alexametrics

Di Tokyo, Mahasiswa Jepang Belajar Bahasa Sunda dan Tari Jaipong

M. Reza Sulaiman
Di Tokyo, Mahasiswa Jepang Belajar Bahasa Sunda dan Tari Jaipong
Mahasiswa Jepang belajar budaya Sunda. (Dok. KBRI Tokyo)

Kelas Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan cara berkomunikasi saja. Ada juga pengenalan budaya-budaya daerah Indonesia yang memiliki beragam bentuk.

Suara.com - Kelas Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan cara berkomunikasi saja. Ada juga pengenalan budaya-budaya daerah Indonesia yang memiliki beragam bentuk.

Inilah yang menjadi alasan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyelenggarakan “Indonesia Day: Pesona Seni Budaya Jawa Barat” di mana mahasiswa Universitas Keio Jepang terlihat antusias mempelajari budaya Sunda.

Acara tersebut dibuka oleh Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi yang didampingi oleh Kepala Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya dan jajaran pejabat KBRI Tokyo lainnya.

Sebanyak 26 mahasiswa pembelajar dan pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dari Universitas Keio Kampus Shonan Fujisawa, Kanagawa yang berjarak 60 kilometer dari Tokyo hadir langsung di ruang promosi Japan Indonesia Partnership Lounge (Jaipong) KBRI Tokyo. Para pelajar dan pembelajar BIPA dari berbagai belahan dunia juga ikut hadir secara daring.

Baca Juga: Detik-detik Bola Api Turun dari Langit, Warga Teriak Histeris: Allahu Akbar!

Tari Jaipong (ANTARA)
Tari Jaipong (ANTARA)

"Saya bangga melihat generasi muda Jepang antusias belajar bahasa dan budaya Indonesia. Hari ini mereka juga belajar tari Jaipong dan degung. Saya berharap ini bisa membuat mereka semakin mencintai Indonesia," kata Dubes Heri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia pun berdiskusi dalam Bahasa Indonesia dengan mahasiswa Universitas Keio.

Para mahasiswa memanfaatkan acara ini dengan melakukan diskusi langsung dengan Dubes Heri. Berbagai pertanyaan seputar Indonesia diajukan para mahasiswa dan dijawab langsung oleh Dubes Heri.

Sementara itu, Profesor Yo Nonaka yang juga merupakan Ketua Program Bahasa Indonesia Universitas Keio mengaku gembira dan mengapresiasi kegiatan ini.

Ia berharap para mahasiswa dapat lebih bersemangat dalam mempelajari kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Baca Juga: Kembali Mengenal dan Merawat Aksara Jawa

“Akibat kondisi pandemi, kami tidak dapat berkunjung ke Indonesia. Jadi, kami berusaha menghadirkan Indonesia dengan membawa para mahasiswa ke KBRI Tokyo. Mereka bisa merasakan suasana Indonesia dengan melihat dan belajar langsung tari Jaipong dan degung Jawa Barat. Para mahasiswa juga antusias bisa diskusi langsung dengan Bapak Duta Besar. Terima kasih kepada KBRI Tokyo,” ujar Profesor Yo Nonaka.

Kegiatan yang dilakukan secara daring dan luring ini bertujuan mempromosikan seni, budaya, dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Jepang, khususnya mahasiswa dari Universitas Keio.

Kegiatan itu juga menjadi wadah bagi para pembelajar Bahasa Indonesia di Universitas Keio untuk dapat mempraktikkan dan memperkaya kemampuan Bahasa Indonesia.

Mahasiswa dan pengajar dari Universitas Keio yang hadir secara luring tampak antusias saat melihat tari Jaipong dan kesenian degung Sunda.

Peserta yang hadir langsung juga berkesempatan mengikuti kursus singkat memainkan degung dan menari Jaipong.

Selain itu, para peserta yang hadir bisa mencicipi beragam jajanan khas Jawa Barat seperti gehu dan pisang molen sebagai "omiyage" (oleh-oleh) untuk dibawa pulang.

Sebagaimana kegiatan lain di masa pandemi COVID-19, acara Pesona Seni Budaya Jawa Barat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. [ANTARA]

Komentar