Ramai Dituduh Tidak Islami, Padahal Begini Sejarah dan Filosopi Klepon

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Rabu, 22 Juli 2020 | 12:00 WIB
Ramai Dituduh Tidak Islami, Padahal Begini Sejarah dan Filosopi Klepon
Kue klepon. (Instagram/@tintinrayner)

Suara.com - Kue klepon tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah gambar menyebutkan jika kue tradisional tersebut tidak Islami.

Gambar viral kue klepon tidak Islami (Twitter)
Gambar viral kue klepon tidak Islami (Twitter)

Gambar yang tersebar di media sosial tersebut tertulis "Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami.."

Tentu saja banyak yang bertanya-tanya apa alasan kue klepon bisa dikatakan sebagai jajanan yang tidak Islami? Nah, untuk mengenal lebih dalam mengenai kue bulat bertabur kelapa ini, ketahui sejarah dan filosofinya lebih dalam yuk!

Kue klepon. (Instagram/@tintinrayner)
Kue klepon. (Instagram/@tintinrayner)

Berikut yang sudah suara.com rangkum dari berbagai sumber. 

1. Sudah ada sejak 1950-an
Kue klepon yang bulat dan berukuran kecil dengan tekstur kenyal ini, konon diperkenalkan pertama kali oleh seseorang yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur pada 1950an.

2. Mudah ditemui di banyak restoran
Sejak saat itu, kue klepon telah menjadi menu yang ditawarkan di berbagai restoran Belanda, China, dan Indonesia. Bahkan, kue klepon dijual di toko-toko dan supermarket di seluruh negeri.

3. Filosofi kue klepon
Seperti yang tertulis dalam buku keluaran Kemendikbud berjudul ‘Belajar dari Makanan Tradisional’ terbitan tahun 2017, bentuk kue klepon yang bulat memiliki makna hidup manusia yang tidak diketahui ujung pangkalnya. Bentuknya yang tidak rata juga melambangkan kehidupan yang tak selalu mulus dan bahagia.

Sementara rasa manis yang berasal dari gula di dalam kue klepon menunjukkan pentingnya seseorang memiliki kebaikan hati. Walaupun tidak selalu terlihat dari luar namun, kebaikannya bisa dirasakan seperti halnya gula yang terbalut dalam klepon.

Untuk parutan kelapa sebagai taburan, ini melambangkan kehidupan manusia yang bertahap. Kelapa sendiri dari luarnya terlihat keras, namun di dalamnya terdapat daging yang bisa dimakan.

baca juga

4. Warisan budaya dan kuliner Nusantara
Dalam buku Local Development Heritage: Traditional Food and Cuisine as Tourist Attractions in Rural Areas (1998), kue klepon tak hanya disebut sebagai warisan kuliner, tapi juga dihargai sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi simbol atas identitas kolektif suatu daerah atau kelompok.

5. Tak hanya Jawa, daerah lain juga punya kue klepon
Meski pertama kali ditemukan diperkenalkan di daerah Jawa, beberapa daerah juga memiliki kue klepon yang mereka sebut onde-onde. Seperti di Sumatra dan Sulawesi.

Perbedaan penyebutan antara di Jawa dan Sumatra ini sering kali menjadi penyebab kekeliruan dan kerancuan dalam mengartikan onde-onde. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Klepon Islami ala Ulama Madura Maaruf Khozin

Resep Klepon Islami ala Ulama Madura Maaruf Khozin

Jabar | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:12 WIB

Heboh Kue Klepon Tak Islami, Tifatul Sembiring: Mirip Modus PKI

Heboh Kue Klepon Tak Islami, Tifatul Sembiring: Mirip Modus PKI

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:37 WIB

Heboh Kue Klepon Dicap Bukan Jajanan Islami, Ini Penjelasan MUI

Heboh Kue Klepon Dicap Bukan Jajanan Islami, Ini Penjelasan MUI

Jatim | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:39 WIB

Terkini

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

×