Dukung Budi Daya Unagi di Indonesia, FAO dan KKP Garap Proyek IFish di Sukabumi

M. Reza Sulaiman

Rabu, 22 Desember 2021 | 17:29 WIB
Dukung Budi Daya Unagi di Indonesia, FAO dan KKP Garap Proyek IFish di Sukabumi
Benih Unagi alias Ikan Sidat yang dikembangkan lewat proyek IFish. (Dok. FAO)

Suara.com - Unagi atau ikan sidat mengalami peningkatan popularitas di Indonesia, bersamaan dengan menjamurnya restoran Jepang. Tak banyak yang tahu, sekitar 80 persen konsumsi unagi di dunia berasal dari budi daya yang bibitnya berasal dari tangkapan alam.

Sayangnya, hingga saat tingkat kelangsungan hidup benih unagi sangat rendah, sehingga pemanfaatannya secara komersial dapat menekan kestabilan populasi unagi di alam. Kondisi serupa telah terjadi di Jepang dan Eropa, dengan masuknya beberapa jenis unagi mereka ke kategori terancam punah.

Perbaikan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) unagi pada fase kritis ‘glass eel’ (benih)ke ‘elver’ (anakan) menjadi bagian kerja sama FAO, KKP, dan Pemda Sukabumi melalui proyek IFish.

Proyek yang menerima bantuan finansial dari Global Environment Fund (GEF) tersebut menjadikan Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong di Sukabumi sebagai lokasi demonstrasi pembesaran anakan unagi.

Ilustrasi unagi makanan Jepang (Unsplash/Amanda Marie)
Ilustrasi unagi makanan Jepang (Unsplash/Amanda Marie)

Pada Kamis (16/12) lalu, Bupati Sukabumi, Kepala Pusat Riset Perikanan, dan National Project Manager Proyek FAO-IFish mengunjungi BBI Tonjong, untuk meninjau hasil siklus pertama demonstrasi pembesaran unagi. Upaya yang dilakukan berhasil meningkatkan survival rate benih ke fase anakan hingga 60 persen. Kunjungan tersebut juga menandai dimulainya siklus kedua kegiatan demonstrasi.

“Diharapkan hasil dari kegiatan demonstrasi di BBI Tonjong memberikan informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan survival rate unagi dari fase benih ke anakan. Semakin tinggi survival rate, semakin sedikit benih yang perlu diambil dari alam, sehingga dapat mengurangi tekanan pada populasi unagi,“ ungkap Yayan Hikmayani, Kepala Pusat Riset Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Kerja sama proyek IFish dengan Pemda Kabupaten Sukabumi berlangsung sejak tahun 2018. Fokus utama dari kerja sama tersebut adalah pengarusutamaan prinsip konservasi keanekaragaman hayati perairan darat ke dalam kebijakan, melalui kegiatan demonstrasi dan pemanfaatan berkelanjutan, khususnya untuk spesies ikan unagi (Anguilla sp). Upaya tersebut dirasa penting bagi peningkatkan kontribusi sektor perikanan perairan darat bagi pemenuhan gizi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Perairan Teluk Pelabuhan Ratu merupakan salah satu perairan strategis jalur ruaya benih unagi di selatan Jawa. Dengan melimpahnya sumber daya benih, Kabupaten Sukabumi akan menyusun program jangka panjang untuk pemanfaatan dan pengelolaan perikanan unagi, serta menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai ikon produsen ikan unagi di Indonesia. Salah satu lokasi yang penting bagi perikanan unagi di Sukabumi adalah BBI Tonjong, sebagai pusat pembesaran benih ke anakan”, seperti disampaikan Marwan Hamami, Bupati Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah langkah kerja sama melalui proyek IFish terkait unagi di Sukabumi di antaranya studi banding ke Kabupaten Cilacap, Training of trainer untuk pemantauan sumber daya benih unagi, pembentukan kelompok kerja Pengelolaan Perairan Darat Terpadu di Kabupaten Sukabumi, serta pembentukan kelompok masyarakat pengawas yang melibatkan nelayan, pengepul dan komunitas pemancing sebagai ujung tombak pengawasan sumberdaya ikan dan ekosistem sungai di Kabupaten Sukabumi.

baca juga

Pada tataran yang lebih luas, proyek IFish memfasilitasi perencanaan pembangunan jalur laluan ikan (fishway) pada konstruksi Bendung Caringin di Sungai Cibareno bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dan Charles Sturt University, Australia. Jalur laluan tersebut dibangun pada struktur melintang agar ikan lokal seperti unagi atau kancra/soro dapat beruaya di sepanjang daerah aliran sungai.

“Di samping kerjasama demonstrasi di BBI Tonjong, proyek IFish akan melanjutkan kerja sama dengan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2022 untuk menyusun sejumlah kebijakan strategis, seperti peraturan daerah Pengelolaan Perikanan Darat dan Masterplan Pengelolaan Perikanan Unagi di Kabupaten Sukabumi. Kedua kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan integrasi tata kelola perikanan darat, serta sinergi kuat para pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perairan darat dan perikanan unagi” jelas Sudarsono, National Project Manager proyek FAO-IFish.

Proyek IFish juga mendukung program prioritas KKP dalam membangun “Kampung Ikan” air tawar berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sukabumi. Diharapkan kampung ikan tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan yang mengedepankan potensi perikanan lokal, serta menerapkan pendekatan ekosistem dan ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:49 WIB

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:30 WIB

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:55 WIB

Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan

Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 17:37 WIB

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar

KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:42 WIB

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:56 WIB

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:35 WIB

Produksi Ikan Nasional Diprediksi Capai 10,57 Juta Ton hingga Akhir 2026

Produksi Ikan Nasional Diprediksi Capai 10,57 Juta Ton hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×