Pangeran Harry Janji Organisasi Miliknya Akan Nol Jejak Karbon pada 2030

Bimo Aria Fundrika

Senin, 08 November 2021 | 17:50 WIB
Pangeran Harry Janji Organisasi Miliknya Akan Nol Jejak Karbon pada 2030
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Instagram @astrolog_podushe)

Suara.com - Pangeran Harry dan Meghan Markel berjanji bahwa yayasan amal mereka, Archewell, akan menjadi nol jejak karbon pada tahun 2030.

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan ke situs web Archewell pada hari Rabu, 3 November, pasangan itu mengatakan mereka akan membuat "serangkaian pilihan dari waktu ke waktu" untuk membuat jejak organisasi sekecil mungkin.

Untuk melakukan ini, Archewell telah menyewa konsultan independen untuk melacak semua aktivitasnya sejak dimulainya pada Oktober 2020.

Konsultan akan melihat jejak karbon yang diciptakan oleh aktivitas sehari-hari organisasi termasuk penggunaan internet, perjalanan dan penggunaan listrik.

Pangeran Harry. (Instagram/@sussexroyal)
Pangeran Harry. (Instagram/@sussexroyal)

“Meskipun kami telah secara aktif membuat pilihan untuk mengimbangi dan menyeimbangkan jejak karbon ini, sekarang, dengan alat yang disediakan oleh organisasi mitra, kami tahu bahwa kami semua dapat melakukan yang lebih baik. Kami bisa menjadi nol bersih, dan inilah yang kami janjikan," kata pernyataan itu.

Mulai tahun 2022, yayasan akan menerapkan rencana baru yang mengambil panduan dari sejumlah organisasi lingkungan, termasuk Protokol Gas Rumah Kaca (GGP).

Berita itu muncul setelah pasangan itu mengumumkan bahwa mereka telah bermitra dengan Ethic, sebuah perusahaan investasi berkelanjutan, pada bulan Oktober.

Harry juga secara terbuka menyuarakan keprihatinan tentang krisis iklim dalam film dokumenter Apple TV+-nya, The Me You Can't See, menggambarkannya sebagai salah satu "masalah paling mendesak" yang dihadapi dunia.

“Dengan anak-anak yang tumbuh di dunia saat ini, [itu] cukup menyedihkan, tergantung di mana Anda tinggal, negara asal Anda terbakar, baik di bawah air, rumah atau hutan diratakan,” katanya.

baca juga

Awal tahun ini, Harry dan Meghan dinobatkan sebagai panutan lingkungan karena memutuskan untuk tidak memiliki lebih dari dua anak dalam upaya untuk mengurangi dampaknya terhadap planet ini.

Pasangan itu memiliki seorang putra bernama Archie, dan seorang bayi perempuan, Lilibet, yang lahir musim panas ini.

Mereka diberi penghargaan oleh Population Matters, sebuah badan amal yang berbasis di Inggris yang mengkampanyekan “populasi manusia yang berkelanjutan”. Kelompok itu mengatakan telah memilih Sussex karena "keputusan yang mencerahkan" mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kini Punya Dua Anak, Meghan Markle dan Pangeran Harry Mengaku Kewalahan

Kini Punya Dua Anak, Meghan Markle dan Pangeran Harry Mengaku Kewalahan

Lifestyle | Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:55 WIB

Mantan Model Playboy Bikin Heboh, Ingin Pacari Pangeran Harry dan Meghan Markle

Mantan Model Playboy Bikin Heboh, Ingin Pacari Pangeran Harry dan Meghan Markle

Lifestyle | Kamis, 07 Oktober 2021 | 10:13 WIB

Jurnalis AS Bongkar Pengalamannya Bertemu Pangeran Harry: Bau Alkohol dan Rokok!

Jurnalis AS Bongkar Pengalamannya Bertemu Pangeran Harry: Bau Alkohol dan Rokok!

Lifestyle | Minggu, 03 Oktober 2021 | 20:53 WIB

Terkini

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

×