Ingin Buka Kedai Kopi Kekinian, Ini Modal yang Perlu Disiapkan

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Senin, 19 Agustus 2019 | 21:12 WIB
Ingin Buka Kedai Kopi Kekinian, Ini Modal yang Perlu Disiapkan
Seorang barista meracik kopi di salah satu kedai kopi di Jakarta, Selasa (5/3). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Ingin Buka Kedai Kopi Kekinian, Ini Modal yang Perlu Disiapkan

Minum kopi kini sudah menjadi salah satu gaya hidup kaum muda Indonesia. Kedai kopi pun menjamur, membuatnya menjadi salah satu jenis usaha yang menarik perhatian kalangan milenial.

Dikatakan Nyoman Suweca selaku Ketua Indonesian Barista Association (IBA) Bali, ada beberapa hal yang harus disiapkan jika ingin membuka kedai kopi kekinian. Selain framu mural yang menarik, ada pula investasi lampu, meja, kursi, hingga beragam jenis mesin kopi.

"Investasi terbesar adalah pada harga mesin-mesin seperti coffee grinder (mesin giling kopi), mesin espresso, french press (alat penghilang ampas kopi), milk steamer, dan kulkas untuk menyimpan susu dan campuran bahan kopi lainnya (chest freezer). Sebab harga satu jenis mesin saja berada sekitar Rp 35 - 50 juta; kemudian juga jenis kopi yang banyak disukai saat ini adalah jenis kopi premium, yakni specialty coffee (jenis kopi khusus yang tumbuh di daerah tertentu)," ujarnya, melalui siaran pers yang diterima Suara.com.

Untuk satu kedai kopi, Nyoman menyebut membutuhkan 4 jenis mesin. Sehingga jumlah investasi awal yang dikeluarkan berkisar antara Rp 100-150 juta. Biasanya satu coffee shop juga minimal mempekerjakan antara 4 -5 orang, termasuk barista dan waiter (pramusaji).

Istilah specialty coffee merujuk pada kopi yang memiliki cupping test score di atas 80 poin. Penilaian ini berdasarkan aroma dan rasa yang khas dan istimewa di atas kopi rata-rata pada umumnya. Berdasarkan data Kemenperin, Indonesia juga memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia, termasuk kopi luwak dengan rasa dan aroma khas sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan Indonesia.

Hingga saat ini, sudah terdaftar 22 Indikasi Geografis (IG) untuk kopi Indonesia, di antaranya Kopi Arabika Gayo, Kopi Arabika Toraja, Kopi Robusta Puputan Bali, Kopi Arabika Sumatera Koerintji, Kopi Liberika Tungkal Jambi, dan Kopi Liberika Rangsang Meranti. Dalam pameran Festival Kopi di Nusa Dua juga ditampilkan sejumlah specialty coffee antara lain Kopi Kintamani Bali dan Kopi Tanamera. Dari Kabupaten Temanggung – Jateng, sudah terdaftar dua IG yakni Kopi Arabika Jawa Sindoro-Sumbing dan Kopi Robusta Temanggung.

Melihat perkembangan minat minum kopi dan bisnis kedai kopi yang semakin besar, maka pada Festival Kopi yang berlangsung 16–18 Agustus 2019 di Nusa Dua, Bali, ditampilkan sejumlah acara, seperti perbincangan dan pengetahuan tentang kopi, serta pameran kopi yang menampilkan potensi kopi dari seluruh Indonesia. Di sini para pengunjung dan investor dapat saling mingle, ataupun juga berkomunikasi langsung dengan para petani atau pemilik kebun kopi, demo sangrai (roasting) kopi, dan menyaksikan langsung buyer’s cupping.

Festival Kopi di Nusa Dua, Bali, menghadirkan pelaku industri kopi dan produseb. (Dok. Suara.com)
Festival Kopi di Nusa Dua, Bali, menghadirkan pelaku industri kopi dan produseb. (Dok. Suara.com)

Proses penanaman kopi tidak hanya membutuhkan energi secara intensif, baik digarap dengan sistem tanam sederhana ataupun yang menggunakan mesin (mekanisasi pertanian). Faktanya, hampir 60 persen energi yang dipergunakan untuk menghasilkan secangkir kopi, terutama terletak pada sisi distribusi (pengangkutan), roasting (proses sangrai), dan penyeduhan (brewing) kopi.

Mesin roasting beroperasi pada suhu temperatur 550 derajat Fahrenheit, dan setiap satu jam menghabiskan sekitar 1 juta BTU (British Thermal Unit). Dari semua proses, penyeduhan kopi yang membutuhkan energi paling besar. Menggabungkan antara panas dari energi listrik itulah yang masuk dalam seni dan energi penyediaan kopi, termasuk berbagai mesin penyeduhnya. Secara total energi yang dipergunakan untuk menghasilkan 100 mililiter kopi setara dengan 1,94 megajoules, atau setengah KwH.

PT PLN (Persero) sebagai salah satu pengisi stand, juga mendukung bertumbuhnya industri kopi di Indonesia, melalui pemberian pelatihan dan penanaman kopi lewat anak perusahaannya Unit Pembangkit Mrica PT Indonesia Power di Desa Pengundungan dan Desa Krinjing, Jawa Tengah. Melalui program CSR-nya dapat membawa dua kelompok petani Kopi Senggani dari Kelompok Tani (Poktan) Rising - Desa Pengundungan dan Kopi Krinjing dari Poktan Bumi Asih memberi nilai tambah bagi para anggota Poktan dan juga industri terkaitnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren! Jokowi Siapkan Kursus Barista untuk Pencari Kerja

Keren! Jokowi Siapkan Kursus Barista untuk Pencari Kerja

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 17:33 WIB

Cinta Kopi, Guru Ini Koleksi Lebih dari 3.000 Cangkir Kopi

Cinta Kopi, Guru Ini Koleksi Lebih dari 3.000 Cangkir Kopi

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:55 WIB

4 Permintaan Konsumen yang Ternyata Tidak Disukai Barista, Apa Saja?

4 Permintaan Konsumen yang Ternyata Tidak Disukai Barista, Apa Saja?

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:14 WIB

Terkini

6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan

6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:52 WIB

5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung

5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:29 WIB

7 Rekomendasi Merk Mesin Cuci Langsung Kering, Tanpa Jemur dan Setrika

7 Rekomendasi Merk Mesin Cuci Langsung Kering, Tanpa Jemur dan Setrika

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB

Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah

Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:13 WIB

Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK

Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:10 WIB

7 Sepeda Lipat Harga Rp500 Ribuan, Rangka Kokoh Kuat Angkat Beban Ratusan Kg

7 Sepeda Lipat Harga Rp500 Ribuan, Rangka Kokoh Kuat Angkat Beban Ratusan Kg

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:01 WIB

5 Pilihan Mesin Cuci yang Awet untuk Usaha Laundry, Hemat Listrik dan Kapasitas Besar

5 Pilihan Mesin Cuci yang Awet untuk Usaha Laundry, Hemat Listrik dan Kapasitas Besar

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 15:20 WIB

5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros

5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 15:05 WIB

Tanda Wajah Tidak Cocok dengan Moisturizer? Ini 4 Rekomendasi yang Aman

Tanda Wajah Tidak Cocok dengan Moisturizer? Ini 4 Rekomendasi yang Aman

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 14:35 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Cowok Terbaik 2026, Lindungi Wajah dari Kusam dan Penuaan

5 Rekomendasi Sunscreen Cowok Terbaik 2026, Lindungi Wajah dari Kusam dan Penuaan

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 14:10 WIB