Viral di Media Sosial, Ini Fakta Tentang Blue Poop Challenge

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Kamis, 20 Mei 2021 | 16:35 WIB
Viral di Media Sosial, Ini Fakta Tentang Blue Poop Challenge
Blue Poop Challenge. (Dok: Instagram/stellawybron)

Suara.com - Sebuah tantangan bernama Blue Poop Challenge viral di media sosial, salah satunya TikTok dan membuat orang di seluruh dunia terpikat. Namun, sebelum kamu berpikir itu adalah tren tidak berguna, yang satu ini mungkin sebenarnya bermanfaat.

Dilansir News.com.au, persis seperti namanya, #blupoopchallenge melibatkan makan dua muffin (dengan pewarna makanan), yang nantinya akan menentukan apakah kotoranmu membiru.

Tantangan ini sebenarnya dikembangkan oleh para ilmuan untuk mendorong banyak orang mendapatkan wawasan tentang kesehatan usus mereka sendiri.

Bagaimana cara kerjanya? Kamu bisa membuat muffin sendiri di rumah dengan menggunakan resep bluepoop.

Lalu kamu harus menjadwal makan dua muffin berwarna biru di pagi hari. Selanjutnya tunggu, hingga kamu ingin buang air besar dan perhatikan warnanya. Jika berwarna biru atau hijau, catat waktunya.

Blue Poop Challenge. (Dok: Instagram/millie_vsg_5)
Blue Poop Challenge. (Dok: Instagram/millie_vsg_5)

Setelah kamu menentukan warna kotoranmu, kamu dapat menemukan 'kepribadian kotoran'mu melalui situs web perusahaan perawatan kesehatan ZOE, siapa di balik tantangan tersebut.

Resepnya mencakup bahan-bahan seperti gula pasir, ekstrak vanilla, dan baking powder, sesuatu yang menurut ZOE tidak akan kamu makan setiap hari, tetapi karena ini adalah eksperimen sains, tak ada salahnya untuk mencobanya.

Resepnya juga dapat diubah (menjadi bebas gluten) tetapi Zoe menyarankan untuk tetap menggunakan pewarna biru yang cukup.

Mengapa mengukur kesehatan usus melalui kotoran?

baca juga

Dr Sarah Berry, pemimpin ilmu nutrisi di King's College London, yang bekerja dengan ZOE dalam menerbitkan sebuah penelitian di British Medical Journal, meminta ribuan peserta untuk makan muffin biru yang disiapkan secara khusus.

Hal ini memungkinkan mereka dapat mengukur waktu transit (waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati usus) mereka.

"Ada beberapa cara ilmiah untuk mengukur waktu transit usus, seperti menelan kapsul khusus atau perangkat nirkabel kecil," kata Dr Berry dalam sebuah pernyataan.

“Namun metode ini rumit dan invasif serta tidak dapat dengan mudah dilakukan di rumah. Data kami menunjukkan bahwa waktu transit, dilacak dengan pewarna biru, merupakan indikator kesehatan usus, dan lebih baik daripada metode non-invasif lainnya tersedia," jelasnya.

Para ilmuwan menemukan bahwa waktu transit seseorang bervariasi, mulai kurang dari 12 jam hingga beberapa hari, dengan waktu rata-rata sekitar 29 jam.

Tes mengungkapkan bahwa waktu transit yang lebih pendek umumnya dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik, lebih sedikit lemak perut, dan respons yang lebih sehat terhadap makanan, menurut ZOE.

Waktu transit usus tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, gaya hidup dan hidrasi, tetapi juga oleh triliunan makhluk hidup yang hidup di usus, yang dikenal sebagai mikrobioma usus.

Mereka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk buang air besar, memiliki lebih banyak mikroba yang memakan protein bersama dengan lebih sedikit mikroba pencinta serat, sehingga menghasilkan molekul bermanfaat yang disebut asam lemak rantai pendek, yang terkait dengan kesehatan usus yang lebih baik.

