Simak Penjelasan Ilmiah di Balik Suhu Dingin Pohon Bambu yang Dianggap Mistis, Bukan Karena Jadi Rumah Dedemit!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 19 Mei 2022 | 01:05 WIB
Simak Penjelasan Ilmiah di Balik Suhu Dingin Pohon Bambu yang Dianggap Mistis, Bukan Karena Jadi Rumah Dedemit!
Ilustrasi kebun bambu (Pixabay.com/Hans)

Suara.com - Di Indonesia, ada banyak mitos yang mengaitkan pohon bambu sebagai rumah atau tempat tinggal hantu dan mahluk halus lainnya. Pohon bambu juga dikaitkan dengan hal-hal mistis dan menyeramkan, karena memiliki udara yang dingin dan lembap.

Padahal suhu dingin dan lembap di bawah rimbunnya pohon bambu, bukan disebabkan keberadaan hantu, melainkan karena pohon bambu yang mampu menampung air tanah.

Hal ini diungkap langsung Founder, Yayasan Bambu Lestari Monica Tanuhandaru. Kata Monica, pohon bambu selaiknya tanaman hutan lain, mampu membentuk kanopi yang dapat menutupi masuknya sinar matahari.

"Kalau masuk ke bawah kanopi hutan, pasti dingin tidak hanya bambu, bambu punya kelebihan, karena dia lahannya basah, dia menyerap air dan menyimpan air oleh karena itu lahannya basah," ujar Monica dalam peluncuran Cut the Tosh, Multi Bintang Indonesia, Rabu (18/5/2022).

Ilustrasi bambu (Shutterstock).
Ilustrasi bambu (Shutterstock).

Monica menjelaskan, satu rumpun pohon bambu mampu menampung air tanah hingga 5.000 liter. Tidak aneh saat berada di bawah rimbunnya pohon bambu, akan terkesan sejuk dan menenangkan.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Partnership for Govermance itu juga mengatakan, secara biologis daun bambu mampu melindungi tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari.

Kedepannya, Monica percaya seluruh dunia akan kembali dan berkiblat pada alam. Hal ini terlihat setelah pandemi reda di mana banyak orang berbondong-bondong mencari destinasi alam yang sejuk dan menyenangkan.

"Coba lihat deh, semua orang mau berlibur dan jalan-jalan ke hutan, mau naik gunung gak ada yang mau ke mal," tuturnya.

Namun, Monica menyayangkan saat ini banyak pohon bambu yang ditinggalkan atau tidak dibudidayakan masyarakat Indonesia.

baca juga

Padahal pohon tersebut mulai diburu dan dibudidayakan di negara maju, karena kerap digunakan sebagai bahan baku utama arsitektur dan bangunan berkelanjutan yang kian menjadi tren.

"Pohon mampu juga kalau ditanam itu, mampu menjaga kebersihan dan menjaga jumlah air di aliran sungai, khususnya aliran sungai di pulau Jawa yang kritis dan sudah krisis air bersih," pungkas Monica.

Ini juga jadi alasan Monica bergabung dalam program Cut the Tosh berama Multi Bintang Indonesia, sebuah program yang tidak hanya membahas masalah lingkungan tapi juga melakukan praktik langsung di lapangan.

"Harapan kami, gerakan ini dapat mendorong upaya kolektif dari para pemantau kepentingan, untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi yang bermakna untuk meningkatkan skala dan dampak dari praktik keberlanjutan," ujar Direktur Corporate Affairs Multi Bintang Indonesia, Ika Noviera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Hantu Wanita Indonesia, Tak Kalah Seram dari Badarawuhi KKN Desa Penari

8 Hantu Wanita Indonesia, Tak Kalah Seram dari Badarawuhi KKN Desa Penari

News | Rabu, 18 Mei 2022 | 16:32 WIB

Dibayar Rp75 Ribu Jadi Figuran Hantu, Subardo Beberkan Cerita Mistis di Balik Pembuatan Film KKN di Desa Penari

Dibayar Rp75 Ribu Jadi Figuran Hantu, Subardo Beberkan Cerita Mistis di Balik Pembuatan Film KKN di Desa Penari

Jogja | Selasa, 17 Mei 2022 | 17:59 WIB

Ini Lima Mitos Seputar Penggunaan Tabir Surya

Ini Lima Mitos Seputar Penggunaan Tabir Surya

Jawa Tengah | Selasa, 17 Mei 2022 | 06:05 WIB

Terkini

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 21:00 WIB

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:53 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah,  BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Kalbar | Jum'at, 18 September 2026 | 20:51 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Batam | Jum'at, 18 September 2026 | 20:43 WIB

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Bali | Jum'at, 18 September 2026 | 20:37 WIB

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:33 WIB

×