Stop Produksi Busana Mewah, Giorgio Armani Akan Fokus Produksi APD

Vania Rossa

Selasa, 31 Maret 2020 | 16:30 WIB
Stop Produksi Busana Mewah, Giorgio Armani Akan Fokus Produksi APD
Giorgio Armani Produksi Hazmat. (Instagram/@giorgioarmani)

Suara.com - Di tengah krisis masker dan APD untuk para tenaga medis di rumah sakit dalam menghadapi pasien virus corona Covid-19, berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia bergerak bersama-sama untuk membantu mengatasi hal ini. Salah satunya adalah rumah mode Giorgio Armani, yang selama ini dikenal hanya memproduksi busana dan aksesori mewah.

Dikatakan bahwa pihaknya akan menghentikan produksi di semua pabriknya di Italia dan mulai memproduksi baju hazmat sekali pakai untuk para tenaga medis yang sedang berjuang di tengah pandemi Covid-19.

Kekurangan peralatan pelindung dan peralatan medis lainnya juga menjadi salah satu masalah terbesar yang membayangi sistem kesehatan Italia sejak mereka digempur dengan virus corona Covid-19 pada akhir Februari lalu.

Giorgio Armani Produksi Hazmat. (Instagram/@giorgioarmani)
Giorgio Armani Produksi Hazmat. (Instagram/@giorgioarmani)

"Kami ingin mendedikasikan keahlian khusus kami dengan memproduksi overall medis sekali pakai. Dengan keterampilan dan dedikasi mereka (para penjahit di rumah mode tersebut), mereka akan memberikan kontribusi nyata untuk menghadapi keadaan darurat terbesar tahun ini," demikian pernyataan rumah mode tersebut.

Dilansir dari laman Business of Fashion, rumah mode tersebut juga telah berkontribusi ke beberapa rumah sakit di Bergamo, Piacenza dan Versilia di wilayah Tuscany, dengan total sumbangan 2 juta Euro atau Rp 35,5 miliar.

Selain Giorgio Armani, tak sedikit desainer yang mendedikasikan diri untuk menyumbangkan keahliannya di saat krisis ini. Di Indonesia, ada Anne Avanti yang menghentikan produksi kebaya mewahnya, dan mempekerjakan para penjahitnya untuk memproduksi APD yang akan disumbangkan ke rumah sakit yang membutuhkan.

Sedangkan dari Hollywood, ada Brandon Maxwell, desainer Lady Gaga, yang turut merancang sejumlah APD yang terdiri atas masker, pakaian, serta barang lainnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APD Langka, Dude Harlino Kesulitan Salurkan Bantuan ke Tenaga Medis

APD Langka, Dude Harlino Kesulitan Salurkan Bantuan ke Tenaga Medis

Entertainment | Selasa, 31 Maret 2020 | 11:20 WIB

Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'

Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 18:02 WIB

Ramai Perusahaan 'Tutup' karena Corona, Pengusaha Ini Butuh 200 Penjahit

Ramai Perusahaan 'Tutup' karena Corona, Pengusaha Ini Butuh 200 Penjahit

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2020 | 09:12 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×