Siap-Siap! Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 10 Maret 2022 | 14:15 WIB
Siap-Siap! Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan
Pedagang bahan pokok di Pasar Belantik Siak. [Suara.com/Alfat Handri]

Suara.com - Sejumlah harga barang diperkirakan akan kembali naik seiring dengan ketetapan pemerintah yang berlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11 persen, dari semula 10 persen. Ketentuan PPN 11 persen tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 April 2022.

Ketua umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan bahwa kenaikan harga PPN itu akan mempengaruhi biaya produksi barang. Sehingga kenaikan tersebut akan dibebani kepada konsumen dengan menaikan harga jual.

"Ini mengkhawatirkan karena pasti membuat biaya produksi naik. Tentunya biaya PPN tidak akan diserap produsen. Pasti dibebani ke harga jual barang. Ini menambah lagi potensi kenaikan biaya," kaya Alphonzus saat konferensi pers di Mal Kota Casablanca, Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Ilustrasi pasar tradisional di Bandung. [Antara]
Ilustrasi pasar tradisional di Bandung. [Antara]

Menurutnya, rencana kenaikan PPN itu tidak tepat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Terlebih saat ini, kondisi perekonomian di Indonesia baru mulai pulih selama pandemi Covid-19.

Alphonsuz mengatakan, dampak kenaikan PPN yang berujung terhadap kenaikan harga barang otomatis mempengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga pada akhirnya menghambat pemulihan ekonomi. 

Padahal menurutnya, perdagangan dalam negeri menjadi tumpuan utama dalam pemulihan ekonomi.

"Semua negara berlomba beri kemudahan dalam sektor perdagangan supaya bisa cepat pulih. Tapi Indonesia bertolak belakang. Kalau kenaikan PPN tetap diberlakukan, akan ada tiga hal masalah timbul," ujarnya.

Ia menyampaikan, masalah pertama yakni, akan melebarkan ketidakadilan regulasi antara belanja offline dan online. Alphonzus mengungkapkan bahwa selama ini sistem belanja offline terlalu banyak dibebani berbagai macam aturan dan pajak. Sementara, online lebih diberikan kemudahan. 

Ia menyarankan, daripada menaikan PPN  seharusnya pemerintah lebih dulu buat aturan pajak yang adil untuk penjualan online.

baca juga

"Masalah kedua, kalau PPN naik, harga barang ikut naik. Untuk kalangan atas akan mudah pergi ke luar negeri untuk belanja yang lebih murah," ujarnya.

"Ketiga, khusus kelas menengah ke bawah, apabila harga produk naik, sehingga barang lebih sulit terjangkau, pembelian menurun, di mana daya penjualan saja masih belum pulih," tambahnya.

Alphonsuz menyampaikan bahwa APPBI meminta agar sebaiknya kenaikan PPN menjadi 11 persen tersebut ditunda selama 2-3 tahun ke depan. Saat itu, diharapkan status pandemi Covid-19 telah berubah menjadi endemik. Selain itu, perekonomian juga lebih pulih.

"Timingnya menurut saya tidak pas (menaikan PPN) saat akan masuk Ramadan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Banda Aceh Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Puasa

Pemkot Banda Aceh Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Puasa

Sumut | Kamis, 10 Maret 2022 | 14:01 WIB

Yuk Letakkan 4 Barang Ini di Meja Belajar agar Lebih Semangat

Yuk Letakkan 4 Barang Ini di Meja Belajar agar Lebih Semangat

Your Say | Kamis, 10 Maret 2022 | 12:31 WIB

Pemerintah Klaim Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadan Meski Harganya Naik

Pemerintah Klaim Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadan Meski Harganya Naik

Jabar | Kamis, 10 Maret 2022 | 12:03 WIB

Terkini

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:52 WIB

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty

Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:39 WIB

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:36 WIB

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:35 WIB

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:34 WIB

Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding

Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:25 WIB

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:25 WIB

Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M

Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:21 WIB

×