alexametrics

Rayakan Kebebasan dari Suami Kasar, Wanita Ini Gelar Pesta Perceraian

Irwan Febri Rialdi | Amertiya Saraswati
Rayakan Kebebasan dari Suami Kasar, Wanita Ini Gelar Pesta Perceraian
Viral Wanita Malaysia Gelar Pesta Perceraian (twitter.com/airawr_)

Wanita Malaysia tersebut ingin membuktikan bahwa perceraian tidak harus berarti buruk.

Suara.com - Selama ini, perceraian memiliki konotasi yang buruk dan dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Meski begitu, tidak semua perceraian adalah hal buruk.

Belum lama ini, seorang wanita Malaysia menjadi viral karena menggelar pesta perceraian. Wanita ini merayakan perubahan statusnya menjadi single lagi.

Melansir World of Buzz, wanita bernama Aira tersebut punya alasan merayakan kebebasannya. Unggahan Aira pun dibanjiri komentar positif.

"Perceraian selalu dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Tapi ini bukan hal buruk ketika kamu akhirnya bebas dari kekerasan. Jadi inilah aku merayakan kebebasan," tulis Aira lewat akun @airawr_.

Baca Juga: Viral Pengunjung Kafe Berkerumun, Publik: Ya Udah Sih, Kayak Lu Enggak Aja

Pesta perceraian itu sendiri merupakan saran dari sahabat Aira. Selain itu, terapis Aira setuju karena hal ini dapat mengubah sesuatu yang traumatis menjadi positif.

Menurut Aira, mantan suaminya dulu kerap melakukan kekerasan mental. Padahal, sang suami tahu jika Aira menderita gangguan kecemasan.

Viral Wanita Malaysia Gelar Pesta Perceraian (twitter.com/airawr_)
Viral Wanita Malaysia Gelar Pesta Perceraian (twitter.com/airawr_)

Seiring berjalannya pernikahan, suami Aira ternyata juga punya isu manajemen emosi. Akibatnya, kesehatan mental Aira memburuk dan dirinya didiagnosis menderita gangguan bipolar tipe 2.

Tidak hanya itu, si mantan suami juga menuntut Aira untuk menyembunyikan sikap kasarnya di rumah. Aira juga menyebutkan dia sempat ingin bunuh diri.

Untunglah, keluarga Aira menyadari kekerasan mental yang dilakukan si suami. Orangtua Aira juga setuju jika perceraian adalah yang terbaik.

Baca Juga: Santuy Bener! Pemotor Ini Melintas di Tenda Acara Nikahan Tanpa Permisi

"Orangtuaku meyakinkan bahwa aku pantas diperlakukan lebih baik, dan mereka pikir perceraian bukan hal buruk jika kau terjebak dalam pernikahan yang hampir merenggut nyawamu," tambahnya.

Komentar