Dua Model Ini Bagikan 5 Pelajaran Hidup dari Alam

Vania Rossa

Selasa, 23 Maret 2021 | 13:21 WIB
Dua Model Ini Bagikan 5 Pelajaran Hidup dari Alam
Val dan Vero saat berada di Air Terjun Lapopu, Sumba Barat, dengan pesona alam terbuka yang memukau. (Dok. Hutan Itu Indonesia)

Suara.com - Tak banyak yang tahu bahwa kehidupan model kebanggaan Indonesia, Valerie Krasnadewi dan Veronika Krasnasari, yang akrab disapa Val dan Vero, begitu dekat dengan alam. Tak hanya senang berada di alam terbuka, peserta Asia’s Next Top Model season kelima ini juga sangat peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Mereka pun mengaku ada banyak pelajaran hidup dari alam yang didapat. 

Melalui Instagram bisnis, @twnseco, mereka menularkan kebiasaan positif yang berkaitan dengan lingkungan hidup, sekaligus mendukung berbagai program donasi bagi pelestarian lingkungan hidup.

Salah satu cara melestarikan alam yang kerap tidak disadari adalah jalan-jalan di alam terbuka, seperti hutan. Padahal, sebelum pandemi, traveling ke alam menjadi kegiatan favorit anak muda urban untuk melepas stres.

“Sewaktu sedang hiking dan bertemu rombongan pendaki yang sedang turun dari gunung, mereka menyemangati dengan seru, 'Mbak, ayo, semangat, ya!' Saat tiba di puncak dalam keadaan sudah sangat lelah, orang ramai-ramai memberi kami cokelat. Padahal, kami nggak kenal, lho! Jadi, kami merasa, ketika berada di alam, seorang manusia kembali menjadi manusia yang sesungguhnya,” kata Val dan Vero, yang pernah menjelajah berbagai tempat di Indonesia, termasuk Taman Nasional Komodo, Danau Kelimutu, dan Kawah Ijen.

Christian Natalie, yang akrab disapa Tian, Manajer Program Hutan Itu Indonesia, bercerita, setiap wisata alam memiliki pesona tersendiri, termasuk hutan, sehingga menarik masyarakat urban untuk datang.
“Ditambah lagi, anak muda urban sangat akrab dengan media sosial. Dengan membuat konten kreatif, seperti mengunggah cerita atau foto traveling, kita juga membantu mempromosikan tempat wisata alam dan produk lokalnya, sekaligus melestarikan alam,” kata Tian.

Untuk bisa menyapa komodo, Val dan Vero memilih jalur pendek di Pulau Rinca, Labuan Bajo. (Dok. Hutan Itu Indonesia)
Untuk bisa menyapa komodo, Val dan Vero memilih jalur pendek di Pulau Rinca, Labuan Bajo. (Dok. Hutan Itu Indonesia)

Setiap perjalanan punya cerita dan pelajaran tersendiri. Dan dalam rangka Hari Hutan Internasional yang diperingati setiap 21 Maret lalu, Val, Vero, dan Tian berbagi pelajaran hidup dari alam kepada Anda.

1. Hutan adalah sumber oksigen
Ketika jalan-jalan ke hutan, satu hal yang paling disenangi Val dan Vero adalah bisa menghirup udara segar yang sulit sekali didapat di perkotaan.

“Karena terlalu banyak urusan atau deadline, orang yang tinggal di kawasan urban mungkin lupa, ketika mereka sedang bekerja, pada saat yang sama mereka juga sedang menghirup oksigen. Mereka pun lupa bahwa oksigen itu bersumber dari hutan. Kalau hutan mulai berkurang, percuma, kan, kita cari uang banyak, tapi nantinya tak bisa dinikmati karena ke mana-mana harus pakai tabung oksigen?” kata Val and Vero.

Tian menambahkan, “Sebagai sumber oksigen, maka kita merasakan udara di hutan lebih segar dan paru-paru jadi lebih ringan, ketika jalan-jalan ke hutan. Kita harus bangga, karena setengah dari daratan Indonesia merupakan hutan. Karena itu, hutan perlu dijaga agar semua makhluk hidup, termasuk manusia, dapat tetap bertahan hidup.”

2. Manusia perlu turun tangan membantu alam
Saat ini Val dan Vero sedang berkampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa masalah banjir harus diselesaikan sampai ke akarnya. Bukan sekadar naturalisasi sungai atau membuang sampah pada tempatnya, karena solusi tersebut tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Menurut keduanya, yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (Val dari jurusan Bioengineering dan Vero dari jurusan Mikrobiologi), yang paling bisa menangkal banjir adalah akar pohon. Karena itu, mereka mengajak masyarakat untuk mengadopsi bibit pohon melalui https://lindungihutan.com/valerieveronikatwns.

Hutan Nagari Sungai Buluh, Jambi. (Dok. Hutan Itu Indonesia)
Hutan Nagari Sungai Buluh, Jambi. (Dok. Hutan Itu Indonesia)

“Kami ingin sekali mengajak teman-teman untuk bantu menjaga hutan bertepatan dengan Hari Hutan Internasional ini. Bukan hanya menikmatinya, tetapi juga berkontribusi untuk pelestarian hutan yang sangat penting untuk kita dan semua makhluk hidup di hutan. Jangan take it for granted. Kita harus berkontribusi. Semua orang bisa, kok, berkontribusi, sekecil apa pun,” kata Vero.

Tian menanggapi, di masa mendatang apa yang dilakukan Val dan Vero sangat berarti bagi hutan. “Ketika nantinya bibit-bibit itu tumbuh menjadi pohon-pohon besar, dan kemudian hutan menjadi lebat, hutan itu akan menampakkan pesonanya. Saat sesuatu memiliki pesona, pasti, kan, akan kita jaga agar pesona itu tidak hilang,” kata Tian.

3. Traveling ke hutan berarti membantu komunitas sekitar
Masyarakat urban bisa membantu pelestarian hutan dengan aksi nyata yang menyenangkan, yaitu traveling. Pilihan traveling cukup beragam, salah satunya ekowisata. Selain melihat langsung kehidupan satwa, misalnya orang utan, kita juga bisa meninggalkan jejak yang baik.

“Jejak itu berupa kesejahteraan masyarakat setempat. Kita bisa tinggal di rumah masyarakat setempat dalam program homestay, membeli makanan dan minuman di sana, menggunakan jasa porter dari warga desa, atau membeli suvenir buatan mereka,” kata Tian, menguraikan.

Val dan Vero bercerita, “Selain bisa mengenal alam lebih jauh lagi, kita juga bisa membantu masyarakat sekitar. Kami lebih suka mengunjungi taman nasional atau pusat konservasi daripada kebun binatang. Karena, wildlife kebun binatang tidak seperti di habitat aslinya.”

4. Hutan kita penuh pesona
Beberapa kali naik gunung bareng, Val dan Vero sangat terkesan akan keindahan lereng Gunung Semeru, tepatnya area Ranu Kumbolo. “Bagus sekali! Kami dan banyak pendaki lain berfoto di sana. Mau banget rasanya kembali ke sana. Belakangan ini kami juga senang foto-foto di air terjun,” kata mereka.

“Air terjun pulalah yang kerap dicari anak muda ketika ke hutan. Dan di hutan-hutan Indonesia memang banyak sekali terdapat air terjun atau curug yang cantik, yang airnya berlimpah. Ini pertanda bagus. Jika hutan telah berubah fungsi, limpahan air bukan menjadi air terjun, melainkan menjadi banjir. Air terjun ada karena hutannya terjaga dan terlindungi. Artinya, hutan itu juga sedang menjalankan perannya dalam mencegah peningkatan emisi karbon, yang dapat menyebabkan perubahan iklim,” kata Tian.

Di samping itu, pesona hutan Indonesia tak hanya terletak pada keindahannya. Hutan juga menyimpan ratusan rempah dan bahan pangan, seperti madu, pala, kacang-kacangan, dan berbagai tepung, juga berbagai bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat produk keseharian, seperti pakaian dan tas. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang hasil hutan bukan kayu, bisa cek di hutanitu.id/pesonahutan.

Mulai 21 Maret 2021, Hutan itu Indonesia melalui media sosialnya mengajak siapa pun untuk memakai tagar #pesonahutan supaya semakin banyak orang cinta dan jaga hutan Indonesia.

5. Ketika berada di alam, orang harus bertanggung jawab
Melihat begitu banyaknya sampah bertebaran di hutan dan gunung, Val dan Vero mesti berpikir ulang, jika mengajak orang ke sana. Mereka khawatir, orang yang diajak termasuk orang tak bertanggung jawab yang akan makin mengotori alam.

“Sedih banget lihat sampah di mana-mana. Harusnya mereka didenda, ya. Perokok pun sembarangan membuang abu dan puntungnya,” kata pecinta pantai yang tak ragu menegur baik-baik para pembuang sampah ini.

“Meminimalkan sampah merupakan hal paling mendasar yang perlu menjadi perhatian agar tidak mencemari lingkungan, termasuk air terjun yang airnya banyak digunakan oleh warga desa di sekitar hutan. Misalnya, air terjun di Hutan Simancuang, Sumatra Barat, yang digunakan sebagai air bersih. Air itu ditampung lalu disalurkan ke rumah-rumah tanpa filtrasi. Karena itu, kita jangan membuang sampah dalam bentuk apa pun,” kata Tian.

Bagaimana, apakah Anda juga tertarik mendekat ke alam seperti yang dilakukan dua model Val dan Vero?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Sosok Herman Lantang di Mata Pencinta Alam Sulawesi Selatan

Begini Sosok Herman Lantang di Mata Pencinta Alam Sulawesi Selatan

Sulsel | Selasa, 23 Maret 2021 | 08:21 WIB

Hari Air Sedunia: Hutan Perempuan Papua, Surga Kecil yang Dirusak Manusia

Hari Air Sedunia: Hutan Perempuan Papua, Surga Kecil yang Dirusak Manusia

News | Senin, 22 Maret 2021 | 10:08 WIB

Hari Hutan Sedunia, 138.420 Ha Tutupan Hutan Sumsel Berubah Fungsi

Hari Hutan Sedunia, 138.420 Ha Tutupan Hutan Sumsel Berubah Fungsi

Sumsel | Minggu, 21 Maret 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia

Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:33 WIB

Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis

Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:49 WIB

Bikin Nobar Makin Seru, Saat Es Krim Jadi Teman Menikmati Pertandingan Piala Dunia

Bikin Nobar Makin Seru, Saat Es Krim Jadi Teman Menikmati Pertandingan Piala Dunia

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:58 WIB

Rumus Skincare Malam untuk Atasi Keriput ala dr. Inez Putri, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya

Rumus Skincare Malam untuk Atasi Keriput ala dr. Inez Putri, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat

Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Tips Skincare Pagi untuk Kulit Keriput dari Dokter, Simak 3 Rekomendasi Produknya!

Tips Skincare Pagi untuk Kulit Keriput dari Dokter, Simak 3 Rekomendasi Produknya!

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:03 WIB

JYS 2026 di Osaka Umumkan Pemenang, Pemuda Dunia Berinovasi dan Berkolaborasi

JYS 2026 di Osaka Umumkan Pemenang, Pemuda Dunia Berinovasi dan Berkolaborasi

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:58 WIB

Japan Youth Summit 2026: Pemuda Dunia Berinovasi Lewat Proyek dan Cultural Exchange

Japan Youth Summit 2026: Pemuda Dunia Berinovasi Lewat Proyek dan Cultural Exchange

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:52 WIB

5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy

5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:40 WIB

3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing

3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:10 WIB