Asyik Main, Ini 8 Tips untuk Orangtua Ketika Anak Menolak Diajak Pulang

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 12 Januari 2022 | 20:43 WIB
Asyik Main, Ini 8 Tips untuk Orangtua Ketika Anak Menolak Diajak Pulang
Ilustrasi anak bermain. (Pexels/Eren Li)

Suara.com - Saking asyiknya bermain, seringkali anak tak mau diajak pulang. Meski sudah berkali-kali diajak pulang, anak tetap menolak. Dan ketika Anda memaksanya untuk pulang, anak malah menangis dan jadi tantrum.

Adakah cara mudah untuk mengajak anak pulang ketika ia terlalu asyik bermain? Coba simak tips dari Bright Side berikut ini, yang akan membantu mencegah anak mengamuk setiap kali diajak pulang usai bermain.

1. Beri pilihan
Hindari mengatakan kalau ia harus berhenti bermain, karena sudah jelas ia akan menolaknya. Coba tawarkan pilihan. Misalnya, "Dari sini, kita mau ke toko buku, atau kita mampir beli es krim?"

2. Pilih cara yang menyenangkan untuk mengakhiri sesi bermain
Si kecil mungkin merasa berat meninggalkan playground atau rumah temannya. Jadi, Anda dapat memilih cara yang menyenangkan untuk mengakhiri sesi bermainnya. Misalnya dengan berfoto bareng temannya, atau makan es krim bersama temannya sebelum mereka benar-benar berpisah.

3. Berpura-pura Anda membutuhkan bantuan si kecil
Anak-anak suka membantu, dan mereka suka merasa bertanggung jawab atas tugas penting. Anda bisa katakan padanya, "Kita pulang karena Mama butuh kamu untuk menemani belanja." Ini bisa mengalihkan pikiran mereka dari kenyataan bahwa sesi bermainnya telah berakhir.

4. Bebaskan anak melakukan satu hal sebelum sesi bermain selesai
Tanyakan kepada anak, “Apa satu hal terakhir yang mau kamu lakukan sebelum kita pergi?”

Pertanyaan ini akan memberi tahu anak bahwa sudah waktunya untuk pergi. Namun, itu juga berarti bahwa ia tidak harus segera pergi saat itu juga. Ini lebih baik daripada harus pergi tiba-tiba.

5. Beri tahu anak kegiatan menyenangkan yang menanti di rumah
Pastikan ada hal menarik lain yang menunggu si kecil sepulangnya dari playground. Sebutkan aktivitas menyenangkan yang dapat mereka lakukan di rumah nanti, yang dapat membantu mengalihkan perhatian mereka. Misalnya, menyusun lego yang baru dibeli. (Maria Mery Cristin)

Baca Juga: Pilih Permainan Untuk Anak, Cari yang Bisa Stimulasi Emosi dan Imajinasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI