Kualitas Udara di Jakarta Paling Buruk, Ini 3 Salah Kaprah Tentang Pencemaran Udara

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 19 Juli 2022 | 21:49 WIB
Kualitas Udara di Jakarta Paling Buruk, Ini 3 Salah Kaprah Tentang Pencemaran Udara
Ilustrasi kualitas udara yang buruk di Jakarta Freepik)

Suara.com - Kualitas udara di Jakarta sempat jadi yang terburuk di dunia pada pertengahan Juni lalu. Pada laman IQAir, Rabu (22/6), tercatat kalau indeks pencemaran udara di Jakarta berada di angka 163 dan masuk dalam kategori tidak sehat.

Sementara konsentrasi PM 2.5 atau partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikronmeter di udara Jakarta berada di angka 78,5 µg/m³. Artinya, kualitas udara Jakarta saat itu hampir 16 kali lipat lebih buruk dari standar kualitas udara tahunan yang aman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada aplikasi pengukur kualitas udara, Nafas Indonesia bahkan mencatat bahwa selama Juni 2022, tidak ada satu satu hari pun udara sehat di Jakarta.

"Rata-rata hariannya bisa 16 kali di atas standar WHO. Jika dilihat dari trend polusi PM2.5 di DKI akan lebih naik selama musim panas," kata Co-founder Nafas Indonesia Piotr Jakubowski.

Saat dibandingkan dengan kualitas udara di wilayah Bodetabek, ternyata juga sama tidak sehatnya. Menurut Piotr, kondisi itu menandakan bahwa polusi di Jabodetabek sebenarnya saling bertukar salah satunya karena faktor angin.

Piotr menekankan bahwa polusi udara sebenarnya akan berimplikasi terhadap masalah kesehatan. Ibu hamil dan anak-anak termasuk kelompok paling rentan terhadap pencemaran polusi udara yang bisa menyebabkan kerusakan paru, gangguam pernapasan, masalah perkembangan kognitif, bahkan juga kecacatan pada janin.

Meski kesadaran terhadap pencemaran udara saat ini semakin luas dipublikasikan, Nafas Indonesia mencatat masih ada informasi yang salah kaprah dipersepsikan publik, tiga di antaranya sebagai berikut:

1. Kualitas udara paling bagus saat pagi hari karena kendaraan di jalan masih sedikit

Kenyataannya, berdasarkan hasil pemantauan air monitoring Nafas Indonesia di wilayah Jabodetabek, ditemukan bahwa PM2.5 tertinggi justru berada pada pukul 12 malam hingga 9 pagi. Hal itu juga semakin diperkuat dengan temuan The planetary Boundary Layer dan kondisi iklim lain mengenai kualitas udara di pagi hari menjadi yang terburuk.

baca juga

2. Area hijau = area bebas polusi

Riset dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) Forest service pada 2013 dibuktikan bahwa pohon tidak mampu mengurangi kadar polutan PM2.5 secara signifikan. Sehingga, area yang memiliki banyak pohon tidak selalu memiliki udara yang bersih.

3. Rutin berolahraga di luar jadi jaminan badan cukup melawan polusi

Penelitian dari Seoul Nasional University menyoroti bahwa terdapat peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 33 persen akibat kegiatan olahraga yang dilakukan di lingkungan dengan polusi tinggi secara terus-menerus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Mudah Cek Polusi Tanpa Harus Gunakan Aplikasi Pengukur Kualitas Udara

Begini Cara Mudah Cek Polusi Tanpa Harus Gunakan Aplikasi Pengukur Kualitas Udara

Health | Selasa, 19 Juli 2022 | 15:07 WIB

Kualitas Udara di Bandung Barat Paling Buruk di Bandung Raya, Begini Penjelasan BMKG

Kualitas Udara di Bandung Barat Paling Buruk di Bandung Raya, Begini Penjelasan BMKG

Jabar | Senin, 18 Juli 2022 | 13:56 WIB

Bekasi Masuk Sepuluh Besar Kota Paling Berpolusi di Indonesia

Bekasi Masuk Sepuluh Besar Kota Paling Berpolusi di Indonesia

Bekaci | Senin, 18 Juli 2022 | 09:47 WIB

Terkini

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:09 WIB

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:57 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50 WIB

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:35 WIB

×