Slurrrpp, Segarnya 4 Es Campur Legendaris Khas Nusantara

Galih Priatmojo, Aditya Prasanda

Kamis, 01 Agustus 2019 | 18:30 WIB
Slurrrpp, Segarnya 4 Es Campur Legendaris Khas Nusantara
(Wikimedia Commons Nola Yudistira)

Suara.com - Es campur, minuman segar khas Indonesia ini dikenal sebab cita rasanya nan kaya dan istimewa.

Di berbagai daerah, berbagai varian es campur dari es oyen, es teller, es doger hingga es dawet memanjakan lidah pada penikmatnya sepanjang sejarah Indonesia berdiri.

Beberapa di antaranya menjelma kuliner legendaris nan disegani di kota masing-masing lho. Seperti empat es campur legendaris yang dihimpun Suara.com di sini. Apa saja? 

Es Campur Pa Oyen 18 Sukajadi di Bandung

Berpusat di Jalan Sukajadi Nomor 8, Bandung, gerai es legendaris, Pa Oyen 18 Sukajadi lebih dari setengah abad konsisten menjajakan es campur segar bercita rasa khas sejak tahun 1954.

Seporsi es campurnya nan istimewa berisikan es serut, potongan kelapa muda, buah nangka, alpukat, dan mutiara sagu yang dibaluti susu dan sirup khas nan mengentaskan dahaga.

Tak heran, kesegaran es campurnya mudah membuat siapa pun jatuh hati. Seporsinya pun dibanderol sangat terjangkau, sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

(Instagram James T Wirawan)
(Instagram James T Wirawan)

Selain menikmati sajian utama es campurnya nan melegenda, di gerai Pa Oyen 18 Sukajadi, para pengunjung juga dapat menikmati kelezatan bakso tahu dan siomay dengan cita rasa gurih dan tak kalah istimewa.

(Instagram Tahira Aliya)
(Instagram Tahira Aliya)

Es Tawon Kidul Dalem di Malang

Beroperasi sejak tahun 1955, Es Tawon Kidul Dalem konsisten menyuguhkan cita rasa es serut segar nan melegenda, memanjakan dahaga para penikmatnya dari tahun ke tahun.

Namanya yang unik 'dibaptis' para pengunjungnya yang kerap menyaksikan seporsi es di warung ini dikerubungi tawon. Jadilah es serut nan menggunung ini dikenal sebagai Es Tawon hingga enam dekade berdiri sampai hari ini.

(Instagram Amazing Malang Eats)
(Instagra/@ Amazing Malang Eats)

Segelas Es Tawon Kidul Dalem disajikan bersama es serut, siraman sirup dan beragam isian nan menggugah selera.

Meski sekilas menyerupai es campur pada umumnya, terdapat racikan khusus yang menyebabkan es ini begitu digemari para penikmatnya.

(Instagram Drg. Alvin)
(Instagram/@Drg. Alvin)

Terdapat enam varian es yang dapat dipesan, dari es campur, es kacang tape, es kacang hijau alpukat, es kacang hijau ketan hitam hingga bubur kacang hijau, keenam es berbeda varian ini memiliki penampakan nyaris serupa meski topping yang digunakan berbeda.

(Instagram Wildy Wildly)
(Instagram/@Wildy Wildly)

Seporsinya pun dijajakan dengan harga sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 8 ribu saja.

Mencicipi es legendaris ini kita harus menyambangi gerai yang terletak di Jalan Zainul Arifin Nomor 35, Malang.

Es Campur Pak Djoni di Semarang

Menyambangi Semarang, Jawa Tengah tak lengkap rasanya jika belum menikmati seporsi Es Campur Pak Djoni nan melegenda.

Dijajakan tepat di depan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), gerai Es Campur Pak Djoni beroperasi sejak tahun 1976.

Selain bakso sapi dan bakso jumbo isi telurnya nan menggugah, es campur merupakan salah satu menu andalan warung yang membentang di Jl. Sidodari Timur, Karangtempel, Semarang tersebut.

(Instagram Anak Jajan Semarang)
(Instagram Anak Jajan Semarang)

Seporsi Es Campur Pak Djoni, disuguhkan bersama potongan kelapa muda, irisan nangka, alpukat, melon, cincau, tape singkong hingga potongan roti tawar yang menambah kepadatan menu istimewa ini.

Sajian ini kian sempurna dengan baluran sirup, es serut dan susu kental manis nan segar.

Tak heran, Es Campur Pak Djoni kerap jadi menu pamungkas pelepas dahaga andalan mahasiswa UPGRIS dan masyarakat sekitar.

