alexametrics

Kisah Pasangan Nekat Menikah Virtual di Zoom, Sama Sekali Belum Pernah Bertemu

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Kisah Pasangan Nekat Menikah Virtual di Zoom, Sama Sekali Belum Pernah Bertemu
Aplikasi Zoom. [Shutterstock]

Keduanya mantap menikah virtual meski baru saling kenal secara online.

Suara.com - Selama pandemi, ada beberapa pasangan yang memutuskan untuk nikah virtual. Hal ini biasanya dilakukan jika pasangan terpisah jarak dan terhalang aturan bepergian.

Salah satu contoh yang menikah virtual adalah pasangan bernama Ayse dan Darrin ini. Uniknya, mereka menikah meski belum pernah bertatap muka secara langsung.

Melansir Daily Mail, Ayse dan Darrin baru mengobrol secara online. Awalnya, Ayse yang tinggal di Inggris bergabung dengan grup Facebook untuk mencari teman pena.

Ayse lantas bertemu wanita 56 tahun bernama Kenda. Dari sana, Kenda memperkenalkan Ayse pada putranya yang bernama Darrin dan tinggal di Amerika.

Baca Juga: Kuliah Tatap Muka Dimulai, Simak Tips Beli Sepatu Baru yang Nyaman Untuk Ke Kampus

Pasangan ini mulai mengobrol pada Juli 2020. Namun, keduanya menjadi tak terpisahkan dan menelepon satu sama lain setiap hari terlepas dari perbedaan waktu.

Tidak sampai di sana, Darrin melamar Ayse pada Mei 2021. Padahal, keduanya masih belum pernah bertatap muka.

Aplikasi Zoom. [Shutterstock]
Aplikasi Zoom. [Shutterstock]

Pasangan ini juga tahu bahwa butuh waktu sampai mereka bisa bertemu. Pada akhirnya, Ayse dan Darrin nekat menikah virtual lewat Zoom.

Upacara pernikahan virtual mereka juga diresmikan secara hukum di Utah. Per 19 Agustus 2021, pasangan ini resmi menjadi suami-istri.

"Aku tidak pernah membayangkan ini terjadi padaku. Aku pikir tidak ada yang mengharapkan ini saat kami mulai mengobrol tahun lalu," ungkap Ayse.

Baca Juga: Jangan Pisah Dulu, Lakukan 4 Hal Ini untuk Mengatasi Jenuh dalam Hubungan

"Tapi kami menikah dan semuanya legal dan resmi, aku masih tidak bisa percaya," tambahnya.

Sebenarnya, Ayse sendiri pernah berencana untuk pergi ke Amerika dan mengunjungi Darrin sebelum menikah.

Ayse bahkan sudah memesan tiket ke Detroit, Amerika untuk dirinya dan orangtuanya. Namun, Amerika masih membatasi kunjungan dari Inggris.

Untuk mengatasinya, Ayse sempat berkunjung ke Meksiko lebih dulu sebelum meneruskan penerbangan ke Amerika. Namun, ia tetap ditolak saat berada di imigrasi.

Ilustrasi pengantin wanita (unsplash/Alvin Mahmudov).
Ilustrasi pengantin wanita (unsplash/Alvin Mahmudov).

Di sisi lain, Darrin berencana melamar Ayse ketika mereka pertama bertemu di Detroit. Sayangnya, pertemuan itu gagal terjadi.

"Meski belum pernah bertemu, tidak ada keraguan di pikiranku bahwa aku ingin menikahi Darrin," tambah Ayse.

Hubungan Ayse dan Darrin sendiri sepenuhnya didukung oleh keluarga kedua belah pihak. Bahkan, Darrin sempat minta izin ke ayah Ayse sebelum melamar.

Kini, Ayse dan Darrin masih tinggal terpisah di dua benua berbeda. Namun, larangan bepergian dari Inggris ke Amerika sudah diangkat.

Untuk itu, Ayse kini perlu menunggu visanya diterima sebelum kembali memesan penerbangan ke Detroit untuk bertemu sang suami.

"Karena kami belum bertemu secara langsung, kami belum punya hubungan secara fisik, yang berarti pernikahan kami didasarkan pada hal yang lebih dari itu," tambah Darrin.

"Ini tidak memengaruhi hubungan kami, karena ini bukan sesuatu yang kami anggap paling penting, dan kami lebih menghargai hal-hal lain seperti komunikasi."

"Tidak setiap hari kau menemukan sahabat dan cinta dalam hidupmu, jadi aku tidak akan membiarkannya menjauh meski kami tinggal di negara berbeda," tutup Darrin.

Komentar