Pengertian dan Jenis Tenaga Eksogen: Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 30 Agustus 2021 | 09:19 WIB
Pengertian dan Jenis Tenaga Eksogen: Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi
Ilustrasi erosi di pantai. (Pexels)

Suara.com - Pada masa paleozoikum, beredar teori yang mengatakan bahwa seluruh benua awal mulanya menyatu. Namun ada tenaga yang mampu mengubah bentuk permukaan bumi secara terus menerus, tenaga ini disebut endogen dan eksogen.

Mengutip Ruang Guru, Senin (30/8/2021), tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Adapun luar bumi yang dimaksud ialah tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi.

Tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi termasuk di antaranya kegiatan manusia yang membentuk permukaan bumi. Ini bisa berarti air, angin, organisme, sinar matahari, dan es.

Tenaga eksogen bersifat merusak dan mengikis permukaan bumi, terutama pada bagian-bagian tinggi. Tetapi di sisi lain, tenaga eksogen juga bisa mengisi bagian-bagian yang rendah.

Itu sebabnya, tenaga eksogen bisa menyebabkan pelapukan, sedimentasi, dan pergerakan massa tanah (mass wasting).

Pelapukan
Pelapukan adalah proses penghancuran massa batuan menjadi massa tanah. Rantai besi yang mengalami karat disebut juga sebagai pelapukan, sehingga umumnya pelapukan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Berdasarkan prosesnya, pelapukan dibagi menjadi 3 jenis:

  1. Pelapukan fisik (Mekanis)
    Pada pelapukan fisik, proses penghancuran batuan menjadi pecahan yang lebih kecil terjadi tanpa mengalami perubahan susunan kimia. Biasanya, pelapukan ini terjadi karena perubahan musim, menyusupnya es di celah batuan, atau perbedaan suhu siang dan malam yang ekstrem. Sehingga tidak jarang wilayah seperti gurun banyak ditemukan bebatuan yang pecah karena perubahan suhu siang dan malam di gurun cukup tinggi. Hal ini berbeda dengan di perkotaan, di mana cenderung ditemukan batu padat dan keras.
  2. Pelapukan kimia
    Pelapukan kimia adalah jenis pelapukan yang terjadi karena faktor kimia. Salah satu faktor penting dalam pelapukan kimia adalah air. Sehingga tidak jarang benda keras yang terpapar air cenderung mudah lapuk.
  3. Pelapukan biologis
    Pelapukan biologis adalah pelapukan yang disebabkan oleh organisme melalui aktivitasnya. Contoh paling gampang adalah yang terjadi di pintu rumah, akan berbeda nadanya saat diketuk pada pintu kayu yang dimakan rayap dan menjadi lapuk.

Erosi
Proses erosi adalah benda atau batu yang telah lapuk, lalu perlahan pecah menjadi partikel-partikel kecil dan akan menyatu dengan tanah. Setelahnya, tenaga eksogen yang bisa muncul adalah erosi.

Erosi merupakan proses pengikisan permukaan bumi oleh media yang melibatkan pengangkatan partikel batuan. Berdasarkan penyebabnya, erosi dibagi menjadi 4 kelompok:

baca juga

1. Ablasi
Ablasi merupakan erosi yang disebabkan oleh air sungai atau hujan. Ablasi yang disebabkan oleh aliran sungai itu bisa membuat tebing di sungai semakin dalam. Adapun 4 tahap terjadinya ablasi sebagai berikut:

  • Erosi percik: Jatuhnya air hujan dan mulai mengikis tanah.
  • Erosi lembar: Tanah bagian atas yang terkikis, kesuburannya mulai berkurang.
  • Erosi alur: Kikisan tanah tadi mulai membentuk alur sebagai tempat mengalirnya air.
  • Erosi parit: Terbentuk parit/lembah karena kikisan dari aliran air terus menerus.

2. Korasi dan deflasi
Korasi atau deflasi merupakan erosi yang disebabkan oleh angin. Biasanya, korasi dan deflasi ini terjadi di daerah gurun.

Meskipun sama-sama disebabkan oleh angin, korasi merupakan erosi yang disebabkan oleh angin dan pasir (badai pasir), sementara deflasi hanya angin saja.

3. Abrasi
Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh gelombang laut. Tebing di pinggir pantai juga umumnya terbentuk karena adanya gesekan dari gelombang laut yang membentur. Goa-goa yang ada di pantai juga bisa terjadi karena abrasi ini.

4. Eksarasi
Eksarasi adalah pengikisan yang disebabkan oleh es yang mencair atau gerakan lapisan es. Karena mencairnya es ini, akhirnya batuan yang ada akan masuk ke bawah dan mengendap.

Fenomena alam hasil dari eksarasi ini dinamakan fjord. Penampakannya seperti sebuah pantai yang menjorok ke darat dan dikelilingi oleh tebing curam.

Sedimentasi
Sedimentasi adalah peristiwa mengendapnya material batuan yang dibawa oleh angin atau air. Kalau pada erosi dan pelapukan terkesan “merusak” yang telah ada, sedimentasi justru “menambah” material baru.

Jenis-jenis sedimentasi umumnya terbagi pada tiga, yakni sedimentasi akuatis, yang disebabkan oleh tenaga air, sedimentasi marine yang disebabkan tenaga gelombang laut, dan sedimentasi geolis yang disebabkan tenaga aingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Definisi Rantai Makanan: Jenis, Contoh dan Perbedaan dengan Jaring-jaring Makanan

Definisi Rantai Makanan: Jenis, Contoh dan Perbedaan dengan Jaring-jaring Makanan

News | Kamis, 26 Agustus 2021 | 20:17 WIB

Dampak Erosi, Batu Ikonik Darwin's Arch di Galapagos Runtuh

Dampak Erosi, Batu Ikonik Darwin's Arch di Galapagos Runtuh

Tekno | Jum'at, 21 Mei 2021 | 10:30 WIB

Pembelahan Mitosis Lengkap dengan Fasenya

Pembelahan Mitosis Lengkap dengan Fasenya

Tekno | Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:22 WIB

Terkini

UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat

UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya

Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat

Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah

Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Siapa Lawan Timnas Indonesia Jika Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026? Ini Skenarionya

Siapa Lawan Timnas Indonesia Jika Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026? Ini Skenarionya

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:59 WIB

6 Sepeda Thrill Paling Murah Terbaik untuk Jalan Perkotaan hingga Jalur Pegunungan

6 Sepeda Thrill Paling Murah Terbaik untuk Jalan Perkotaan hingga Jalur Pegunungan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi

Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:52 WIB

×