Menparekraf Sandiaga Uno Curhat Tiap Hari Ditanya Kapan Pariwisata Dibuka, Ini Jawabannya

Selasa, 14 September 2021 | 18:50 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno Curhat Tiap Hari Ditanya Kapan Pariwisata Dibuka, Ini Jawabannya
Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengakui turis asing sulit untuk datang ke Indonesia, karena ada serangkaian aturan ketat yang harus dipatuhi.

Aturan ketat itu, di antaranya turis asing harus melakukan karantina mandiri lebih dulu di hotel selama 8 hari, menjalani tes swab PCR untuk Covid-19 dan lain sebagainya.

"Saya tiap hari dikejar kapan buka. Kita ingin sosialisasi baik kepada seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, lebih dulu kita memastikan bahwa kita siap. Setelah siap, kita pasti akan membuka pariwisata dengan seluruh protokol kesehatan yang ketat," ujar Sandiaga dalam acara Global Tourism Forum, Selasa (14/9/2021).

Kesiapan yang dimaksud Sandiaga, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang mensyaratkan minimal 70 persen pelaku dan petugas di sektor pariwisata harus sudah divaksinasi, sebelum pariwisata diizinkan dibuka kembali.

Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno.
Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno.

"Ini yang sedang disiapkan, dengan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Jadi narasi tunggalnya adalah vaksinasi dan protokol kesehatan," imbuh Sandiaga.

Seraya menunggu syarat ini terpenuhi, kata Sandiaga, pihaknya berharap sektor pariwisata tidak terkontraksi atau pemasukan berkurang lebih dari 80 persen, seperti yang terjadi pada tahun 2020 lalu.

"Harapan kita tentunya, begitu pariwisata kita sudah siap dibuka dengan kesiapan dari segi vaksinasi dan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) maupun juga fasilitas kesehatan kita," jelas Sandiaga.

Selanjutnya, menurut Sandiaga, tren pariwisata dan ekonomi kreatif di kemudian hari akan berpusat pada sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan, yang berfokus pada lamanya turis berada di daerah destinasi wisata, menginap di akomodasi lebih lama.

Lewat pariwisata berkelanjutan juga, quality spending bisa terwujud, yang nantinya wisatawan diharapkan mampu mengeluarkan uang secara berkelanjutan untuk para pengelola akomodasi penginapan, pelaku kuliner dan pelaku bisnis fesyen karena durasi kunjungan wisatawan jadi lebih lama di satu daerah.

Baca Juga: Puluhan Bus Pariwisata Lolos Masuk Parangtritis, Modusnya Baksos Hingga Datang Dini Hari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI