facebook

Mengenal Deretan Tokoh Betawi yang Jadi Nama Jalan Baru di Jakarta (Bagian 1)

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Mengenal Deretan Tokoh Betawi yang Jadi Nama Jalan Baru di Jakarta (Bagian 1)
Plang nama Jalan Mpok Nori terpajang di kawasan Jakarta Timur, Selasa (21/6/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebanyak 22 nama jalan di Jakarta, resmi diubah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi nama-nama dari para tokoh penting dalam budaya Betawi pada 20 Juni 2022.

Suara.com - Sebanyak 22 nama jalan di Jakarta, resmi diubah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi nama-nama dari para tokoh penting dalam budaya Betawi pada 20 Juni 2022.

Dalam sambutannya, Anies mengungkap jika hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan pada para tokoh yang dinilai penting dalam sejarah kota Jakarta.

"Dengan mengucap bismillahirrohmannirrohim, pada Senin, 20 Juni 2022, penetapan nama jalan itu zona dengan nama tokoh Betawi dan nama tokoh asal Jakarta di Provinsi DKI Jakarta secara resmi ditetapkan," kata Anies di Jakarta Selatan.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai nama-nama jalan baru tersebut, dan mengenal deretan tokoh yang memiliki peran penting bagi kota Jakarta di masa lalu, berikut penjelasannya yang sudah Suara.com rangkum.

Baca Juga: Cuma Butuh Setengah Jam, Alamat Rumahnya Sudah Berganti, Warga Lansia: RW yang Jemput Bola

Plang nama Jalan Entong Gendut terpajang di kawasan Condet, Jakarta Timur, Selasa (21/6/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Plang nama Jalan Entong Gendut terpajang di kawasan Condet, Jakarta Timur, Selasa (21/6/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

1. Jl. Entong Gendut (sebelumnya Jl. Budaya)

Entong Gendut atau Haji Entong Gendut adalah seorang pejuang Betawi dari daerah Condet, yang menentang pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1916.

Pada masa lalu, masyarakat Condet hidup dalam tekanan pihak kompeni Belanda dan para tuan tanah yang bermarkas di Kampung Gedong.

Dikatakan, setiap minggu, rakyat diharuskan membayar pajak sebesar 2,5 sen. Jumlah itu bukan angka yang sedikit bagi warga Condet. Mengingat pada masa itu harga beras mencapai 4 sen per kg. Rakyat Condet yang tidak mampu membayar pun akhirnya diwajibkan kerja paksa.

Kezaliman itu lalu menyulut kemarahan Entong Gendut, yang pada 5 April 1916, menggerakan perang di Landhuis yang dikenal sebagai Villa Nova. Saat itulah sang pendekar gugur.

Baca Juga: Ruhut Sitompul Kasih Tantangan kepada Anies Baswedan Terkait Kebijakan Perubahan Nama Jalan

2. Jl. Haji Darip (sebelumnya Jl. Bekasi Timur Raya)

Komentar