“Menariknya, kami juga menemukan bahwa orang dengan waktu transit yang lebih lama cenderung memiliki keragaman mikroba yang lebih besar di usus mereka, yang juga sering dikaitkan dengan kesehatan usus yang lebih baik.  Ini menunjukkan bahwa lebih banyak keragaman mikrobioma tidak selalu menjadi pertanda kesehatan yang lebih baik bagi orang yang tidak terlalu sering buang air besar," katanya dalam sebuah pernyataan.

Tetapi ini tidak semua tentang menjadi yang pertama sampai garis finis.

"Orang dengan waktu transit tercepat, menunjukkan bahwa mereka mengalami diare, cenderung memiliki mikrobioma usus yang kurang sehat,” bunyi pernyataan itu.

Profesor Tim Spector, Ahli Epidemiologi dari King's College London, yang merupakan pendiri ilmiah ZOE, mengatakan kesehatan usus juga dapat mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan, dengan menyebutkan dampaknya.

"Seberapa baik kita mencerna makanan, bagaimana kita menyimpan lemak, keadaan mental kita , apakah kita lapar atau kenyang, dan itu juga sangat penting untuk sistem kekebalan kita," jelasnya.

"Tantangan ini adalah cara sederhana untuk mengetahui apa yang terjadi di usus kita. Yang kamu butuhkan hanyalah beberapa muffin biru dan semangat keingintahuan untuk mengambil langkah pertama itu," kata Spector.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duka Wisata Kedung Ombo, Ini Kisah Heroik Penyelamatan Korban dari SAR UNS

Duka Wisata Kedung Ombo, Ini Kisah Heroik Penyelamatan Korban dari SAR UNS

Surakarta | Kamis, 20 Mei 2021 | 12:58 WIB

5 Mitos Paling Populer Seputar Keguguran, Nggak Perlu Percaya!

5 Mitos Paling Populer Seputar Keguguran, Nggak Perlu Percaya!

Your Say | Rabu, 19 Mei 2021 | 16:29 WIB

Fakta-fakta Chrissy Teigen Kena Boikot, Berawal dari Cuitan Lawas

Fakta-fakta Chrissy Teigen Kena Boikot, Berawal dari Cuitan Lawas

Entertainment | Rabu, 19 Mei 2021 | 15:25 WIB

Terkini

10 Cara Memilih Warna Lipstik Sesuai Warna Pakaian agar Penampilan Makin Serasi

10 Cara Memilih Warna Lipstik Sesuai Warna Pakaian agar Penampilan Makin Serasi

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:09 WIB

3 Shio yang Diprediksi Berlimpah Rezeki Sepanjang Agustus 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Diprediksi Berlimpah Rezeki Sepanjang Agustus 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Mobil Damkar Dikerahkan, Api Berhasil Dikendalikan

Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Mobil Damkar Dikerahkan, Api Berhasil Dikendalikan

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Kesan Singkat Jajal Suzuki Grand Vitara Hybrid yang Jadi Incaran Pengunjung GIIAS 2026

Kesan Singkat Jajal Suzuki Grand Vitara Hybrid yang Jadi Incaran Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Debut Changan di GIIAS 2026 Hadirkan SUV Listrik Nevo Q05 Serta Tebar Promo Menarik

Debut Changan di GIIAS 2026 Hadirkan SUV Listrik Nevo Q05 Serta Tebar Promo Menarik

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Parfum YSL Libre Wangi Apa? Ini Daftar 6 Variannya dari yang Segar hingga Sensual

Parfum YSL Libre Wangi Apa? Ini Daftar 6 Variannya dari yang Segar hingga Sensual

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Farhan Wali Kota Bandung dari Partai Apa? Ngamuk 10 Pohon Ditebang Tanpa Izin

Farhan Wali Kota Bandung dari Partai Apa? Ngamuk 10 Pohon Ditebang Tanpa Izin

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Siapa Lebih Murah Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Per 1 Agustus 2026?

Siapa Lebih Murah Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Per 1 Agustus 2026?

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:36 WIB

×