Utang BGN Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Daftar Tunggakannya ke Pihak Ketiga

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:16 WIB
Utang BGN Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Daftar Tunggakannya ke Pihak Ketiga
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI yang membahas laporan pertanggungjawaban keuangan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Plh Kepala Badan Gizi Nasional mengungkapkan adanya tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp1,609 triliun dari anggaran 2025.
  • Tunggakan tersebut mencakup berbagai sektor belanja, termasuk biaya operasional, sertifikasi, bantuan pemerintah, hingga pembangunan infrastruktur dapur nasional.
  • BGN berkomitmen melunasi seluruh kewajiban pada tahun 2026 melalui mekanisme DIPA yang kini sedang dalam proses revisi anggaran.

Suara.com - Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa instansinya memiliki tunggakan pembayaran dari tahun anggaran 2025 dengan total mencapai Rp 1,609 triliun ke pihak ketiga.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI yang membahas laporan pertanggungjawaban keuangan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Agustina menjelaskan, bahwa tunggakan tersebut berasal dari berbagai kegiatan yang telah selesai dilaksanakan pada tahun 2025, namun anggarannya belum sempat dibayarkan.

Ia memastikan pembayaran akan dilakukan menggunakan mekanisme DIPA tahun anggaran 2026.

"Yang pertama adalah tunggakan tahun 2025. Ada 1,6 yang sudah selesai dilaksanakan, maksudnya kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan namun belum dibayarkan. Akan dibayarkan dengan mekanisme tunggakan melalui DIPA tahun 2026. Ini yang kami sekarang sedang dalam proses untuk melakukan revisi-revisi anggaran dengan DJA," ujar Arumsari di hadapan anggota Komisi IX DPR RI.

Dalam penjelasannya, Arumsari merinci rekapitulasi utang tersebut yang mencakup berbagai sektor belanja.

Tunggakan tersebut terdiri dari belanja bahan sebesar Rp 16,1 miliar, biaya sertifikasi Rp 111 miliar, serta jasa lainnya seperti Event Organizer (EO) dan publikasi sebesar Rp330 miliar.

Selain itu, BGN juga mencatatkan utang kepada Universitas Pertahanan (UNHAN) sebesar Rp7,3 miliar, biaya perjalanan dinas Rp684 juta, tunggakan Bantuan Pemerintah (Banper) sebesar Rp 100 miliar, serta belanja modal lainnya.

Arumsari pun menyampaikan permohonan maaf kepada para mitra atau pihak ketiga yang tagihannya hingga kini belum dapat dicairkan.

baca juga

Ia menyebutkan adanya kendala administratif dan proses peninjauan (review) yang wajib dilalui sebelum anggaran tersebut dapat dikucurkan.

"Tapi ada beberapa ketentuan yang disyaratkan agar direview terlebih dahulu. Ada nilai tertentu yang harus direview oleh KPA, ada nilai tertentu yang harus direview oleh Inspektorat, ada nilai tertentu yang harus direview oleh BPKP. Ini yang masih dalam proses, itu yang menyebabkan kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang mungkin ada tagihan kepada BGN belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan karena masih ada proses," tuturnya.

Meski saat ini alokasi anggaran untuk pelunasan tersebut masih dalam status diblokir oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, Arumsari optimis kewajiban tersebut akan segera diselesaikan.

Ia menegaskan komitmen BGN untuk melunasi seluruh kewajiban tersebut pada tahun ini.

"Tapi insyaallah kami akan lunasi kami akan selesaikan di tahun 2026 ini. Nah Ibu dan Bapak ini kira-kira nanti tunggakan yang akan kami bayarkan di tahun 2026 yang sementara ini memang alokasi anggarannya masih diblokir," tambahnya.

Pihak BGN saat ini terus melakukan komunikasi intensif dengan DJA agar proses buka blokir anggaran dapat segera dilakukan bagi pos-pos yang telah memenuhi syarat peninjauan.

"Tetapi beberapa hal yang memang sudah melewati proses review dan sudah sesuai dengan ketentuan memang akan segera dibayarkan oleh DJA. Tapi kami tentu saja kami nanti berkomunikasi monggo kepada pihak DJA prosesnya akan seperti apa karena memang ini masih diblokir," pungkasnya.

Berikut rincian tunggakan BGN Rp1,6 T ke pihak ketiga:

1. Belanja bahan Rp16.119.536.548 (seragam, KLB, call center, sendok, dll)
2. Sertifikasi Rp111.631.740.960 (belanja sertifikasi SPPG)
3. Jasa konsultan Rp200.000.000
4. Sewa Rp121.951.599 (sewa kendaraan insidentil)
5. Honor narasumber Rp812.968.500 (narasumber kegiatan bimtek penjamah makanan)
6. Jasa lainnya Rp330.447.200.008 (EO, publikasi, dll)
7. Unhan Rp7.395.240.200 (UH/UT, pengiriman barang)
8. Perjalanan dinas Rp684.395.463 (tunggakan perjalanan dinas 2025)
9. Tunggakan banper MBG Rp100.641.825.064 (tunggakan bantuan pemerintah Makan Bergizi Gratis 2025)
10. Belanja modal aset Rp1.040.990.661.519 (pembangunan dapur APBN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:09 WIB

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:31 WIB

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:13 WIB

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:55 WIB

Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR

Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:49 WIB

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:45 WIB

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:38 WIB

×