Apa Itu Hustle Culture? Apa Saja Dampak Negatif Fenomena Ini dan Bagaimana Cara Menanganinya?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:45 WIB
Apa Itu Hustle Culture? Apa Saja Dampak Negatif Fenomena Ini dan Bagaimana Cara Menanganinya?
Ilustrasi menjalani kehidupan ala hustle culture (Freepik/wayhomestudio)

Suara.com - Belakangan ini, istilah hustle culture cukup ramai digunakan dalam lingkup pekerjaan. Apa itu hustle culture sebenarnya? Apakah hustle culture adalah hal yang wajar?

Seorang pekerja yang menganut budaya hustle culture umumnya menghabiskan waktu mereka untuk bekerja sampai-sampai melupakan waktu untuk istirahat. Tentu saja budaya ini tidak sepatutnya dipelihara. Dalam jangka waktu yang panjang, itu dapat membahayakan kesehatan.

Supaya tidak terjebak dengan budaya ini, mari kenali budaya hustle culture lebih dekat dan mencari tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ilustrasi bekerja (pexels.com) / Anthony Shkraba
Ilustrasi bekerja (Pexels/Anthony Shkraba)

Apa itu hustle culture?

Dilansir dari laman The Finery Report, hustle culture didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang memiliki jam kerja tidak terbatas. Mereka yang melakukan hustle culture sering dianggap sebagai workaholic karena bekerja tanpa mengenal waktu.

Dengan menganut budaya hustle culture, seseorang akan berpikir bahwa demi mencapai kesuksesan hidup, waktu yang ada harus didedikasikan sepenuhnya untuk selalu bekerja keras.

Hustle culture disebut dapat menciptakan kondisi lingkungan kantor yang tidak sehat. Para pekerja akan berkompetisi untuk mendapat pengakuan atau posisi tertentu dengan motivasi yang salah seperti overworking.

Sayangnya bukannya mencapai impian, hustle culture justru berbahaya untuk kesehatan baik fisik maupun mental.

Dampak buruk hustle culture

baca juga

Pada sebuah penelitian dalam Current Cardiology Reports di tahun 2018 lalu, ditemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 50 jam per minggu akan memiliki risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular seperti serangan jantung lebih tinggi.

Tekanan darah dan detak jantung yang meningkat karena bekerja secara berlebihan ini juga dapat memicu aritmia, resistensi insulin, hiperkoagulasi, hingga iskemia bagi mereka yang memiliki aterisklerotik tinggi.

Pada jangka waktu yang lebih panjang, hustle culture adalah salah satu hal yang berpotensi menyebabkan stroke karena fibrilasi atrium, kondisi di mana detak jantung tidak stabil dan memicu darah terkumpul di atrium kiri.

Parahnya lagi, hustle culture tidak hanya memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik, namun juga mental, seperti cemas, depresi, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Ilustrasi bekerja (pexels.com) / Andrea Piacquadio
Ilustrasi bekerja (Pexels/Andrea Piacquadio)

Cara menghadapi hustle culture

Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hal yang Membuat Karyawan Tak Disukai Bos, Jangan Pernah Lakukan!

5 Hal yang Membuat Karyawan Tak Disukai Bos, Jangan Pernah Lakukan!

Your Say | Sabtu, 08 Januari 2022 | 07:29 WIB

Cegah Serangan Jantung, Coba Lakukan Kebiasaan Sepele Ini Setiap Hari

Cegah Serangan Jantung, Coba Lakukan Kebiasaan Sepele Ini Setiap Hari

Health | Jum'at, 07 Januari 2022 | 11:17 WIB

6 Rutinitas Pagi yang Bantu Dukung Produktivitasmu

6 Rutinitas Pagi yang Bantu Dukung Produktivitasmu

Your Say | Kamis, 06 Januari 2022 | 16:49 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×