- PHM HOTELS mengangkat jamu sebagai gaya hidup modern melalui inisiatif bertajuk #KartiniKini dalam momentum perayaan Hari Kartini.
- Kolaborasi PHM HOTELS dan JNE bertujuan mengintegrasikan warisan budaya jamu ke dalam pengalaman hospitality yang relevan bagi generasi kini.
- Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan pelaku UMKM serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Suara.com - Di tengah tren gaya hidup sehat yang kian berkembang, jamu perlahan kembali menemukan tempatnya—bukan sekadar minuman tradisional, tetapi sebagai simbol warisan budaya yang relevan dengan kehidupan modern. Momentum ini terasa kuat dalam peringatan Hari Kartini, ketika narasi tentang perempuan, budaya, dan kesehatan berpadu dalam satu ruang dialog yang lebih kontekstual.
Melalui inisiatif bertajuk “#KartiniKini: Racik Cerita Perempuan, Budaya & Jamu”, PHM HOTELS menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana jamu tidak hanya bertahan, tetapi juga berevolusi mengikuti zaman. Dalam forum ini, jamu diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup wellness yang memiliki akar kuat pada pengetahuan turun-temurun perempuan Indonesia.
“Melalui #KartiniKini, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih dekat dan hangat untuk merayakan perempuan Indonesia bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai penggerak budaya yang terus hidup dan berkembang. Jamu menjadi salah satu representasi nyata bagaimana warisan perempuan dapat tetap relevan dan menjadi bagian dari gaya hidup modern,” ujar Marcia Tirtawisata, VP Brand & Development PHM HOTELS.
Fenomena ini juga menunjukkan pergeseran cara pandang generasi saat ini terhadap budaya. Jika sebelumnya jamu identik dengan kesan kuno, kini ia hadir dalam kemasan baru yang lebih adaptif—baik dari sisi rasa, penyajian, hingga narasi yang menyertainya. Tak lagi sekadar dikonsumsi karena kebutuhan, jamu kini menjadi bagian dari pengalaman hidup yang lebih sadar kesehatan dan identitas.
Greta Indri, Corporate Brand & Marcom Manager PHM HOTELS, melihat bahwa pendekatan berbasis budaya menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna di industri hospitality.
“Kami melihat bahwa hospitality hari ini bukan hanya tentang tempat menginap, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menghadirkan pengalaman yang memiliki makna. Melalui pendekatan culture-led experience dan storytelling, kami ingin membawa budaya Indonesia termasuk jamu ke dalam ruang yang lebih relevan dan engaging, terutama bagi generasi saat ini,” jelasnya.

Di sisi lain, upaya mengangkat jamu sebagai bagian dari gaya hidup modern juga berkaitan erat dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif, termasuk pelaku UMKM. Dalam konteks ini, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak.
PHM HOTELS melalui brand THE 1O1 Hotels & Resorts menggandeng JNE dalam sebuah kerja sama yang tidak hanya berfokus pada industri hospitality, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“JNE menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari semangat ‘Connecting Happiness’. Di usia JNE yang ke-35 tahun, kami terus bertransformasi untuk memberikan pelayanan yang melampaui ekspektasi pelanggan. Sinergi bersama THE 1O1 Hotels & Resort merupakan cara kami mengapresiasi dukungan masyarakat dengan menghadirkan nilai tambah yang melengkapi kebutuhan gaya hidup mereka, baik di sektor rekreasi, budaya, maupun edukasi. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara industri logistik, hospitality dan UMKM. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk terus tumbuh dalam ekosistem ekonomi kreatif,” jelas Eri Palgunadi, selaku SVP Marketing Group Head JNE.
Melalui berbagai pendekatan ini, jamu tidak lagi berdiri sendiri sebagai produk tradisional, melainkan menjadi bagian dari narasi yang lebih besar—tentang perempuan, budaya, dan transformasi gaya hidup. Dari dapur tradisi hingga ruang-ruang modern, jamu kini menempati posisi baru: sebagai identitas yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.