Tuai Pro Kontra, Iklan Minuman Tampilkan Sinterklas dengan Baju Hazmat

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 19 Desember 2020 | 11:28 WIB
Tuai Pro Kontra, Iklan Minuman Tampilkan Sinterklas dengan Baju Hazmat
Sinterklas dengan Baju Hazmat. (Mirror/Innocent Drink)

Suara.com - Sebuah iklan minuman yang menampilkan Sinterklas dengan baju hazmat tuai pro kontra di media sosial. Iklan tersebut berupa video selama beberapa detik dan telah ditonton sebanyak 1,5 juta kali sejak tersebar di Twitter pada 15 Desember 2020.

Akun Twitter @innocent yang membagikan video tersebut menuliskan, "Kami telah mendengar orang-orang khawatir Santa mungkin tidak dapat berkunjung tahun ini. Jadi kami menemukan solusi yang cerdas, higienis, dan yang terpenting, gaya".

Iklan itu diawali dengan ilustrasi perapian yang ditutup papan untuk menghentikan Sinterklas berjalan dari cerobong asap. Kemudian terdapat suara narator yang menyampaikan bahwa Bapak Natal itu mungkin akan cuti jika perayaan tahun ini tidak dapat dilanjutkan. Sementara Rudolph si rusa kutub mungkin sedang berada dalam isolasi mandiri.

"Aturan penguncian dan larangan perjalanan ini berarti Sinterklas membutuhkan rencana baru yang segar. Atau dia harus tinggal di Kutub Utara dengan kaleng dan tisu toiletnya yang ditumpuk. Sudah berakhir, sudah selesai, Natal sudah mati. Mungkin dia akan membuat Hari Pancake sebagai gantinya?" tutur narator dalam iklan.

Video iklan dilanjutkan dengan Sinterklas mendapatkan sebuah kotak dari Innocent.

Di dalamnya, ada 'Santa Safety suit' berupa masker, sarung tangan, dan baju hazmat, untuk memastikan Santa dapat bepergian dengan aman.

Video diakhiri dengan kepastian kepada penonton bahwa Sinterklas akan datang ke rumah mereka.

Respon terhadap iklan tersebut terbagi menjadi pro kontra. Seorang warganet perempuan yang kontra dengan konten iklan itu menuliskan, "Ini tidak menyenangkan dan sama sekali tidak pantas."

Warganet lainnya mengeluhkan bagaimana orangtua menjadi kesulitan untuk menjelaskan kepada anak-anak mengapa Santaklas memakai baju hazmat.

baca juga

"Sangat sulit untuk menjelaskan kepada anak Anda mengapa Sinterklas membutuhkan pakaian khusus untuk perlindungan, ketika anak itu percaya bahwa dia cukup ajaib untuk benar-benar aman tanpanya. Sinterklas dimaksudkan untuk menjadi sempurna." tulisnya.

Meski begitu, ada pula yang memuji iklan tersebut, "Terima kasih! Putraku autis dan sangat mengkhawatirkan Santa tahun ini. Ini membuat pikirannya tenang, meskipun dia sekarang bertanya bagaimana Santa akan memakan pai cincangnya."

"Kami yang memiliki anak-anak telah menghadapi banyak pertanyaan tentang apakah Sinterklas dapat datang tahun ini. Kami tahu dari hal-hal seperti The Lion King dan Up bahwa cerita adalah cara yang bagus untuk membahas subjek yang sulit, jadi kami pikir sebuah cerita adalah cara sempurna untuk meyakinkan orang-orang bahwa Sinterklas akan datang ke kota," tulis warganet lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Sosok Sinterklas, Kakek Dermawan Berjanggut yang Eksis saat Natal

Mengenal Sosok Sinterklas, Kakek Dermawan Berjanggut yang Eksis saat Natal

Lifestyle | Kamis, 17 Desember 2020 | 14:41 WIB

Terlalu Lama Bohong Tentang Sinterklas Bisa Rusak Kepercayaan Anak, Kenapa?

Terlalu Lama Bohong Tentang Sinterklas Bisa Rusak Kepercayaan Anak, Kenapa?

Health | Sabtu, 12 Desember 2020 | 18:15 WIB

Sambut Natal Sinterklas di Tokyo Berenang Bersama Ikan di Akuarium

Sambut Natal Sinterklas di Tokyo Berenang Bersama Ikan di Akuarium

Foto | Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:32 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×