Kisah Lain di Balik Kegiatan Merajut, Pernah Dijadikan Teknik Pengintaian

Rima Sekarani Imamun Nissa, Yasinta Rahmawati

Rabu, 31 Juli 2019 | 15:35 WIB
Kisah Lain di Balik Kegiatan Merajut, Pernah Dijadikan Teknik Pengintaian
Ilustrasi merajut. (Pixabay)

Suara.com - Merajut dikenal sebagai salah satu teknik membuat pakaian. Teknik yang biasanya dikuasai oleh nenek-nenek ini rupanya memiliki andil penting pada masa perang.

Melansir Bored Panda, di banyak negara termasuk Amerika Serikat, masa perang hampir selalu melibatkan perajut. Saat itu, perempuan didorong untuk mendukung pasukan dari rumah dengan merajut kaus kaki maupun topi mereka.

Ada sejarah panjang antara merajut dan teknik pengintaian. Mata-mata diketahui menggabungkan pesan-pesan rahasia ke dalam rajutan, sulaman, dan permadani.

Ketika perajut ingin menyampaikan pesan rahasia melalui rajutan mereka, mereka menggunakan bentuk steganografi. Itu berarti bahwa mereka akan memasukkan kode morse ke dalam fabric.

Pakaian rajutan pada dasarnya terbuat dari kombinasi dua jahitan, satu rajutan rajut (menyerupai "v") dan jahitan purl (terlihat seperti garis horizontal atau benjolan kecil).

Dengan menggunakan kedua jenis jahitan tersebut, perajut akan bekerja pada pola yang akan menyampaikan pesan terenkripsi.

Ilustrasi merajut. (Pixabay)
Ilustrasi merajut. (Pixabay)

Salah satu cerita perajut yang cukup terkenal adalah Molly Rinker asal Philadelphia, Amerika Serikat. Di masa Perang Revolusi, tentara Inggris akan memaksa orang untuk keluar dari rumah mereka. Ketika tentara Inggris datang ke rumah Molly, mereka tak akan memperbolehkan lelaki berada di sana. Hanya Molly yang boleh menyajikan makanan dan berada di dekat mereka.

Kesempatan ini dimanfaatkan Molly untuk mendengarkan dan menulis detail penting dari percakapan tentara-tentara itu pada sebuah kertas yang kemudian dipakai untuk menggulung semacam batu.

Ilustrasi merajut. (Shutterstock)
Ilustrasi merajut. (Shutterstock)

Batu-batu itu kemudian diletakan di tempat biasa Molly merajut. Kode ini tak dikirimkan dalam bentuk rajutan. Tapi, ketika merajut, Molly akan menggelindingkan batu-batu tersebut dengan sangat tenang. Lalu, tentara Amerika akan memungutnya dan tahu rahasia militer Inggris.

baca juga

Tak hanya dibuat wanita dan digunakan untuk pengintaian, merajut punya manfaat lain. Para tentara yang terluka di lapangan juga akan diajari cara merajut saat berada di rumah sakit. Hal itu karena merajut memiliki efek terapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik, Finlandia Jadi Tuan Rumah Lomba Merajut Sambil Main Musik Metal

Unik, Finlandia Jadi Tuan Rumah Lomba Merajut Sambil Main Musik Metal

Lifestyle | Senin, 29 April 2019 | 11:00 WIB

Jarang Dilakukan, Ternyata Ini Manfaat Menjahit Bagi Kesehatan

Jarang Dilakukan, Ternyata Ini Manfaat Menjahit Bagi Kesehatan

Lifestyle | Senin, 04 Maret 2019 | 10:47 WIB

Merajut dapat Mengurangi Depresi, Kecemasan, dan Rasa Sakit

Merajut dapat Mengurangi Depresi, Kecemasan, dan Rasa Sakit

Lifestyle | Rabu, 14 Maret 2018 | 14:41 WIB

Terkini

Mimpi Jadi Raksasa Semikonduktor: Mampukah Indonesia Lepas dari Candu Batu Bara?

Mimpi Jadi Raksasa Semikonduktor: Mampukah Indonesia Lepas dari Candu Batu Bara?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:18 WIB

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:16 WIB

Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta

Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar

Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026

Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:12 WIB

Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:09 WIB

Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar

Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:05 WIB

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:04 WIB

Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut

Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:03 WIB

×