alexametrics

Lewat Charity Learning Festival 2.0, ReSkills Ajak Masyarakat Mengembangkan Diri

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
Lewat Charity Learning Festival 2.0, ReSkills Ajak Masyarakat Mengembangkan Diri
Ilustrasi Kuliah Online (Pixabay)

Sebuah startup global dari Malaysia yang merupakan platform edukasi, ReSkills, menghubungkan calon pelajar dengan master coach lewat kelas daring interaktif dan realtime.

Suara.com - Sebuah startup global dari Malaysia yang merupakan platform edukasi, ReSkills, menghubungkan calon pelajar dengan master coach lewat kelas daring interaktif dan realtime.

Lewat acara Charity Learning Festival 2.0 yang akan dilaksanakan pada 12 Desember hingga 12 Februari 2022, acara ini akan diselenggarakan via virtual di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan India.

Tahun ini, CLF 2.0 mengajak masyarakat Indonesia khususnya generasi muda, untuk mengembangkan diri sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar yang membutuhkan kesadaran pentingnya membantu sesama dengan para pengajar dan organisasi amal non pemerintah (NGO).

Melalui acara ini, para pengajar akan membagi ilmunya di bidang masing-masing. Selain itu, NGO yang terlibat di festival ini, akan menjadi penerima manfaat dana yang terkumpul melalui rangkaian acara festival nanti. Tentunya, dana tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan keterampilan serta taraf hidupnya.

Baca Juga: Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Korupsi Dana Pendidikan Jarak Jauh Rp 5,8 Miliar

Menurut Chief Executive Officer ReSkills Jin Tan mengatakan, CLF 2.0 hadir karena adanya pandemi Covid-19, meski saat ini kondisi Indonesia secara keseluruhan sudah cukup membaik.

“Ada banyak industri yang terdampak karena Covid-19. Seperti bidang instalasi dan pemeliharaan, konstruksi, hiburan, kesenian, manufaktur, perkantoran, hingga pariwisata,” ungkapnya dalam acara virtual conference Pembukaan Charity Learning Festival 2.0, Senin (6/12/2021).

“Namun, kami percaya bahwa pendidikan layak untuk seluruh lapisan masyarakat, hingga bisa membantu membangkitkan perekonomian mereka yang nantinya berdampak pada ekonomi sosial,” ungkapnya lebih lanjut.

Di samping itu, menurut Country Manager ReSkills Indonesia Ari Yuda Laksmana, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, berencana menjalankan konsep triple skilling yang terdiri dari skilling, up-skilling, dan re-skilling, guna mengatasi ketimpangan keterampilan angkatan kerja Indonesia sehingga bisa masuk pasar kerja dan berwirausaha.

“Di sanalah kami hadir membantu pemerintah untuk mencapai cita-cita jangka panjang tersebut. Tentu pendidikan vokasi memainkan peran sangat strategis dalam memenuhi kebutuhan SDM sesuai kualifikasi industri,” ungkapnya.

Baca Juga: Cara Belajar Baru Pendukung Pendidikan di Masa Pandemi

“Dan para pelaku industri, termasuk ReSkills, diharapkan ikut terlibat langsung dalam pengembangan kompetensi para calon tenaga kerja terampil lewat program-program inovatif,” pungkasnya.

Komentar