Pengertian Generasi Sandwich dan Cara Mengatasi Dampaknya

Rifan Aditya

Selasa, 23 November 2021 | 06:40 WIB
Pengertian Generasi Sandwich dan Cara Mengatasi Dampaknya
Pengertian Generasi Sandwich dan Cara Mengatasi Dampaknya - Ilustrasi orang tua dan anak. (Pexels)

Suara.com - Apakah Anda pernah mendengar istilah generasi sandwich? Apa itu generasi sandwich? Simak pengertian generasi sandwich dalam artikel yang disusun Suara.com berikut ini.

Melansir dari Pewresearch, orang dewasa yang merupakan bagian dari generasi sandwich itu, mereka yang memiliki orang tua yang masih hidup berusia 65 tahun atau lebih dan membesarkan anak di bawah usia 18 tahun atau masih membiayai hidup anak yang sudah lanjut usia.

Kini, istilah sandwich generation kian populer di kalangan masyarakat terutama milenial. Berikut ini pengertian generasi sandwich dan serba-serbinya.

Pengertian Generasi Sandwich

Generasi sandwich adalah kelompok individu paruh baya yang ditekan untuk mendukung orang tua yang menua dan anak-anak yang sedang tumbuh.

Generasi sandwich dinamai demikian karena mereka secara efektif "terjepit" antara kewajiban untuk merawat orang tua mereka yang lanjut usia, yang mungkin sakit, tidak mampu melakukan berbagai tugas, atau membutuhkan dukungan finansial. Di sisi lain, mereka harus menghidupi anak-anaknya yang masih membutuhkan dukungan keuangan, fisik, dan emosional.

Karakteristik Generasi Sandwich

Sebuah studi Pew Research Center memperkirakan bahwa sekitar satu dari tujuh orang Amerika antara usia 40 dan 60 secara bersamaan memberikan beberapa bantuan keuangan kepada anak dan orang tua. Dengan tekanan tambahan untuk mengelola karier dan masalah pribadinya sendiri, serta kebutuhan untuk berkontribusi pada masa pensiunnya sendiri, individu-individu dari generasi sandwich berada di bawah tekanan finansial dan emosional yang signifikan.

Dalam beberapa kasus, baby boomer ini harus menunda pensiun mereka sendiri karena kewajiban keuangan tambahan. Juga, beberapa anggota generasi sandwich yang sudah saatnya pensiun malah merawat cucu-cucu mereka.

baca juga

Generasi sandwich klub mengacu pada orang-orang berusia 50-an dan 60-an yang merawat orang tua, anak-anak dewasa, dan cucu-cucu mereka.

Ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan orang dewasa yang lebih muda yang merawat orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak mereka. Generasi sandwich bersifat terbuka mengacu pada populasi orang yang terlibat dalam atau merawat orang tua.

Cara Mengelola Stres sebagai Generasi Sandwich

Merawat orang lain bisa menjadi tugas yang menakutkan dan stres yang terkait dengan mengelola perawatan untuk banyak orang dengan berbagai kebutuhan, seperti anak-anak dan orang tua yang lanjut usia, bisa menjadi tekanan yang luar biasa.

Studi menunjukkan bahwa orang-orang di generasi sandwich kehilangan setidaknya setengah jam tidur per malam dan sering mengalami stres kronis, yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan depresi.

Penting bagi para generasi sandwich untuk tidak melupakan kesehatan diri sendiri. Mereka dapat mendelegasikan tugas kepada orang lain, menemukan waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai, bergabung dengan kelompok pendukung, dan mencari bantuan dari seorang konselor. Beberapa contoh termasuk berolahraga, menulis jurnal, atau melakukan hobi.

Sama seperti generasi sandwich membantu orang lain, demikian pula seharusnya generasi sandwich menerima bantuan untuk menyeimbangkan kehidupannya. Konseling dan kelompok pendukung dapat memberikan ruang bagi generasi sandwich untuk mendiskusikan perasaan mereka, berbagi cerita, dan mengumpulkan saran untuk membantu mereka mengelola hidup dan stres mereka. Konseling dapat mengatasi kecemasan, stres, dan depresi yang terkait dengan pengasuhan dan perawatan. 

Seperti itulah penjelasan pengertian generasi sandwich yang kekinian menjadi fenomena di masyarakat. Apakah kalian termasuk generasi sandwich?

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Coping Mechanism yang Sehat untuk Mengelola Stres

Mengenal Coping Mechanism yang Sehat untuk Mengelola Stres

Your Say | Selasa, 09 November 2021 | 13:36 WIB

Psikolog Ungkap Serba-serbi Dunia Kerja dan Dilema Jadi Generasi Sandwich

Psikolog Ungkap Serba-serbi Dunia Kerja dan Dilema Jadi Generasi Sandwich

Lifestyle | Senin, 08 November 2021 | 16:33 WIB

Curhat Generasi Sandwich dan Tuntutan Segera Nikah dari Pasangan

Curhat Generasi Sandwich dan Tuntutan Segera Nikah dari Pasangan

Your Say | Kamis, 07 Oktober 2021 | 20:15 WIB

Diklaim Mampu Turunkan Stres, Dokter Sarankan Lima Kebiasaan Berikut

Diklaim Mampu Turunkan Stres, Dokter Sarankan Lima Kebiasaan Berikut

Health | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 15:42 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×