Tak Sekadar Es Teh Manis, Yuk Belajar Seni Nikmati Teh di Kedai Lokalti

Dany Garjito, Amertiya Saraswati

Kamis, 13 Juni 2019 | 17:18 WIB
Tak Sekadar Es Teh Manis, Yuk Belajar Seni Nikmati Teh di Kedai Lokalti
Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

''Kita di sini dibedakan 3. Pekat, warnanya gelap, atau ada yang bening. Yang kedua harum, ada yang harum banget ada yang nggak. Sama sepat, itu mainnya di lidah. Tebal atau tipis... itu kan beda-beda.''

Belum selesai sampai di sana, Arga menambahkan bahwa Indonesia kebanyakan memiliki teh jenis jasmine tea atau teh melati. Namun, ada juga teh seperti black tea, white tea, dan green tea.

Beranjak dari topik jenis-jenis teh, kali ini Guideku.com pun ganti bertanya soal teknis penyajian. Seperti kita tahu, jenis teh yang berbeda biasanya punya waktu seduh yang berbeda.

''Kita ada standar buatnya sih, diendapkan dulu 2-3 menit, segala macem gitu. Walaupun mungkin secara teknisnya nggak sesuai, tapi kita nggak mengejar itu. Yang penting secara overall teh ini udah jadi, udah siap saji, secara warna dan harum.''

Di sinilah, insting dan indera penciuman berperan. Meski Arga sempat melakukan riset soal teh di berbagai daerah, namun pada akhirnya feeling juga ikut berperan untuk memastikan teh yang disajikan sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Meski begitu, pengunjung Kedai Lokalti tak perlu bingung. Terlepas dari banyaknya jenis teh yang ada di Indonesia, menurut Arga yang terpenting adalah selera dan suasana.

Perihal suasana, atmosfer di Kedai Lokalti tentunya tak perlu diragukan. Dengan interior yang bergaya tradisional dan lokal banget, jam buka dari pukul 17.00 - 00.30 WIB, hingga lokasi jauh dari jalan raya, Kedai Lokalti siap menawarkan pengalaman nge-teh yang berbeda.

Ya, persis layaknya kafe atau kedai kopi, di sini kamu bisa nongkrong sambil menikmati syahdunya suasana malam. Sedangkan bagi kamu yang ingin ngobrol santai atau mencari tempat mengerjakan tugas, Kedai Lokalti juga cocok dijadikan pilihan.

''Aku sih jarang menemukan orang panas lalu minum teh. Karena menurutku teh yang enak itu teh yang panas. Kalau kita mau tahu teh enak apa nggak, ya diminumnya saat yang panas. Dan itu lebih bagus buat kesehatan, masih terjaga lah kualitasnya,'' ujar Arga panjang-lebar.

baca juga
Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Sementara soal selera, pada awalnya mungkin kamu akan bingung saat pertama bertandang ke Kedai Lokalti. Bagaimana tidak, kamu dapat melihat langsung aneka macam stoples teh yang berjajar di konter.

Bukan cuma jenis teh yang bermacam-macam, Kedai Lokalti juga punya teh tarik, teh rempah, hingga teh racikan yang merupakan kreasi aneka jenis teh dicampur menjadi satu.

Belum lagi, ada 5 cara pembuatan yang disajikan: reguler, dingin, baller, press, dan poci.

Karena penasaran, tim Guideku.com pun mencoba mengulik lebih lanjut teh apa yang menjadi favorit pelanggan. Lewat Didit, salah satu pegawai yang kebetulan juga hadir, disebutkan bahwa teh yang paling disukai pelanggan adalah teh tarik dan teh dari Malang.

''Yang paling disukain dari Malang, nama mereknya teh Naga, jenisnya teh vanilla. Itu cukup favorit, kita emang nawarin kalau mereka tanya rekomendasi,'' kata Didit.

Teh ini jugalah yang akhirnya dicoba oleh tim Guideku.com. Saat itu, kami memilih teh vanilla dingin. Namun, Didit juga menjelaskan apa bedanya kelima metode di atas.

Reguler merujuk pada teh yang diseduh biasa, sedangkan dingin adalah teh dengan es. Sementara, baller adalah alat penyaring yang berbentuk seperti bola, press merujuk pada alat french press seperti pada kopi, dan poci berarti penyajian teh menggunakan teko tanah liat.

Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang, Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Nah, kalau kamu masih bingung atau tak doyan rasa vanilla, kamu nggak perlu khawatir. Kedai Lokalti siap untuk bertanya teh seperti apa yang kamu inginkan, kemudian memberikan rekomendasi yang sesuai.

Di Kedai Lokalti ini, gula juga baru akan dimasukkan setelah teh jadi. Pelanggan akan dipanggil ke konter, kemudian dipersilahkan untuk memasukkan gula sesuai selera mereka. Mau tawar, pahit, atau manis, pada akhirnya pengunjunglah yang menentukan.

Urusan harga juga dijamin tak memberatkan kantong. Meski sedikit lebih mahal dari harga es teh di warung makan, namun kamu dapat mencecap uniknya rasa teh lokal sekaligus meresapi nikmatnya nge-teh tanpa diburu waktu.

Nah, apa travelers tertarik untuk menyelami teh lebih dalam di Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta ini?

Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Kedai Lokalti Gemawang Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Kedai Lokalti Gemawang

Alamat: Jl. Selokan Mataram, Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284

Jam buka: Setiap hari pukul 17.00 - 00.30

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×