Suara.com - Emosi adalah bagian dari kehidupan manusia. Tapi, emosi manusia ternyata berubah seiring waktu. Penemuan baru mengulik bagaimana penuaan memengaruhi emosi seseorang.
Dilansir dari Bright Side, ternyata bukan tanpa alasan muncul istilah 'darah muda'. Istilah ini merujuk pada usia muda di mana seseorang merasa berapi-api dan bersemangat dalam segala hal. Hormon di masa muda dapat sangat memengaruhi suasana hati seseorang, di mana mereka tidak dapat benar-benar mengelola emosi besar, seperti kemarahan, seperti yang bisa dilakukan oleh orang dewasa.
Namun kemudian, usia akan mengurangi emosi dalam diri manusia. Orang yang lebih tua menggunakan pengalaman masa lalu mereka untuk mengatasi kemarahan dengan lebih baik. Mereka juga sering kali hidup dengan lebih sedikit orang dan terlibat dengan lebih sedikit peristiwa kehidupan.
Meskipun emosi manusia berkurang seiring bertambahnya usia, kepekaan manusia untuk merasa bahagia tetap sama, dan ternyata perlahan terakumulasi seiring bertambahnya usia. Mungkin itu sebabnya anak-anak sangat bersemangat untuk pergi ke rumah kakek-nenek mereka, ya, karena di sana ada kebahagiaan!
Orang yang lebih tua juga memiliki perspektif mental yang berbeda dalam hal penuaan. Semakin sadar mereka bahwa mereka memiliki sedikit waktu tersisa, semakin mereka cenderung menceburkan diri ke dalam emosi positif dan menyingkirkan emosi negatif.
Dan satu lagi, bahwa orang tua sepenuhnya sadar bahwa mereka berubah seiring bertambahnya usia, dan hal ini membuat mereka lebih mampu mengatasi dan menerima siapa mereka - yang mengarah pada berkurangnya kekhawatiran.