- Eva Lasrini asal Indonesia yang dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia di Little River, Victoria, Australia.
- Allen Keys ditangkap di Bandara Melbourne pada April 2026 dan mengaku bersalah atas pembunuhan korban tersebut.
- Pelaku menyampaikan pengakuannya dalam persidangan di Melbourne Magistrates Court pada hari Senin, 7 September 2026.
Suara.com - Eva Lasrini, perempuan asal Indonesia yang tinggal di Dandenong, Melbourne, Australia ditemukan meninggal setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Eva sebelumnya dilaporkan hilang setelah tidak lagi menghubungi keluarganya.
Tim Missing Persons Squad kemudian menemukan jasad yang diyakini sebagai Eva di sekitar Little River Road dan Princes Freeway, Little River, sekitar 46 kilometer dari pusat Kota Melbourne.
Polisi saat itu menyatakan jenazah belum secara resmi diidentifikasi.
Namun, penyelidik meyakini jasad tersebut merupakan perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Seorang pria Australia, Allen Keys seperti dikutip dari ABC News, mengaku bersalah atas pembunuhan Eva.
Pria berusia 68 tahun itu menyampaikan pengakuannya dalam persidangan di Melbourne Magistrates’ Court, Senin (7/9/2026).
Keys mengikuti sidang secara daring dari pusat penahanan di Melbourne.
Dalam persidangan singkat tersebut, ia hanya berbicara untuk mengonfirmasi bahwa dirinya mengaku bersalah atas tuduhan pembunuhan.
Terdakwa Ditangkap di Bandara Melbourne
Keys ditangkap pada 3 April 2026, sehari sebelum jenazah Eva ditemukan.
Polisi menangkapnya di Bandara Internasional Melbourne ketika ia disebut tengah berupaya meninggalkan Australia dengan menggunakan penerbangan ke luar negeri.
Pria yang berasal dari Patterson Lakes, wilayah selatan Melbourne, tersebut kemudian ditahan dan menghadapi tuduhan pembunuhan terhadap Eva.
Setelah pengakuan bersalah di pengadilan magistrat, perkara Keys akan berlanjut ke Victorian Supreme Court. Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026.
Eva diketahui sedang belajar bahasa Inggris.
Ia bahkan sempat membagikan sejumlah foto dan video di media sosial mengenai pengalaman belajar bahasa Inggris serta kesempatan yang diperolehnya untuk tinggal di Australia.