Es Dawet Jembut Kecabut di Purworejo

Menyambangi Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah tak lengkap rasanya jika belum menyeruput minuman legendaris, Es Dawet Jembut Kecabut.

Penamaannya nan nyeleneh merupakan singkatan nama lokasi dawet khas ini dijajakan yakni tepat di sebelah timur Jembut (Jembatan Butuh) di kawasan Kecabut (Kecamatan Butuh).

Nama yang dibaptiskan dan terkenal di kalangan penggemarnya ini sesungguhnya bukanlah nama yang dikehendaki sang penjual, sebab di lokasi hanya papan bertuliskan Dawet Hitam Asli Pak Wagiman Butuh yang dapat kita lihat. 

Namun penamaan nan nyeleneh tersebut kadung lebih viral dan membuat lebih banyak orang penasaran dengan kelezatan dawet legendaris ini.

(Instagram Helmy Hananto)
(Instagram Helmy Hananto)

Dawet hitam legendaris Jembut Kecabut telah disajikan turun-temurun sejak tahun 1950-an.

Saat itu, sang pencetus, Ahmad Dansri awalnya menjual dawet hitam racikannya untuk para petani tatkala musim panen tiba. Ia bergerak dari sawah satu ke sawah lainnya di Purworejo.

Hari ini warisan Ahmad Dansri diteruskan generasi ketiganya, Wagiman dan sang istri, Hartati. Mereka menjajakan dawet legendaris tersebut nyaris setiap hari di tepi jalan Purworejo - Kebumen di Kecamatan Butuh, persisnya di sebelah timur Jembatan Butuh.

(Instagram Anggoro Wati Eny)
(Instagram Anggoro Wati Eny)

Terbuat dari bahan alami, tanpa pewarna buatan sama sekali, Dawet Jembut Kecabut nan legendaris diolah manual menggunakan tangan.

Warna hitam dawetnya diambil dari pewarna alami berupa jerami padi yang dibakar terlebih dahulu lantas abunya dihaluskan dan disaring.

Sementara cendol dalam dawetnya terbuat dari tepung pati gelang yang direbus sembari diaduk menjelma adonan nan kental.

(Instagram Veta Mandra)
(Instagram Veta Mandra)

Untuk mencicipi seporsi sajian legendaris, Dawet Jembut Kecabut dibanderol dengan harga yang sangat murah, yakni Rp 4000 saja.

Kita juga dapat menambah topping tambahan berupa tape ketan dan hanya dikenakan charge sebesar Rp 1000. Murah banget kan!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Bidik 4 Emas, Malaysia Percaya Diri Sabet 6 Emas di Asian Games 2026

Indonesia Bidik 4 Emas, Malaysia Percaya Diri Sabet 6 Emas di Asian Games 2026

Sport | Selasa, 08 September 2026 | 21:19 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

432 Atlet Tim Indonesia Dapat Suntikan Semangat Baru Jelang Asian Games 2026 di Jepang

432 Atlet Tim Indonesia Dapat Suntikan Semangat Baru Jelang Asian Games 2026 di Jepang

Sport | Selasa, 08 September 2026 | 19:42 WIB

Jalan Sore Sambil Pukul Panci, Ibu-Ibu di Jogja: Stop MBG, Negara Jangan Budek

Jalan Sore Sambil Pukul Panci, Ibu-Ibu di Jogja: Stop MBG, Negara Jangan Budek

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:29 WIB

Adu Gaji Pejabat Indonesia vs Singapura Bak Langit dan Bumi: Selisihnya Tembus Puluhan Miliar

Adu Gaji Pejabat Indonesia vs Singapura Bak Langit dan Bumi: Selisihnya Tembus Puluhan Miliar

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:29 WIB

Merasa Hidup Tak Adil? Arda Hatna Ajak Kita Hitung Ulang Lewat 'Matematika Tuhan Berbeda'

Merasa Hidup Tak Adil? Arda Hatna Ajak Kita Hitung Ulang Lewat 'Matematika Tuhan Berbeda'

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 19:23 WIB

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:23 WIB

Wacana Dwi Kewarganegaraan, Diaspora Belum Tentu Pulang, Apa yang Kurang dari Indonesia?

Wacana Dwi Kewarganegaraan, Diaspora Belum Tentu Pulang, Apa yang Kurang dari Indonesia?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:43 WIB

Setahun Menjabat, Menteri Mukhtarudin Perkuat Pelindungan dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran

Setahun Menjabat, Menteri Mukhtarudin Perkuat Pelindungan dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:28 WIB

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:38 WIB

×