- RM Pagi Sore didirikan H. Lismar dan H. Sabirin tahun 1973 di Palembang sebagai bisnis kuliner Minang premium.
- Restoran Pagi Sore cabang PIK Jakarta viral akibat tuduhan belum membayar tagihan makanan senilai Rp907.500 terhadap turis.
- Manajemen restoran menyampaikan permohonan maaf atas insiden miskomunikasi tersebut setelah turis menunjukkan bukti pembayaran yang sah.
Suara.com - Restoran Padang Pagi Sore mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini bermula dari unggahan seorang turis Malaysia yang rombongannya dituduh belum membayar tagihan makan.
Kejadian ini mungkin membuat netizen bertanya-tanya: Siapa sebenarnya owner Pagi Sore? Bagaimana sejarah restoran yang dikenal sebagai salah satu RM Padang paling premium di Indonesia ini?
Berikut ulasan lengkapnya.
Sosok Pemilik dan Pendiri RM Pagi Sore
RM Pagi Sore bukanlah pemain baru di industri kuliner. Restoran ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sebuah kios kecil.
Restoran Pagi Sore pertama kali didirikan oleh dua orang sahabat karib asal Bukittinggi, Sumatra Barat, yaitu H. Lismar dan H. Sabirin. Berbekal keberanian dan keahlian memasak warisan leluhur, kedua pria berdarah Minang ini memutuskan untuk merantau demi mengadu nasib.
Kisah sukses mereka dimulai pada tahun 1973 silam ketika mereka menyewa sebuah kios kecil di pinggiran Kota Palembang, Sumatra Selatan.
Di kota perantauan inilah, resep otentik masakan Padang yang mereka racik mulai memikat lidah masyarakat setempat dan berkembang pesat.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang awalnya berskala kecil tersebut sukses berekspansi ke berbagai wilayah di Sumatra Selatan.
Cabang pertama dibuka pada 12 Agustus 1995 di Teluk Gelam, Lintas Timur, Sumatera Selatan. Kemudian pada 2003, cabang selanjutnya dibuka di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Palembang, Sumatera Selatan.
Pada tahun 2003 pula, keduanya berpisah secara usaha karena perbedaan visi dan cara mengelola bisnis.
Karena sama-sama memiliki hak sejarah dan menguasai resep asli, keduanya sepakat untuk menggunakan nama Pagi Sore namun beda logo dan branding.
Pagi Sore Logo Merah dikelola oleh keluarga H. Sabirin. Menunya dikenal dengan cita rasa rendang yang cenderung gurih, pedas rempah, dan ada sedikit rasa manis.
Pagi Sore Logo Hijau dikelola oleh keluarga H. Lismar. Menyajikan menu khas Minang dengan rasa yang juga khas dan seringkali dianggap lebih pedas berempah.
Memasuki tahun 2006, generasi penerus dari pendiri Pagi Sore mulai melebarkan sayap bisnis mereka ke wilayah ibu kota Jakarta.
Anak-anak dari H. Sabirin, yaitu Hj. Armaidy dan Abdul Satam, menjadi sosok penting yang membuka cabang pertama di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.