Jangan Harap Bisa Main Ponsel Saat Jalan Kaki di Kota Ini

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 20 Agustus 2020 | 12:45 WIB
Jangan Harap Bisa Main Ponsel Saat Jalan Kaki di Kota Ini
Ilustrasi bermain ponsel sambil jalan. (Shutterstock)

Suara.com - Ponsel telah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan hingga muncul anekdot, lebih baik tertinggal dompet daripada tidak membawa dompet. 

Segala urusan pekerjaan, bisnis, sekolah bisa dilakukan hanya lewat segenggam  barang elektronik itu. Hingga mata seakan tak bisa lepas untuk memandang layar ponsel, bahkan saat sedang di jalan raya sekali pun.

Tapi jangan harap hal itu bisa anda lakukan dengan leluasa di Jepang. Jika berkunjung ke Kota Yamato menggunakan kereta, Anda akan melihat beberapa tanda kain putih yang berkibar di halaman depan stasiun. 

Bendera itu berupa larangan pejalan kaki menggunakan ponsel saat berjalan. Aturan itu dibuat oleh pemerintah daerah setempat sebagai inisiatif yang diklaim bisa efektif, meskipun tidak ada penegakan hukum yang jelas. 

Ilustrasi penggunaan ponsel di jalan, Jepang. [Charly Triballeau/AFP]
Ilustrasi penggunaan ponsel di jalan, Jepang. [Charly Triballeau/AFP]

Jalanan di Jepang dikenal penuh dengan arukisumaho, istilah yang banyak digunakan untuk menggambarkan pejalan kaki berjalan lambat dan berkepala tertunduk pada layar ponsel. 

Pada Januari, Kota Yamato melakukan penelitian di dua lokasi dan menemukan bahwa sekitar 12 persen dari 6.000 pejalan kaki yang tercatat di kota itu memandang ponsel saat berjalan. 

"(Itu) sangat berbahaya,” kata Walikota Yamato Satoru Ohki, dikutup dari CNN.

Ohki awalnya menyampaikan idenya dengan anggota parlemen lokal setelah itu menjalankan konsultasi publik dan menemukan bahwa delapan dari 10 orang mendukung gagasan tersebut. Jadilah pada Juni lalu larangan menggunakan ponsel saat berjalan diberlakukan melalui peraturan kota.

Lantaran wabah Covid-19, Ohki mengaku ragu untuk memberikan sanksi bagi pelanggar aturan saat ini. Sehingga beberapa tanda kain di pintu keluar stasiun menjadi satu-satunya tanda perubahan yang jelas. 

baca juga

“Saya yakin kami bisa mempercayai masyarakat Yamato untuk melakukan hal yang benar,” jelasnya.

Yamato di Jepang bukan yang pertama menerapkan aturan tersebut. Sebelumnya, Ilsan, di Korea Selatan, memasang lampu dan sinar laser yang berkedip-kedip di persimpangan jalan untuk memperingatkan pejalan kaki yang memegang telepon. 

Sementara pihak berwenang di kota Chongqing, China, membuka jalur ponsel sepanjang 30 meter di jalur bagi pejalan kaki yang sibuk dengan ponsel mereka. Dan negara-negara di Barat juga mengambil langkah yang sama. Seperti di Honolulu, Hawaii, bahkan menerapkan denda jika mengirim pesan teks saat berjalan di penyeberangan. 

Wah, kalau di Indonesia bisa tidak ya diterapkan aturan itu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Daun Pisang Dijual Ratusan Ribu, Warganet: "Gak Ada yang Nanem?"

Viral Daun Pisang Dijual Ratusan Ribu, Warganet: "Gak Ada yang Nanem?"

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:59 WIB

Taman di Tokyo Punya Toilet Umum Transparan, Begini Bentuknya

Taman di Tokyo Punya Toilet Umum Transparan, Begini Bentuknya

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 08:49 WIB

Harga Daun Pisang di Jepang Capai Rp 800 Ribu, Warganet Geger Pengin Ekspor

Harga Daun Pisang di Jepang Capai Rp 800 Ribu, Warganet Geger Pengin Ekspor

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 08:49 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×