Djukardi 'Bongkeng' Adriana, Perjalanan 50 Tahun Mendaki Gunung di Dunia

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 05 Oktober 2020 | 09:23 WIB
Djukardi 'Bongkeng' Adriana, Perjalanan 50 Tahun Mendaki Gunung di Dunia
Djukardi 'Bongkeng' Adriana. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Bagi mereka yang hobi mendaki gunung, Djukardi 'Bongkeng' Adriana, adalah seorang legenda. Langkah kakinya tak pernah menjauh dari ketinggian di puncak gunung. Walau berjalan perlahan, langkahnya ternyata telah berjalan selama 50 tahun dalam menapaki puluhan gunung di Indonesia maupun mancanegara.

Di antara pegiat alam, nama Djukardi Ardiana sebenarnya lebih akrab disapa Akang atau Abah 'Bongkeng'. Panggilan yang didapatkannya ketika mengikuti pendidikan dan pelatihan di perhimpunan Wanadri tahun 1973.

Berdekatan dengan hari lahirnya ke-70 tahun pada akhir Agustus lalu, Abah Bongkeng menjejakkan kakinya di tanah tertinggi Provinsi Jawa Barat, Gunung Ciremai 3.078 mdpl. Pendakian itu dimaknainya sebagai napak tilas sekaligus melepas rindu setelah enam bulan tak mendaki akibat terhalang wabah virus corona.

"Kemarin 28 Agustus, saya mendaki Ciremai untuk napak tilas dan ingin tahu kondisi pendakian era new normal. Juga ingin mengukur kemampuan saya, ternyata masih oke," ucap Abah Bongkeng ditemui suara.com di Bandung, Sabtu (26/9/2020).

Bagi Abah Bongkeng, mendaki gunung selalu dimaknainya dengan ziarah. Ia meyakini akan mendapatkan hal-hal yang berkaitan dengan makna hidup saat berkegiatan di alam terbuka.

"Di mana saya harus sabar dalam hal segala bidang, di situ alam memberikan sesuatunya tentang kesadaran kita sebagai manusia," ucapnya.

Berkegiatan di alam sejak usia remaja saat masih menggunakan seragam putih abu-abu, bapak dua anak itu tak pernah menyangka perjalanannya mendaki gunung akan mencapai 50 tahun. Mengawalinya dari sekadar hobi, Abah Bongkeng kemudian bertekad menjadikan kegiatan pendakian menjadi profesinya.

Walau disadarinya, sekitar tahun 70-80an kegiatan pendakian di Indonesia masih sepi dan peluang pekerjaan tak seberagam saat ini. Namun, ia bercerita, pengalamannya saat melakukan ekspedisi ke pegunungan Alpen di Eropa bersama Wanadri membuka matanya tentang peluang pendaki gunung yang bisa menjadi profesi di masa depan.

"Tahun 1982 saya mendaki ke Eropa, mendaki puncak tertinggi pegunungan Alpen. Di sana kegiatan pendakian sudah jadi tumpuan hidup, kebanyakan seperti itu. Makanya saya tambah yakin di sini pun bisa hidup," tegasnya.

Mantan Mahasiswa Seni yang Keasikan Bermain di Alam
Menggeluti organisasi pegiat alam sebenarnya baru diselami Abah Bongkeng setelah menyandang status mahasiswa di Yogyakarta. Sebelumnya, ia mengaku hanya ikut mendaki dengan teman-temannya yang telah lebih dulu aktif di organisasi pecinta alam di kampus.

Meski telah akrab dengan alam sejak masih kecil saat diajak ayahnya ke daerah perkebunan, Abah Bongkeng tetap dibuat tak berkutik saat berhadapan dengan alam terbuka di gunung. Ia mengaku kerap panik jika tersesat di gunung, sementara teman-temannya justru tetap bersikap santai.

"Saya lihat orang lain kalau tersesat sepertinya tidak panik. Saya pelajari ternyata dia memiliki wawasan pengetahuan. Akhirnya saya masuk suatu organisasi pendaki gunung dan perhimpunan Wanadri tahun 1973," ujar Abah Bongkeng yang saat ini aktif mengurus organisasi Eiger Adventure Service Team (EAST).

Tekadnya untuk menekuni aktivitas pendakian makin diyakininya. Sayangnya, terlalu aktif mendaki gunung, Abah Bongkeng justru harus merelakan kuliahnya yang saat itu di jurusan seni rupa interior.

"Saya di DO semester 2 menjelang 3. Itu gara-gara terlalu aktif, saya lupa kuliah. Tapi dengan adanya itu, saya punya keputusan bahwa saya harus hidup dari sini," tegasnya.

Peristiwa drop out itu tak pernah disesalinya. Sebab menurutnya, tak sedikit juga pegiat alam saat ini yang aktivitasnya tak sejalur dengan jurusan akademisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Flora JKT48, Member yang Hobi Basket dan Memasak

Profil Flora JKT48, Member yang Hobi Basket dan Memasak

Entertainment | Rabu, 30 September 2020 | 20:36 WIB

Profil Titi Rajo Bintang dan Kariernya dari Putri Minangkabau ke Akting

Profil Titi Rajo Bintang dan Kariernya dari Putri Minangkabau ke Akting

Entertainment | Minggu, 27 September 2020 | 19:02 WIB

Profil Reza Bukan dari Awal Karier hingga Pernikahan dengan Pendeta

Profil Reza Bukan dari Awal Karier hingga Pernikahan dengan Pendeta

Entertainment | Minggu, 27 September 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan

Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 21:05 WIB

Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?

Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 20:50 WIB

Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur? Cek Ketentuan Resmi Menurut SKB 3 Menteri

Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur? Cek Ketentuan Resmi Menurut SKB 3 Menteri

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

6 Mesin Cuci 2 Tabung Harga Rp1 Jutaan yang Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Tangga

6 Mesin Cuci 2 Tabung Harga Rp1 Jutaan yang Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 20:05 WIB

7 Rekomendasi Kacamata Anti Sinar UV 400, Lindungi Mata dari Sengatan Godzilla El Nino

7 Rekomendasi Kacamata Anti Sinar UV 400, Lindungi Mata dari Sengatan Godzilla El Nino

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 19:48 WIB

4 Ancaman Hukuman Berat Menanti 16 Mahasiswa UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat

4 Ancaman Hukuman Berat Menanti 16 Mahasiswa UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 19:47 WIB

7 Parfum Wanita yang Tercium dari Jarak Jauh, Murah Cuma Rp30 Ribuan

7 Parfum Wanita yang Tercium dari Jarak Jauh, Murah Cuma Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 19:42 WIB

Front Loading vs Top Loading, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mesin Cuci 1 Tabung

Front Loading vs Top Loading, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mesin Cuci 1 Tabung

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 19:37 WIB

Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?

Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 19:35 WIB

5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian

5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 19:05 WIB