Kreatif, Pengrajin Lombok Bangun Rumah dari Bahan Daur Ulang Kertas

Risna Halidi, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 10 Desember 2020 | 17:09 WIB
Kreatif, Pengrajin Lombok Bangun Rumah dari Bahan Daur Ulang Kertas
Rumah Kertas di The Griya Lombok (Suara.com/Manuel Jeghesta)

Suara.com - Bagi sebagian orang, sampah kertas tidak memiliki nilai berharga. Namun berbeda cerita saat Anda berkesempatan mengunjungi The Griya Lombok Jalan HM Ruslan (Gang Layur), Ampenan Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Di sana, ada sebuah bangunan yang disebut Rumah Kertas. Sesuai namanya, rumah tersebut terbuat dari kertas dan menyimpan banyak karya yang terbuat dari bahan dasar yang sama.

Rumah Kertas sendiri dimiliki oleh seorang pengrajin seni bernama Theo Setiadi Suteja. Berawal dari kegelisahannya terhadap lingkungan, Theo mulai merintis Rumah Kertas sejak 2008 lalu.

Rumah Kertas terbuat dari 5.000 kg kertas. Untuk bahan baku, Theo mendapatkan sumbangan kertas tidak terpakai dari PLN untuk membuat rumah. Ada juga sumbangan dari mahasiswa dan hasil mencari sendiri.

Kerajinan di Rumah Kertas The Griya Lombok (Suara.com/Manuel Jeghesta)
Kerajinan di Rumah Kertas The Griya Lombok (Suara.com/Manuel Jeghesta)

Kertas yang digunakan untuk membangun rumah befungsi sebagai pelapis dengan ketebalan tertentu. Ia mengklaim bahan kertas yang direkatkan ke tembok akan membuat bangunan rumah menjadi lebih kuat.

"Ini (bangunan) bisa lebih kuat. Karena kertas yang sudah diolah akan mengisi pori-pori pada bangunan dan membuatnya semakin merekat. Bahkan kalau ada gempa mungkin tidak akan retak, karean di sana sudah tidak ada celah udara," tegas Theo.

Lebih lanjut, Theo mengatakan Rumah Kertas menjadi tempat edukasi bagi pelajar bagaimana cara mengolah sampah khususnya sampah kertas agar bisa menjadi produk bernilai.

"2014 baru saya buka untuk publik setelah sebelumnya berjalan selama enam tahun," ujar Theo saat kunjungan Suara.com bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), baru-baru ini.

"Karena kertas bisa dibuat menjadi meja,  kursi, tiang rumah, produk rumah tangga dan cinderamata," lanjutnya.

baca juga
Kerajinan di Rumah Kertas The Griya Lombok (Suara.com/Manuel Jeghesta)
Kerajinan di Rumah Kertas The Griya Lombok (Suara.com/Manuel Jeghesta)

Untuk proses pembuatan ragam cinderamata dari kertas rupanya cukup sederhana. Dijelaskan Theo, sebelum pembentukan semua kertas direndam dalam air agar terurai. 

Selanjutnya dijadikan bubur kertas dengan cara dihancurkan manual menggunakan tangan. Ketika kandungan air tinggal 0.2 persen, campur adonan bubur dengan lem untuk kemudian dibentuk sesuai kebutuhan.  "Seperti tanah liat semakin halus butirannya semakin kuat," terangnya.

Sementara untuk perawatan sendiri, Theo mengaku tidak ada perlakuan khusus. Ragam cinderamata yang terbuat dari bahan utama kertas ini hanya perlu dibersihkan saja.

"Kita sudah ujicoba selama dua tahun ketahanannya. Tidak ada perawatan khusus," sambungnya.

The Griya Lombok sendiri saat ini menjual cinderamata berbahan kertas mulai dari Rp 50.000 ribu sampai Rp 5 juta tergantung tingkat kerumitan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Sirkuit Mandalika: Suguhan Bagi Pencinta Otomotif dan Target MRTI

Tinjau Sirkuit Mandalika: Suguhan Bagi Pencinta Otomotif dan Target MRTI

Otomotif | Senin, 07 Desember 2020 | 20:10 WIB

Bermobil di Lombok, Ini Eksplorasi Jalan Rayanya yang Seru

Bermobil di Lombok, Ini Eksplorasi Jalan Rayanya yang Seru

Bali | Senin, 07 Desember 2020 | 17:10 WIB

Jelajah Lombok: Selain MotoGP, Banyak Side Trip Bermobil yang Seru

Jelajah Lombok: Selain MotoGP, Banyak Side Trip Bermobil yang Seru

Otomotif | Senin, 07 Desember 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×