarinya maka untuk mengatasinya setiap pesawat didesain memiliki tiga lapisan jendela.

Masing-masing lapisan: lapisan paling luar, lubang kecil di lapisan tengah dan lapisan dalam, memiliki perbedaan tekanan udara.

Untuk menyeimbangkan perbedaan tekanan udara di lapisan paling luar dan lapisan di dalam, diletakkanlah lubang kecil di bagian tengah.

Lubang kecil ini juga difungsikan agar jendela tidak mudah berembun kala disergap kabut.

Sementara lapisan kaca di bagian tengah berfungsi sebagai pelapis jika lapisan terluar retak akibat tekanan udara.

Meja, karpet dan kantung belakang pesawat mengandung jutaan kuman

(Pixabay Joenomias)
(Pixabay Joenomias)

Pernah melihat majalah dan panduan instruksi keselamatan terselip pada kantung fleksibel, di bagian belakang kursi, tepat di hadapanmu duduk tatkala mengudara bersama pesawat?

Kantung fleksibel tersebut kerap menampung benda seukuran majalah, air sickness bag, panduan instruksi keselamatan, botol air minum hingga ponsel yang tengah di-charge.

Yang tidak banyak orang tahu adalah kantung ini disinyalir sebagai salah satu tempat paling kotor di dalam pesawat.

Para awak kabin pun dinilai tidak memiliki waktu yang cukup untuk membersihkan kantung itu. Terlebih pada pesawat dengan jam terbang nan begitu pepat.

Hal ini menyebabkan kantung kursi pesawat disesaki bermacam kuman tak kasat mata semacam bakteri MRSA yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Sebuah studi yang dirilis Auburn University Alabama menyebut bakteri MRSA sanggup bertahan hidup di kantung kursi belakang pesawat selama tujuh hari, mengungguli kemampuan bertahan hidup bakteri lainnya.

Para pakar menyarankan agar kita sebaiknya menggunakan plastik zip-lock untuk membungkus barang apapun yang hendak diselipkan pada kantung fleksibel tersebut.

Dan cara terbaik untuk menghindari ancaman penyakit dari bakteri yang tumbuh di dalam kursi belakang pesawat yakni dengan memasukkan barang-barangmu ke dalam tas pribadi. 

Selain kantung belakang, meja lipat dan karpet pesawat juga terkenal jarang dibersihkan. Maka, hindarilah menaruh makanan maupun bertelanjang kaki di sepanjang koridor kabin ya.

Suhu pesawat yang begitu dingin

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)

Jika kamu pernah merasakan temperatur pesawat yang amat dingin dan membuatmu menggigil, keadaan tersebut terjadi bukan tanpa sebab.

Ada alasan kesehatan di balik temperatur kabin yang dibuat sedemikian dingin.

Berdasarkan penelitian American Standard and Testing Material (ASTM) Internasional, organisasi non-profit yang mengembangkan teknik standardisasi material dan jasa yang berbasis di Amerika Serikat, temperatur dan tekanan dalam kabin pesawat sangat memengaruhi daya tahan penumpang pesawat.

Ketika di udara, penumpang pesawat sangat rentan mengalami hypoxia, kondisi medis saat jaringan tubuh kekurangan suplai oksigen.

Kondisi ini kerap dialami setiap orang yang berada pada ketinggian tertentu, tak terkecuali para penumpang pesawat.

Usut punya usut, tekanan udara yang tinggi dan temperatur yang hangat dapat membuat hypoxia kian parah.

Sebab itu, otoritas penerbangan bersepakat menciptakan temperatur dalam kabin pesawat jauh lebih rendah ketimbang suhu ruangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Liburan, Tarif Tiket Pesawat Turun 12% Selama Nataru

Jadi Liburan, Tarif Tiket Pesawat Turun 12% Selama Nataru

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Arti Mimpi Ketinggalan Kereta atau Pesawat Pertanda Apa?

Arti Mimpi Ketinggalan Kereta atau Pesawat Pertanda Apa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Redam Inflasi, Mendagri Usul Ada Subsidi Tiket Pesawat Hingga Listrik Jelang Nataru

Redam Inflasi, Mendagri Usul Ada Subsidi Tiket Pesawat Hingga Listrik Jelang Nataru

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kebijakan Publik Bukan Panggung untuk Membuktikan Ambisi

Kebijakan Publik Bukan Panggung untuk Membuktikan Ambisi

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Vietjet Gandeng Airbus Perkuat Rantai Pasok dan Perawatan Pesawat

Vietjet Gandeng Airbus Perkuat Rantai Pasok dan Perawatan Pesawat

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Terkini

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×