Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 18:02 WIB
Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda
Tren Kopitiam. (Dok. ist)
  • Hingga November 2025, jumlah kedai kopi di Indonesia mencapai lebih dari 461 ribu dengan pertumbuhan pesat pada segmen kopitiam.
  • Kopitiam berkembang di kota besar karena menawarkan cita rasa familiar, konsisten, dan harga terjangkau bagi berbagai lintas generasi konsumen.
  • Pelaku usaha dituntut menjaga autentisitas rasa serta visual menarik guna bersaing di tengah dinamika gaya hidup urban masa kini.

Suara.com - Budaya ngopi di Indonesia terus berevolusi. Di tengah menjamurnya coffee shop modern dan specialty coffee, satu konsep lama justru kembali mencuri perhatian: kopitiam. Bukan sekadar tempat minum kopi, kopitiam kini menjelma jadi ruang yang menggabungkan rasa nostalgia dengan gaya hidup masa kini.

Data terbaru menunjukkan, hingga November 2025 terdapat lebih dari 461 ribu kedai kopi di Indonesia, mulai dari kafe modern hingga warung kopi tradisional. Di antara pertumbuhan tersebut, kopitiam muncul sebagai sub-segmen yang berkembang pesat, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Medan.

Berakar dari budaya Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Singapura, kopitiam menawarkan pengalaman yang berbeda dari coffee shop pada umumnya. Menu seperti kopi tarik, teh tarik, hingga kaya toast menghadirkan rasa yang familiar, sederhana, namun tetap kaya karakter.

Coffee Enthusiast sekaligus Runner-up Asian FBC Singapore 2012, Doddy Samsura, melihat tren ini sebagai respons dari perubahan selera konsumen.

“Pertumbuhan kopitiam di Indonesia tidak lepas dari perubahan preferensi konsumen yang kini cenderung mencari minuman yang lebih approachable, tidak terlalu kompleks, tetapi tetap kaya rasa dan nyaman dinikmati kapan saja. Selain itu, faktor familiarity juga berperan besar, karena profil rasa kopitiam relatif dekat dengan selera masyarakat lokal. Berbeda dengan specialty coffee yang berfokus pada origin dan teknik seduh, kopitiam justru menekankan pada blending dan konsistensi. Di situlah kompleksitasnya, bagaimana menciptakan rasa yang stabil dan bisa diterima oleh berbagai segmen," jelasnya.

Posisi kopitiam yang berada di antara kopi tradisional dan kafe modern membuatnya mudah diterima lintas generasi. Di satu sisi terasa membumi, di sisi lain tetap relevan dengan gaya hidup urban yang dinamis.

Ilustrasi Tren Kopitiam. (Dok. Dairy Champ)
Ilustrasi Tren Kopitiam. (Dok. Dairy Champ)

Dari sisi bisnis, peluang ini juga mulai dilirik berbagai brand. Salah satunya Dairy Champ, produk asal Malaysia yang sudah lama identik dengan sajian kopitiam. Di Indonesia, produk ini mulai banyak digunakan untuk berbagai menu minuman dan dessert bergaya kopitiam, berkat karakter rasanya yang creamy dan konsisten.

Head of Marketing PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, menyoroti pentingnya autentisitas dalam perkembangan tren ini.

“Tren kopitiam di Indonesia berkembang sangat cepat, namun kami melihat masih ada gap yang cukup besar dalam hal autentisitas rasa. Banyak menu yang terlihat serupa, tetapi belum menghadirkan pengalaman yang benar-benar khas seperti yang ditemukan di Malaysia. Ke depan, konsistensi dan karakter rasa mulai dari tekstur creamy hingga keseimbangan rasa akan menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk membangun diferensiasi dan daya saing di pasar,” ujarnya.

Tak hanya soal rasa, tampilan juga jadi faktor penting. Di era media sosial, minuman yang instagramable punya daya tarik tersendiri. Kopitiam pun beradaptasi, menghadirkan sajian yang tidak hanya nikmat, tetapi juga menarik secara visual.

Ke depan, tren kopitiam diperkirakan akan terus tumbuh, seiring meningkatnya minat terhadap konsep yang memadukan heritage dan gaya hidup modern. Bagi konsumen, kopitiam bukan lagi sekadar tempat ngopi, tapi juga pengalaman rasa yang punya cerita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sensasi Gelas Beku -86 Derajat Celsius hingga Rasa Okinawa, Ini Cara BeanStar Coffee Ubah Tren Ngopi

Sensasi Gelas Beku -86 Derajat Celsius hingga Rasa Okinawa, Ini Cara BeanStar Coffee Ubah Tren Ngopi

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 21:23 WIB

Ketika Coffee Shop sebagai Kantor Kedua: Fleksibilitas atau Eksploitasi?

Ketika Coffee Shop sebagai Kantor Kedua: Fleksibilitas atau Eksploitasi?

Your Say | Minggu, 19 April 2026 | 13:44 WIB

Di Balik Secangkir Kopi: Mengapa Ngopi Jadi Ruang Favorit Bertukar Ide?

Di Balik Secangkir Kopi: Mengapa Ngopi Jadi Ruang Favorit Bertukar Ide?

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi

Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 17:55 WIB

5 Rekomendasi Lip Tint dan Blush On 2in1 untuk Hasil Makeup Flawless Alami dan Minimalis

5 Rekomendasi Lip Tint dan Blush On 2in1 untuk Hasil Makeup Flawless Alami dan Minimalis

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 17:35 WIB

Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting

Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 16:38 WIB

Hore! Sekarang Sudah Boleh Bawa Tumbler ke Bioskop Cinema XXI, Syaratnya Isinya Harus Ini

Hore! Sekarang Sudah Boleh Bawa Tumbler ke Bioskop Cinema XXI, Syaratnya Isinya Harus Ini

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 16:31 WIB

Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Status Pernikahan Syekh Ahmad Al Misry Kini Ikut Disorot

Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Status Pernikahan Syekh Ahmad Al Misry Kini Ikut Disorot

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 16:06 WIB

Sandal Nike Ori Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Paling Nyaman dan Stylish

Sandal Nike Ori Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Paling Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 15:39 WIB

5 Merek Kulkas Jawara Layanan Servis Terbaik, Suku Cadangnya Melimpah Ruah

5 Merek Kulkas Jawara Layanan Servis Terbaik, Suku Cadangnya Melimpah Ruah

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 15:35 WIB

Kapan Idul Adha 2026? Ini Tanggal Resmi dan Prediksi Jadwal Liburnya

Kapan Idul Adha 2026? Ini Tanggal Resmi dan Prediksi Jadwal Liburnya

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 15:33 WIB

Perjalanan Kasus Syekh Ahmad Al Misry: Dulu Janji Tobat, Kini Tersangka Pelecehan Santri

Perjalanan Kasus Syekh Ahmad Al Misry: Dulu Janji Tobat, Kini Tersangka Pelecehan Santri

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 15:22 WIB

Apa Itu Tasrih Haji? Ini Cara Mendapatkannya agar Jemaah Tidak Kena Denda dan Pencekalan

Apa Itu Tasrih Haji? Ini Cara Mendapatkannya agar Jemaah Tidak Kena Denda dan Pencekalan

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 15:17 WIB