10 Fakta Menarik Waisak dan Ragam Perayaannya

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 26 Mei 2021 | 08:15 WIB
10 Fakta Menarik Waisak dan Ragam Perayaannya
Persiapan Waisak di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Selasa (25/5/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Waisak merupakan hari raya terpenting dalam tradisi Buddha, yang dirayakan di seluruh dunia oleh tiga cabang agama Buddha, Theravada, Mahayana dan Vajrayana. Tahun ini, Waisak dirayakan pada hari ini, Rabu 26 Mei 2021.

Dalam perayaan ini, umat Buddha biasanya melakukan berbagai tradisi dan rirual tertentu, yang biasanya sudah dipengaruhi oleh budaya masing-masing. Sehingga, banyak cara untuk bisa menikmati Waisak di banyak negara.

Nah, ingin tahu lebih dalam mengenai hari raya keagamaan ini? Berikut beberapa di antaranya seperti yang dilansir Multicultural Kids.

1. Kapan Waisak dirayakan?
Waisak dirayakan pada bulan purnama di bulan lunar, yang biasanya sesuai dengan bulan Mei dalam kalender Masehi. Namun, tanggal pasti di negara tertentu bergantung pada kalender mana yang digunakan (China, India, dan lainnya), serta perayaan bulan purnama setempat.

Jika ada dua bulan purnama dalam satu bulan, beberapa negara merayakannya pada bulan purnama pertama, sementara negara lain merayakannya pada bulan kedua. Di Taiwan, hari Minggu kedua di bulan Mei (Hari Ibu) diperuntukkan bagi Waisak. Jika tahun kabisat, Waisak sering dirayakan di bulan Juni.

2. Meliputi beragam tradisi
Tradisi Waisak yang khas meliputi mengunjungi kuil Buddha, membuat persembahan berupa bunga, uang, dan dupa, membaca atau belajar tentang kehidupan Buddha; menonton atau berpartisipasi dalam parade, mendengarkan ajaran Buddha oleh biksu dan lama, terlibat dalam meditasi mendalam, membuat kontribusi amal, melantunkan mantra, tarian, menghadiri pertunjukan teater atau pertunjukan boneka dan mendedikasikan kembali diri sendiri pada cara hidup Buddhis sebagaimana diuraikan dalam Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Berunsur Delapan.

3. Penuh warna
Kebiasaan yang tersebar luas melibatkan menggantung lentera berwarna cerah yang dibeli di toko atau buatan sendiri. Secara tradisional, orang menyalakan lentera dengan lilin. Namun saat ini, lampu atau alat buatan lainnya dianggap lebih aman karena biasanya lampion terbuat dari kertas.

Umat Buddha biasanya menggantung lampion ini banyak tempat, mulai dari di sekitar kota, di kuil, di seluruh rumah, dan lainnya. Di beberapa tempat, lampion juga dilepaskan ke langit atau dikirim mengambang di sepanjang sungai terdekat.

Seperti yang bisa dibayangkan, lampion atau lentera ini membawa simbolisme yang dalam, yakni pencerahan, bulan purnama, dan iluminasi yang ditawarkan oleh ajaran Buddha.

baca juga

4. Memandikan patung Buddha
Beberapa ritual Waisak lainnya yang juga unik adalah memandikan patung bayi Buddha. Air wangi, teh, dan susu semuanya bisa digunakan. Ritual yang telah berlangsung lama dan tersebar luas ini memiliki banyak arti bagi mereka yang berpartisipasi.

Itu mungkin ungkapan syukur dan harapan untuk keberuntungan, yang mungkin berfungsi sebagai komitmen kembali pada jalan Buddhis yang mengarah pada wawasan dan pencerahan. Atau, mungkin memanjatkan doa agar semua makhluk bebas dari penderitaan.

5. Ini bukan sekedar 'pesta ulang tahun'
Waisak hampir selalu menggabungkan perayaan kelahiran Buddha, yang terjadi sekitar 500 atau 600 SM. Namun, banyak umat Buddha juga menggabungkan perayaan ini penerangan agung pencerahan Buddha dan kematian Buddha. Menurut tradisi, hal-hal itu terjadi pada hari bulan purnama yang sama, tetapi masing-masing terjadi 35 dan 80 tahun kemudian.

6. Kisah kelahiran Buddha yang luar biasa
Kisah kelahiran Buddha adalah contoh yang bagus dari kisah kelahiran yang luar biasa dan ajaib yang ditemukan dalam tradisi kepercayaan dunia. Menurut legenda, ibu Buddha, yang melakukan perjalanan ke rumah orangtuanya untuk melahirkan, berhenti di sebuah taman bernama Taman Lumbini, yang berada di dekat kerajaan Nepal.

Saat beristirahat di bawah pohon, lahirlah putranya, Pangeran Siddhartha Gautama. Bayi pangeran kemudian berdiri dan mengambil tujuh langkah ke depan. Di setiap langkah, sekuntum bunga teratai muncul di tanah. Di akhir perjalanannya yang luar biasa, bayi Buddha menyatakan bahwa hidup ini adalah yang terakhir.

7. Mengibarkan bendera
Di banyak negara, adalah hal biasa melihat bendera Buddha berkibar selama perayaan Waisak. Enam garis vertikal yang mewakili 6 aura yang berasal dari Buddha setelah pencerahannya menjadi bendera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Usul Waisak, Memperingati 3 Peristiwa Penting Buddha atau Trisuci Waisak

Asal Usul Waisak, Memperingati 3 Peristiwa Penting Buddha atau Trisuci Waisak

Bali | Rabu, 26 Mei 2021 | 08:03 WIB

Hari Ini Gerhana Bulan Total di Indonesia, Bisa Dilihat Mata Telanjang

Hari Ini Gerhana Bulan Total di Indonesia, Bisa Dilihat Mata Telanjang

Bali | Rabu, 26 Mei 2021 | 07:05 WIB

Masih Pandemi Covid-19, Perayaan Waisak di Candi Borobudur Ditiadakan

Masih Pandemi Covid-19, Perayaan Waisak di Candi Borobudur Ditiadakan

Jawa Tengah | Selasa, 25 Mei 2021 | 19:05 WIB

Terkini

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

×