Apresiasi Karya Jurnalistik Diharapkan dapat Jadi Cara Mengedukasi Masyarakat Mengenai Stunting

Risna Halidi, Fajar Ramadhan

Selasa, 14 Juni 2022 | 18:08 WIB
Apresiasi Karya Jurnalistik Diharapkan dapat Jadi Cara Mengedukasi Masyarakat Mengenai Stunting
Persembahan Karya Jurnalistik Pencegahan Stunting (Suara.com/ Fajar Ramadhan)

Suara.com - Kasus stunting di Indonesia terus menjadi perhatian pemerintah. Data menunjukkan, angka prevalensi stunting di Indonesia telah menurun, tetapi tetap cukup tinggi.

Dalam konferensi pers bersama JAPFA mengenai acara Persembahan Karya Jurnalistik Pencegahan Stunting, Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA, Akhmad Munir mengungkapkan saat ini tingkat prevalensi kasus stunting berada 24 persen.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pada 2024 angka prevalensi kasus stunting sebesar 14 persen. Munir juga menambahkan, kasus stunting setiap tahunnya selalu masuk ke dalam 10 agenda nasional.

"Akhir-akhir ini stunting selalu ada di 10 agenda nasional selain G20, transformasi digital, Covid 19, pemulihan ekonomi, dan lain-lain," ucap Akhmad Munir, Selasa (14/06/2022).

Pemerintah sendiri telah menyiapkan dana sebesar Rp44 triliun lebih untuk mengatasi masalah stunting.

Melihat kasus stunting yang terbilang cukup tinggi, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengadakan apresiasi karya jurnalistik. Acara ini ditujukan untuk mengapresiasi wartawan yang selama ini selalu membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi mengenai stunting.

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, sebagai perusahaan protein hewani, acara ini menjadi wadah bagi media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.

Selain acara apresiasi karya ini, pihaknya juga telah melakukan berbagai kegiatan yang mendorong angka stunting agar semakin rendah, seperti adanya kegiatan edukasi posyandu, dan produk yang ditujukkan untuk anak.

Acara apresiasi karya jurnalistik ini mengusung tema "Penuhi Asupan Protein Hewani, Sambut Generasi Bebas Stunting". Nantinya para wartawan dapat mengirimkan karya jurnalistik baik cetak, online, maupun foto.

baca juga

Munir mengatakan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan ruang untuk wartawan mengeksplor berbagai isu terkain stunting. Ia berharap, karya jurnalistik yang dihasilkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sehingga angka stunting semakin menurun.

Waktu pengiriman karya mulai dari 1 September 2021 - 10 September 2022. Untuk karya tersebut nantinya akan dinilai oleh beberapa juri.

Juri dari karya jurnalistik ini merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya, antara lain :

  1. Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya.
  2. Ahli Gizi dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Sandra Fikawati.
  3. Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA, Akhmad Munir.
  4. Visual Storyteller atau pewarta foto, Beawiharta.

Rachmat berharap, dengan adanya apresiasi karya jurnalistik ini, masyarakat mendapat edukasi mengenai stunting, terutama pencegahannya. Selain itu, masyarakat juga mengetahui pentingnya mengonsumsi protein hewani dan gizi seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kasus Stunting di Seyegan, Puskesmas: Terjadi Penurunan 3 Persen di 2021

Soal Kasus Stunting di Seyegan, Puskesmas: Terjadi Penurunan 3 Persen di 2021

Jogja | Selasa, 14 Juni 2022 | 17:15 WIB

Turunkan Angka Stunting, Kemenkeu Gelontorkan Rp 44,8 Triliun Di 2022

Turunkan Angka Stunting, Kemenkeu Gelontorkan Rp 44,8 Triliun Di 2022

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2022 | 13:02 WIB

Kritik Perguruan Tinggi, Prof Mohammad Nuh: Jangan Jadi Kampus Stunting

Kritik Perguruan Tinggi, Prof Mohammad Nuh: Jangan Jadi Kampus Stunting

Sulsel | Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:16 WIB

Terkini

Bahlil Masa Bodo Purbaya di-Reshuffle: Itu Hak Presiden!

Bahlil Masa Bodo Purbaya di-Reshuffle: Itu Hak Presiden!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:50 WIB

Ada Struktur Bayangan di ATR/BPN! Diisi Orang Kepercayaan Nusron Diduga untuk Ngepul Hasil Suap

Ada Struktur Bayangan di ATR/BPN! Diisi Orang Kepercayaan Nusron Diduga untuk Ngepul Hasil Suap

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:50 WIB

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:46 WIB

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:45 WIB

Tepis Isu Abaikan Komnas HAM, Ketua Komisi XIII DPR Pastikan Anggaran Justru Ditambah

Tepis Isu Abaikan Komnas HAM, Ketua Komisi XIII DPR Pastikan Anggaran Justru Ditambah

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:44 WIB

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 18:39 WIB

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

×