Memilih Ikan Berkualitas Kini Bisa Dilakukan Lewat Aplikasi

Vania Rossa

Selasa, 07 Juli 2020 | 14:00 WIB
Memilih Ikan Berkualitas Kini Bisa Dilakukan Lewat Aplikasi
Memilih Ikan Berkualitas Lewat Aplikasi. (Antara)

Suara.com - Bagi penjual ikan di pasar yang telah berpengalaman, bukanlah hal sulit memilih ikan berkualitas. Tapi tidak bagi masyarakat awam.

Berawal dari pengalaman membeli sushi tuna yang kurang lezat di supermarket, Kazuhiro Shimura punya ide menciptakan sistem kecerdasan buatan untuk memastikan sashimi pilihannya pasti enak di lidah.

Direktur di firma iklan Future Creative Center Grup Dentsu ini memikirkan konsep kecerdasan buatan "Tuna Scope" ketika menikmati ikan mentah sambil menonton acara televisi tentang penjual ikan yang menghabiskan satu dekade untuk menguasai kemampuan memilih tuna berkualitas untuk restoran sushi.

Tuna Scope, yang menggunakan algoritma untuk mempelajari data penilaian dari penjual, kini berevolusi menjadi aplikasi smartphone. Dilansir Reuters dan dikuti dari Antara, klien bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi ini di mana saja, menciptakan "standard penilaian terpadu" untuk industri yang membutuhkan keahlian tertentu, kata Shimura, yang bekerjasama dengan perusahaan Sojitz Corp untuk mempromosikan teknologi ini.

"Artinya, orang-orang bisa yakin mereka membeli tuna yang enak," kata Shimura di Misaki Megumi Suisan yang mengirimkan tuna dengan sertifikasi kecerdasan buatan ke luar negeri.

Ikan kualitas tertinggi, yang bisa mencapai berat 300 kilogram, telah terjual seharga 3 juta dolar di lelang tuna sebelumnya. Berdasarkan Organization for the Promotion of Responsible Tuna Fisheries, sekitar dua juta ton tuna dikonsumsi secara global per tahun, di mana Jepang menyumbang seperempat.

Sejak pandemi Covid-19, penjual ikan dari Maladewa, Spanyol, AS, Taiwan dan tempat lain telah menghubungi Shimura mengenai Tuna Scope karena larangan perjalanan membuat mereka tak bisa mengunjungi pemasok untuk memeriksa kualitas tuna.

Di Misaki Megumi dekat Tokyo, salah satu pembeli bernama Shingo Ishii membuka aplikasi Tuna Scope ketika memeriksa nampan berisi ekor tuna, sementara pekerja lain menggunakan gergaji untuk memotong-motong tuna beku yang dikirim dari penjuru dunia. Kecerdasan buatan dalam aplikasi langsung melaporkan hasilnya dalam beberapa detik.

"Saya kira ini akan jadi alat yang lazim digunakan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang," kata Ishii.

baca juga

Namun, teknologi yang mempermudah pekerjaannya membuat hatinya campur aduk, karena di sisi lain keahlian memilih ikan berkualitas bakal lebih sulit diturunkan ke generasi berikutnya.

"Sejujurnya, saya pikir saya bisa mengalahkan kecerdasan buatan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tasmania Beri Rp 142 Juta Bagi yang Bisa Menangkap Ikan Trout, Tertarik?

Tasmania Beri Rp 142 Juta Bagi yang Bisa Menangkap Ikan Trout, Tertarik?

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 19:35 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Kandungan Ikan Salmon Juga Bermanfaat Bagi Kulit

Tak Banyak yang Tahu, Kandungan Ikan Salmon Juga Bermanfaat Bagi Kulit

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2020 | 18:05 WIB

Norwegia Bantah Ikan Salmonnya sebagai Sumber Covid-19 baru di Beijing

Norwegia Bantah Ikan Salmonnya sebagai Sumber Covid-19 baru di Beijing

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:21 WIB

Terkini

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Sport | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku

Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman

Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:30 WIB

5 Parfum Lokal Wangi Fresh Aquatic, Sensasi Segar dan Menenangkan Sepanjang Hari

5 Parfum Lokal Wangi Fresh Aquatic, Sensasi Segar dan Menenangkan Sepanjang Hari

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source

Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Kementerian ESDM Tetapkan HBA Agustus 2026 Sebesar 124,44 Dolar AS per Ton

Kementerian ESDM Tetapkan HBA Agustus 2026 Sebesar 124,44 Dolar AS per Ton

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Berawal dari Keresahan, Roni Timothy Hadirkan Buku yang Mengupas Dunia Desain Pameran

Berawal dari Keresahan, Roni Timothy Hadirkan Buku yang Mengupas Dunia Desain Pameran

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:17 WIB

6 Makna Lambang Tunas Kelapa dalam Pramuka

6 Makna Lambang Tunas Kelapa dalam Pramuka

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:15 WIB

×