Bullying Juga Bisa Terjadi Saat WFH, Kenali Tanda-Tandanya!

Senin, 15 November 2021 | 20:13 WIB
Bullying Juga Bisa Terjadi Saat WFH, Kenali Tanda-Tandanya!
Ilustrasi bullying di internet/media sosial. (Shutterstock).

Suara.com - Tindakan bullying antar karyawan tidak hanya bisa terjadi saat aktivitas bekerja dilakukan dari kantor. Bahkan, saat work from home (WFH) atau bekerja dari rumah akibat kondisi pandemi Covid-19, aksi bullying juga bisa saja terjadi.

Bekerja yang dilakukan secara jarak jauh dengan mengandalkan teknologi, alhasil perilaku bullying yang terjadi juga melalui media sosial. Namun, beberapa orang mungkin tidak menyadari tindakan tersebut termasuk bullying.

"Jadi workplace bullying bukan hanya terjadi secara offline atau langsung. Bisa juga melalui telepon atau lagi rapat virtual ada komentar melecehkan bisa juga. Bisa melalui email pada gosipin yang menceraikan satu orang dan disebarkan melalui email, itu sangat bisa terjadi," kata psikolog klinis dewasa Pingkan Rumondor, S.Psi., M.Psi., dalam webinar Hari Toleransi Internasional bersama Unilever Indonesia, Senin (15/11/2021).

Pingkan menambahkan, secara global, laporan bullying selama WFH justru meningkat. Kebanyakan laporan mengenai tindakan pelecehan hingga direndahkan oleh sesama rekan kerja.

Untuk mencegah tindakan bullying di kantor, menurut Pingkan, sangat penting peran pemimpin perusahaan untuk memastikan setiap pekerja memiliki hubungan kerjasama yang baik

"Dari iklim kerja organisasi tersebut. Kalau iklim kerja memang kurang efektif terus juga tekanan pekerjaan besar, itu semakin menjadi tantangan yang lebih untuk terjadi bullying," ujarnya.

Budaya kolektif atau tindakan menghindari konflik juga bisa berisiko menutupi tindakan bullying di kantor.

"Misalnya di Indonesia dibandingkan beberapa negara lain, kita cenderung budaya kolektif. Maksudnya itu salah satu bentuknya berusaha menjaga keharmonisan. Jadi kalau misalnya saya sebagai saksi melihat perilaku bullying, merasa bingung laporin atau enggak, konfrontasi atau enggak, karena kalau konfrontasi berarti membawa diri saya ke dalam suatu konflik. Itu kan berlawanan dengan harmonis," jelasnya.

Pemikiran seperti itu yang bisa mempersulit seseorang untuk berani mengungkap perilaku bullying. Selain itu, juga budaya senioritas di dalam kantor. Padahal, menurut Pingkan, sikap saling menghargai dan menghormati antara senior dan junior di kantor bisa mencegah tindakan bullying.

Baca Juga: Sering Muncul di Anime, Kenali 8 Tindak Ijime atau Perundungan yang Wajib Dihindari!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI