alexametrics

Psikolog Ungkap Alasan Orang Dewasa Melakukan Bullying

Vania Rossa | Lilis Varwati
Psikolog Ungkap Alasan Orang Dewasa Melakukan Bullying
Ilustrasi bullying di kantor. (Shutterstock)

Bullying juga bisa terjadi di tempat kerja, dan dilakukan oleh orang-orang yang telah dewasa secara usia.

Suara.com - Meski didominasi orang dewasa secara usia, nyatanya kantor tidak lepas dari risiko tindakan perundungan atau bullying. Dikatakan psikolog klinis bahwa pelaku bahkan dengan sadar melakukan bullying tersebut.

Sehingga, tindakan itu sebenarnya dilakukan dengan sengaja untuk merendahkan pihak tertentu yang menjadi korban.

"Ada upaya merendahkan pihak lainnya. Bukan dia tidak sadar, tapi sadar banget. Perilakunya sengaja, dia tahu kalau sedang menjatuhkan salah satu orang yang dianggap salah," kata Psikolog klinis dewasa Pingkan Rumondor, S.Psi., M.Psi., dalam webinar Hari Toleransi Internasional bersama Unilever Indonesia, Senin (15/11/2021).

Namun, yang tidak disadari oleh si pelaku adalah penyebab dirinya melakukan bullying. Pingkan menjelaskan, dari perspektif pelaku, ia hanya merasa perilakunya sekadar bercanda.

Baca Juga: Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Bullying dengan Bercanda!

Tetapi, di sisi lain, di balik perilaku bullying, ada perasaan tidak mampu dan malu terhadap dirinya sendiri dan berusaha ditutupi agar tidak diketahui orang lain.

"Caranya dengan menjatuhkan orang lain. Itu dari sisi psikologisnya seringkali justru mereka yang melakukan bullying, sebetulnya sangat tidak nyaman dengan dirinya. Supaya merasa nyaman dengan dirinya sendiri, maka mereka akan menarget orang yang menurutnya berbeda dengan dirinya untuk direndahkan," papar Pingkan.

Bukan tidak mungkin mencegah budaya bullying di tempat kerja. Pingkan menyarankan, setiap karyawan harus mengenali batasan personal. Jika ada yang merasa intimidasi, maka bisa melakukan sesuatu dengan membicarakannya bersama rekan kerja.

Tak perlu terburu-buru, Pingkan mengingatkan untuk lebih dulu tenangkan diri bagi siapapun yang ingin membicarakan perilaku bullying.

"Saat kita sudah cukup tenang, lalu komunikasikan terbuka kepada atasan. Bangun relasi juga dengan leader yang posisinya lebih di atas dari senior kita. Jadi ada orang yang bisa kita ajak bicara ketika, misalnya, atasan kita yang melakukan bullying," sarannya.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Jika Kamu Menjadi Korban Cyberbullying!

Komentar