Sambut Hari Binatang Sedunia, Yuk Sayangi Satwa Langka!

Vania Rossa

Senin, 04 Oktober 2021 | 13:11 WIB
Sambut Hari Binatang Sedunia, Yuk Sayangi Satwa Langka!
Bekantan, satwa langka yang terancam punah karena kerusakan lahan gambut. (Foto: Ardiles Rante - Pantau Gambut)

Suara.com - Anda masih ingat berita-berita tentang satwa liar yang kemudian masuk ke perkampungan warga? Ada harimau memangsa ayam dan kambing peliharaan warga, buaya mampir ke sungai-sungai di pinggiran kota, juga gajah dan orangutan masuk ke pemukiman. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? 

Menurut Iola Abas, Koordinator Nasional Pantau Gambut, hal itu terjadi karena wilayah jejak dan rumah mereka menyempit, bahkan hilang, dan mereka tidak punya makanan lagi di dalam hutan.

Pantau Gambut adalah wadah yang menyediakan akses terhadap informasi mengenai perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut yang dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia.

Soal satwa yang masuk ke pemukiman ini, Iola menambahkan, “Kalau habitat mereka terjaga, rumah mereka aman-aman saja, mereka tidak akan masuk ke area pemukiman. Jika diibaratkan dengan manusia, mereka tergusur dari rumahnya. Kalau digusur, kita mau tinggal di mana?”

Satwa yang tergusur dan masuk ke perkampungan itu terkadang dianggap sebagai hama oleh sebagian masyarakat, hingga kemudian dibunuh. Selain karena perburuan liar, habitat satwa yang rusak itu juga berpengaruh besar terhadap jumlah satwa liar yang dilindungi yang terus berkurang.

“Padahal, mungkin mereka datang ke pemukiman hanya ingin minta tolong,” kata Iola lagi. 

Banyak hal yang membuat habitat satwa itu hilang. Antara lain, deforestasi, alih fungsi hutan dan lahan gambut menjadi lahan perkebunan sawit skala besar, industri perhutanan, pertambangan atau pembangunan infrastruktur yang memerlukan pengeringan lahan gambut, sehingga terjadi kerusakan yang berakibat kebakaran hutan dan lahan gambut.

Padahal, lahan gambut Indonesia memegang peran penting bagi dunia. Lahan gambut di Indonesia yang luasnya mencapai 15 juta – 20 juta hektar mampu menyimpan sekitar 53 – 60 miliar ton karbon. Ini berarti Indonesia menjadi salah satu kawasan utama penyimpan karbon dunia.

Bayangkan kalau cadangan karbon yang tersimpan di tanah terlepas ke udara, maka karbon ini bisa menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. 

Nah, di Hari Binatang Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Oktober ini, saatnya #mudamudibergerak untuk menyelamatkan 35 spesies mamalia, 150 spesies burung, dan 34 spesies ikan, yang hidup di lahan gambut. Ini 5 hal yang bisa kita lakukan:

1. Jangan beli dan pelihara satwa langka
Percaya atau tidak, angka perdagangan satwa liar terbilang tinggi di dunia. Posisinya berada di nomor empat, setelah perdagangan manusia, senjata, dan narkoba. Banyak orang beranggapan, satwa yang telah keluar dari habitatnya boleh ditangkap dan diperjual-belikan di kota. 

Dr. Herlina Agustin S.Sos, M.T.,peneliti di Pusat Studi Ilmu Komunikasi Lingkungan, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, mencontohkan, di Lampung sering terjadi penyelundupan burung liar. Burung tersebut kemudian dikirim ke kota-kota di Pulau Jawa, karena Jawa menjadi pusat penjualan satwa terbesar di Indonesia. 

“Ketika satwa sudah dipelihara oleh manusia, proses rehabilitasinya akan sulit sekali. Perlu waktu bertahun-tahun untuk membuat satwa itu kembali berfungsi sesuai kodratnya di alam. Proses adaptasinya butuh waktu lama. Mereka yang sudah terbiasa diberi makan, harus mencari makanan sendiri saat hidup di alam lepas,” kata Titin, sapaan akrab dosen Jurusan Jurnalistik, UNPAD, ini.

Padahal, menurutnya, satwa liar memiliki peran dan fungsi di alam yang tidak bisa tergantikan oleh manusia, bahkan mesin sekalipun. Misalnya, serangga. Jika serangga punah, maka penyerbukan tanaman akan terganggu. Akibatnya, tidak ada hasil tanaman yang dapat dipanen.

“Kepunahan serangga akan mempercepat kepunahan manusia, secepat apa pun manusia berusaha untuk menggantikan fungsi serangga. Sebagian spesies serangga kini sudah masuk dalam satwa langka yang harus dilestarikan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

118 Satwa Gagal Diseludupkan ke Thailand, BKSDA Siapkan Translokasi ke Papua

118 Satwa Gagal Diseludupkan ke Thailand, BKSDA Siapkan Translokasi ke Papua

Sumsel | Rabu, 29 September 2021 | 13:26 WIB

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Amankan Dua Pelaku Penjual Satwa Langka di Jogja

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Amankan Dua Pelaku Penjual Satwa Langka di Jogja

Jogja | Rabu, 30 Juni 2021 | 20:46 WIB

Anak Gajah Sumatra Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Anak Gajah Sumatra Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

News | Minggu, 20 Juni 2021 | 11:15 WIB

Terkini

Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 17:28 WIB

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:40 WIB

4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan

4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:15 WIB

4 Lipstik Badai Murah Anti Luntur saat Makan, Cuma Rp30 Ribuan Bisa On Point Seharian

4 Lipstik Badai Murah Anti Luntur saat Makan, Cuma Rp30 Ribuan Bisa On Point Seharian

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 15:40 WIB

5 Fakta Hotel Four Seasons George V, Tempat Pabowo Menginap di Prancis

5 Fakta Hotel Four Seasons George V, Tempat Pabowo Menginap di Prancis

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 15:20 WIB

Menikah dan Hamil Anak Pertama, Ini Deretan Penghargaan Adhisty Zara di Dunia Perfilman

Menikah dan Hamil Anak Pertama, Ini Deretan Penghargaan Adhisty Zara di Dunia Perfilman

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 15:15 WIB

5 Sepatu Running Diskon Gede di Sport Station, Hoka hingga New Balance Ori Cuma Rp500 Ribuan

5 Sepatu Running Diskon Gede di Sport Station, Hoka hingga New Balance Ori Cuma Rp500 Ribuan

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 14:46 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Juni 2026, Angin Segar dalam Karier dan Keuangan

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Juni 2026, Angin Segar dalam Karier dan Keuangan

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 13:49 WIB

3 Produk PHERINI yang Dapat Membantu Kulit Tubuh Tampak Lebih Cerah dan Merata

3 Produk PHERINI yang Dapat Membantu Kulit Tubuh Tampak Lebih Cerah dan Merata

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 13:00 WIB

Siapa Saja Mantan Pacar Zara Adhisty? Ini Perjalanan Asmaranya hingga Menikah dengan Tsaqib

Siapa Saja Mantan Pacar Zara Adhisty? Ini Perjalanan Asmaranya hingga Menikah dengan Tsaqib

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 12:40 WIB