Ibu Ini Paksa Anak Lakukan Cara Ekstrem agar Tinggi dan Langsing, Begini Hasilnya

Selasa, 14 September 2021 | 14:52 WIB
Ibu Ini Paksa Anak Lakukan Cara Ekstrem agar Tinggi dan Langsing, Begini Hasilnya
Ilustrasi remaja tinggi dan langsing. (Pexels/Mikhail Nilov)

Suara.com - Orangtua pasti ingin yang terbaik untuk sang anak, apalagi seorang ibu. Tak heran jika sering ditemui orangtua yang mendorong anaknya untuk melakukan hal-hal tertentu.

Seperti yang dilakukan oleh seorang ibu di Hangzhou, Tiongkok ini. Ia meminta putrinya, Yuanyuan, untuk melakukan cara ekstrem demi bisa tampil dengan badan yang tinggi dan langsing.

Melansir Oddity Central, ibu yang tidak disebutkan namanya itu membiasakan Yuanyuan untuk melakukan lompat tali sebanyak seribu kali setiap hari. Ia ingin penampilan anaknya berubah.

Yuanyuan sendiri memiliki tinggi 158 sentimeter dan berat badan hampil 120 kilogram. Jadi ibunya berpikir bahwa latihan ini bisa membantu putrinya untuk bertambah tinggi sekaligus sedikit lebih kurus.

"Meksipun dia baru saja menstruasi pertama. Epifisisnya belum sepenuhnya tertutup. Jika dia bisa memanfaatkan kesempatan tahun ini, dia masih bisa tumbuh setidaknya jadi 1,6 meter," kata sang ibu melansir Oddity Central, Selasa (14/9/2021).

Ilustrasi lompat tali. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi lompat tali. (Sumber: Shutterstock)

"Selain itu, lebih banyak olahraga juga bisa membantunya menurunkan berat badan. Aku ingin dia lebih tinggi dan lebih kurus. Jadi dia terlihat lebih cantik," lanjut dia lagi.

Tapi karena tak melihat hasil signifikan, Yuanyuan dipaksa untuk menambah jumlah lompatannya menjadi 3000 kali per hari. Ia diwajibkan lompat masing-masing 1000 kali di pagi, siang, dan malam hari.

Lalu, apakah cara ini berhasil membuat Yuanyuan bertambah tinggi dan langsing? Ternyata tidak. Efek yang muncul justru sebaliknya, Yuanyuan menderita cedera serius di bagian sensi gara-gara latihan ekstrem ini.

Kondisi itu terungkap setelah Yuanyuan diperiksa oleh ahli ortopedi. Awalnya Yuanyuan sudah mengeluh sakit di bagian lutut, tapi ibunya tidak mempedulikan itu dan menganggapnya malas latihan.

Baca Juga: Bikin Merinding! Kisah Anak Kehilangan Ortu di Hari yang Sama: Cinta Sejati Memang Ada

Alhasil, Yuanyuan masih terus dipaksa melakukan lompat tali hingga kondisinya benar-benar memburuk. Gadis berusia 13 tahun itu sekarang divonis mengalami traksi apophysitis dari tuberkulum tibialis.

Ilustrasi berat badan. (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi berat badan. (sumber: Shutterstock)

Sayangnya, ini bukan kasus pertama yang terjadi di Tiongkok. Departemen Traumatologi di Rumah Sakit Ortopedi Pengobatan Tradisional Tiongkok melaporkan ada kasus serupa yang dialami oleh seorang anak laki-laki belum lama ini.

Dokter memperingatkan para orangtua bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tidur, nutrisi, hingga genetika. Jadi, olahraga saja sebenarnya tidak cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI